Tuesday, August 24, 2010

MUI Haramkan Bisnis Penukaran Uang

INILAH.COM, Rembang - Selain ketupat dan baju baru, ada bisnis yang laris menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah. Bisnis itu adalah penukaran uang.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rembang, Jawa Tengah, mengharamkan bisnis penukaran uang yang mengambil keuntungan dalam jumlah tertentu.

"Penukaran uang diperkenankan apabila memiliki nilai yang sama. Misalnya, saya tukar uang pecah Rp100.000, maka uang pecahan yang saya terima juga harus senilai Rp100.000," kata Ketua MUI Rembang, Zaenudin Ja`far, di Rembang, Senin (23/8).

Jika terjadi penukaran uang yang tidak senilai, menurut dia, hal itu sudah termasuk riba. "Riba adalah sesuatu yang dilarang agama Islam, dan pantang bagi umat muslim terlibat dalam riba, baik sebagai penjual maupun pembelinya berdosa," katanya.

Dia menjelaskan, sebenarnya berbisnis penukaran uang bukanlah sesuatu yang tercela. Pasalnya, hampir semua orang membutuhkannya.

"Namun tindakan memangkas nilai atau melebihkan nilai uang merupakan sesuatu yang dilarang oleh Islam," katanya.

Menurut dia, akan lebih pas jika penyedia layanan penukaran uang menyebutkan secara gamblang niat baiknya.

"Penyedia bisa mengatakan seperti ini, Anda menukar Rp100.000 maka akan kami beri pecahan senilai Rp100.000. Persoalan si penukar akan memberikan imbalan, itu atas kemauan penukar," katanya.

Memberi imbalan tanpa disyaratkan sebelumnya, kata dia, jelas bukan merupakan riba. "Imbalan tersebut diberikan sebagai bentuk terima kasih karena penyedia sudah bersusah payah menyediakan pecahan yang diinginkan si penukar. Imbalan tersebut tidak mengikat," katanya.

Lautan Es Antartika Meluas Secara Misterius


INILAH.COM, Jakarta- Data satelit menunjukkan selama 30 tahun terakhir, es di laut Kutub Utara telah berkurang. Tapi lautan es di Antartika secara misterius terus meluas.

Peneliti Georgia Tech Atlanta, Jiping Liu mengatakan lebih banyak salju menutupi lapisan laut bagian atas yang saat ini kurang asin sehingga tidak terlalu padat. Lapisan ini menjadi lebih stabil sehingga mencegah suhu menghangat.

Akan tetapi, karena peningkatan jumlah gas rumah kaca yang menghangatkan lautan lepas pantai Antartika, maka dampak selanjutnya adalah tingginya curah hujan yang mencairkan salju dan es , ujar penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

Semakin banyak es yang mencair maka semakin banyak pula sinar matahari yang diserap di dalam laut gelap yang memantulkan kembali ke atmosfir. Dampak lebih lanjut adalah pemanasan laut dan lebih banyak es di permukaan laut yang mencair.

Hilangnya es laut juga bisa berdampak pada pengurangan jumlah gletser saat kuantitas air terus bertambah, kata Liu.

Lautan Antartika termasuk wilayah bumi yang terdingin dengan tingkat kepadatan air yang cukup tinggi. Hal ini menyebabkan wilayah tersebut sebagai ‘kekuatan pendorong dominan’ pola sirkulasi tiga perempat kehidupan laut.

Hasil studi ini sejalan dengan prediksi sebelumnya bahwa berkurangnya lautan es Antartika dapat menimbulkan kerugian di sisi kehidupan lain, kata Walt Meier dari National Show and Ice Data Center (NSIDC) di Boulder, Colorado.

Kevin Trenberth, ilmuwan senior di National Center for Atmospheric Research Boulder Colorado mengatakan bahwa studi ini juga menunjukkan pengaruh lubang di lapisan ozon.

Awan musim panas yang sangat cerah didorong oleh keberadaan lubang atmosfir telah bertindak sebagai perisai dari pemanasan global, ujar para ilmuwan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lubang tersebut mungkin saja menutup, mengikuti fase meluasnya unsur kimia yang disebut chlorofluorocarbons.

Saat awan yang memantulkan matahari ternyata menghilang, maka suhu di belahan bumi selatan dapat naik lebih cepat.

“Pemulihan lubang ozon di masa depan merupakan faktor utama dari perkembangan yang diharapkan,” kata Treth.

Ellyzar Zachra PB

Studi: Berhenti Merokok Seks Makin Puas


INILAH.COM, Hong Kong- Berhenti merokok secara dramatis dapat meningkatkan kualitas kehidupan seksual seseorang, berdasarkan studi dari Universitas di Hong Kong.

University of Hong Kong menemukan bahwa 53,8% perokok yang menderita impotensi mengaku masalah mereka mulai berkurang setelah berhenti mengkonsumsi rokok lebih dari enam bulan.

Jumlah ini berbanding dengan 28,1 % pria yang melakukan pengobatan disfungsi ereksi dan terus merokok. Sekitar 91,5% pria yang berhenti merokok mengakui mendapatkan kehidupan seksual lebih baik.

Sophia Chin, profesor yang membantu studi ini, mengatakan disfungsi ereksi sangat ‘populer’ di China dan Asia sehingga banyaknya program pelarangan rokok harus digalakkan di sebagian besar wilayah.

“Perokok harus khawatir soal dampak lanjutan merokok dan sebaiknya berhenti secepatnya untuk mencegah disfungsi ereksi atau penyakit lain yang disebabkan rokok,” kata Lam Tai-hing, salah satu kolega Chin.

“Nyatanya, pasien disfungsi ereksi yang merokok mendapatkan manfaat yang cukup cepat setelah berhenti merokok.”

Lebih dari 700 pria yang menderita disfungsi ereksi ini berusia 30 hingga 50 tahun. Mereka menjadi koresponden dalam studi yang diadakan School of Public Health and Nursing di universitas tersebut selama tiga tahun.

Ellyzar Zachra PB

Monday, August 23, 2010

Olahraga Kardio Selama Puasa, Bolehkah?

Meski kita terasa tak bertenaga selama puasa, bukan berarti kita tak boleh berolahraga. Hanya saja kita memundurkan waktu olahraga, sesudah berbuka dengan intensitas olahraga yang ringan. Tapi jika olahraganya ringan, apakah itu berarti kita tak boleh melakukan latihan kardio selama Ramadhan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada satu fakta menarik mengenai puasa dengan eksistensi lemak dalam tubuh. Yaitu, puasa membuat tubuh kita membakar lebih banyak lemak! Dalam Journal Clinical Endocrinol Metabolism, disebutkan, puasa sama dengan membuat metabolisme kita lebih ‘santai’ bekerja.

Kondisi ini akan menghasilkan growth hormone (GH) lebih banyak secara alami yang nantinya akan membuat lipolytic lebih aktif bekerja. Lipolytic inilah yang nantinya akan membuat tubuh membakar lemak lebih banyak, plus menekan konsentrasi glukosa dalam darah. Jadi puasa tak hanya akan membuat lemak-lemak tubuh berkurang tapi juga menyelamatkan kita dari risiko inflasi insulin.

Bagi kita yang tengah menjalani program pembentukan tubuh, GH adalah hal yang dibutuhkan agar proses penguatan otot-otot semakin mudah dilakukan. Itu artinya, kerja pembakaran otot akan semakin optimal apabila selama puasa kita tetap berolahraga. Tidak terkecuali apabila kita ingin melakukan kardio. “Hanya saja, kita perlu memperhatikan waktu dan intensitas melakukan kardio,” ucap Shazly Khan, personal trainer dan sudah beberapa kali ikut triathlon dan maraton di Eropa serta Asia.

Dan untuk mengetahui waktu serta intensitas yang ideal bagi tubuh, Khan menyarankan kita untuk mendengarkan tubuh. Sejam sebelum berbuka adalah waktu yang ideal, karena kardio akan membuat tubuh lebih cepat dehidrasi. Sehingga jika kita melakukannya sejam sebelum berbuka, saat tubuh mulai butuh air, kita bisa segera memberikannya.

Plus jauhkanlah latihan kita dari gerakan-gerakan yang bersifat high impact agar tubuh tidak terlalu kelelahan. Serta apabila kita mulai merasa pusing, sebaiknya langsung menghentikan olahraga, karena itu tandanya tubuh sudah kekurangan glikogen alias energi.

Saat berbuka puasa, minumlah air secukupnya untuk mengganti elektrolit yang keluar bersama keringat. Plus air akan membuat suhu tubuh kita menjadi lebih stabil. Dan saat waktu makan tiba, pilihan makanan berbuka yang tinggi serat dan protein. Sebab protein akan menguatkan otot-otot yang kita membentuk tanpa tubuh harus mengubahnya menjadi lemak. Jadi ingatlah rumusnya dan selamat membentuk tubuh dengan sehat selama berpuasa. (PreventionIndonesiaonline/Siagian Priska)

Mau Hamil? Cobalah Lebih Rileks

KOMPAS.com - Cobalah untuk rileks dan bebas dari stres! Itulah nasihat kuno yang sering diberikan kepada para wanita yang tengah mendambakan kehamilan.

Anjuran untuk menghindari stres memang kerap diberikan oleh teman maupun keluarga pada mereka yang menginginkan kehamilan. Kendati nasihat itu seringkali tak digubris, bahkan tak pernah dianjurkan oleh sebagian kalangan para ahli kebidanan maupun dokter.

Tetapi sekarang, nasihat itu kini tak bisa lagi dianggap remeh. Bahkan para peneliti di Amerika Serikat menyatakan sebaiknya para wanita menjalan nasihat tersebut.

Alice Domar, pengelola sebuah Klinik Kesuburan di Boston dan bekerja di Fakultas Kedokteran Harvard, menemukan bahwa wanita yang mengikuti program manajemen stres, sambil menjalani terapi kesuburan, telah menunjukkan peningkatan rata-rata peluang kehamilan 160 persen lebih besar dibanding mereka yang hanya menggunakan teknik bayi tabung (in vitro fertilization/IVF).

"Para ahli kesehatan reproduksi telah lama khawatir tentang pengaruh stres terhadap tingkat kesuburan, yang dapat menghalangi seorang perempuan untuk hamil," kata Domar dalam pernyataannya.

"Hasil studi itu menunjukkan bahwa manajemen stres akan memperbaiki tingkat kehamilan, mengurangi stres melalui manajemen kesuburan itu sendiri, meningkatkan tingkat kesuksesan dari prosedur IVF dan mutlak membantu menghilangkan beban emosional pada kaum wanita yang sedang menghadapi ujian tantangan untuk hamil," katanya.

Dalam risetnya, Domar melibatkan 97 pasien yang dipilih secara acak di kliniknya untuk ambil bagian dalam program relaksasi dalam 10-sesi selama menjalani program bayi tabung.

Program ini tak memberi pengaruh terhadap seberapa banyak wanita yang hamil selama masa percobaan, kata Domar, Tetapi wanita yang gagal dalam percobaan pertama, ternyata berhasil pada percobaan kedua. Tercatat 52 persen yang mengikuti program relaksasi berhasil mendapatkan kehamilan, sedangkan yang tak ikut program hanya 20 persen saja.