Showing posts with label berjalan. Show all posts
Showing posts with label berjalan. Show all posts
Thursday, November 3, 2011
Berjalan Kakilah 10 Km Tiap Pekan!
Pittsburgh, Seberapa sering Anda jalan kaki dalam seminggu? Atau jangan-jangan tak pernah jalan kaki karena kemana-mana naik kendaraan. Sayang sekali jika Anda tak banyak jalan kaki karena jalan kaki memberikan imbalan yang bagus buat tubuh.
Berjalan kaki secara rutin dengan jarak tempuh minimal 10 km dalam sepekan imbalannya Anda akan jauh dari risiko kepikunan. Memang pikun itu akan terjadi saat manusia bertambah tua, karena saat lanjut usia, kualitas dan volume otak akan mengalami penurunan sehingga dapat memicu kepikunan. Tapi tua tidak pikun jauh lebih baik bukan.
Asal tahu saja penyakit demensia atau pikun menjadi ancaman kesehatan terbesar di abad ini. Berbeda dengan penyakit parah lain seperti kanker yang masih bisa diobati, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan demensia.
Nah, hasil penelitian ilmuwan menemukan dengan banyak jalan kaki minimal 9,6 km (dibulatkan menjadi 10 km) tiap pekan proses ini bisa dicegah atau lebih tepatnya ditunda.
Berjalan kaki secara rutin dengan jarak tempuh minimal 10 km dalam sepekan dapat mejaga kesehatan hippocampus, bagian otak yang merupakan pusat kognitif. Akibatnya, risiko mengalami demensia atau kepikunan bisa berkurang.
Peneliti dari University of Pittsburgh membuktikan hal ini setelah mengamati 299 orang dewasa sejak tahun 1989. Hasil pengamatan jangka panjang itu telah dipublikasikan dalam jurnal Neurology baru-baru ini.
Di awal penelitian, seluruh partisipan yang rata-rata berusia 78 tahun itu tercatat memiliki kemampuan kognitif yang normal dan belum ada yang mengalami kepikunan. Peneliti juga mencatat volume otak dan jarak tempuh ketika berjalan kaki dalam setiap pekannya.
Setelah dipantau terus menerus selama 4 tahun, kemampuan kognitif kembali diamati. Dikutip dari Healthday, Kamis (13/10/2010), 116 orang atau 40 persen di antaranya sudah mengalami demensia atau kepikunan.
Sisanya sekitar 60 persen baru mengalami masalah yang sama 5 tahun kemudian, yakni pada saat pengamatan memasuki tahun ke-9. Berdasarkan catatan peneliti, kelompok ini berjalan kaki dengan jarak tempuh antara 9,6 km hingga 14,5 km tiap pekan.
Partisipan yang berjalan kaki dengan jarak tempuh 14,5 km, risiko kepikunan berkurang hingga 50 persen. Jarak ini paling optimal, sebab ternyata pada jarak yang lebih jauh manfaatnya sudah tidak lebih besar lagi.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Wednesday, January 5, 2011
Peluang Umur Panjang Tampak dari Kecepatan Berjalan Kaki
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pittsburgh, Tak semua orang punya kesempatan berumur panjang, namun ada cara mudah untuk memperkirakannya. Perhatikan saja kecepatannya saat berjalan sebab jika orang lebih sering berjalan tergesa-gesa, peluangnya lebih besar untuk berumur panjang.
Kecepatan berjalan kaki pada seseorang memang sangat bervariasi, kadang lebih cepat dan sekali waktu akan lebih lambat. Oleh karena itu, untuk membandingkan peluang berumur panjang maka kecepatan itu harus diambil rata-ratanya.
Kecepatan rata-rata berjalan kaki dipengaruhi antara lain oleh ketersediaan energi. Makin tinggi kemampuan tubuh mengolah energi, makin sehat seseorang dan makin mampu untuk berjalan lebih cepat.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah kontrol dan koordinasi gerakan tubuh. Untuk bergerak dengan efisien, tubuh memerlukan koordinasi yang baik antara otak dan sistem saraf, sistem kardiovaskular serta muskoskeletal (rangka dan otot).
Menurut sebuah penelitian di University of Pittsburgh, kedua faktor ini berkaitan dengan status kesehatan seseorang. Makin sehat tubuh seseorang, makin besar pula peluang bertahan hidup lebih lama tanpa tanpa gangguan penyakit.
Seseorang yang berjalan kaki dengan kecepatan rata-rata 1 meter/detik atau lebih cepat punya harapan hidup 10 tahun lebih panjang dibanding yang berjalan pelan-pelan. Penelitian tersebut tidak memperhitungkan seberapa sering orang itu berjalan maupun jarak tempuh rata-ratanya.
Yang jelas hubungan antara kecepatan berjalan dengan peningkatan usia harapan hidup hanya berlaku bagi lansia khususnya yang sudah berada di usia sekitar 75 tahun. Pada usia tersebut, rata-rata orang berjalan kaki dengan kecepatan 0,8 meter/detik.
"Tubuh akan menyesuaikan kemampuannya dengan kecepatan berjalan kaki. Inilah yang membuat kecepatan berjalan kaki bisa digunakan sebagai indikator kesehatan seseorang," ungkap sang peneliti Prof Stephanie Studenski, seperti dikutip dari MSNBC, Rabu (5/1/2011).
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal American Medical Association edisi 5 Januari 2011.
Pittsburgh, Tak semua orang punya kesempatan berumur panjang, namun ada cara mudah untuk memperkirakannya. Perhatikan saja kecepatannya saat berjalan sebab jika orang lebih sering berjalan tergesa-gesa, peluangnya lebih besar untuk berumur panjang.
Kecepatan berjalan kaki pada seseorang memang sangat bervariasi, kadang lebih cepat dan sekali waktu akan lebih lambat. Oleh karena itu, untuk membandingkan peluang berumur panjang maka kecepatan itu harus diambil rata-ratanya.
Kecepatan rata-rata berjalan kaki dipengaruhi antara lain oleh ketersediaan energi. Makin tinggi kemampuan tubuh mengolah energi, makin sehat seseorang dan makin mampu untuk berjalan lebih cepat.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah kontrol dan koordinasi gerakan tubuh. Untuk bergerak dengan efisien, tubuh memerlukan koordinasi yang baik antara otak dan sistem saraf, sistem kardiovaskular serta muskoskeletal (rangka dan otot).
Menurut sebuah penelitian di University of Pittsburgh, kedua faktor ini berkaitan dengan status kesehatan seseorang. Makin sehat tubuh seseorang, makin besar pula peluang bertahan hidup lebih lama tanpa tanpa gangguan penyakit.
Seseorang yang berjalan kaki dengan kecepatan rata-rata 1 meter/detik atau lebih cepat punya harapan hidup 10 tahun lebih panjang dibanding yang berjalan pelan-pelan. Penelitian tersebut tidak memperhitungkan seberapa sering orang itu berjalan maupun jarak tempuh rata-ratanya.
Yang jelas hubungan antara kecepatan berjalan dengan peningkatan usia harapan hidup hanya berlaku bagi lansia khususnya yang sudah berada di usia sekitar 75 tahun. Pada usia tersebut, rata-rata orang berjalan kaki dengan kecepatan 0,8 meter/detik.
"Tubuh akan menyesuaikan kemampuannya dengan kecepatan berjalan kaki. Inilah yang membuat kecepatan berjalan kaki bisa digunakan sebagai indikator kesehatan seseorang," ungkap sang peneliti Prof Stephanie Studenski, seperti dikutip dari MSNBC, Rabu (5/1/2011).
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal American Medical Association edisi 5 Januari 2011.
Tuesday, October 19, 2010
Langsing Sehat dengan Jalan Kaki
VIVAnews – Jalan kaki itu sehat, segar, fun, dan cocok untuk semua umur. Keuntungan lain berjalan kaki adalah bisa menurunkan berat badan. Jika ingin mengurangi bobot tubuh atau menjaga berat badan ideal aktivitas murah ini bisa Anda praktikkan secara teratur.
Agar tidak cepat bosan, Anda juga bisa mencoba bermacam gaya berjalan kaki. Selingi dengan variasi berjalan kaki untuk membantu Anda tetap fokus dan untuk meningkatkan kebugaran tubuh.
Berjalan interval
Latihan ini merupakan kombinasi antara latihan berat dengan latihan ringan secara intens. Anda dapat melakukan ini dengan berjalan cepat. Lalu, Anda menormalkan lagi dengan berjalan lambat. Variasi gerakan dan intensitas ini dapat membuat jantung Anda sehat dan membakar lemak lebih banyak.
10.000 langkah
Para ahli mengungkapkan, orang dewasa membutuhkan 10 ribu langkah per hari agar tetap aktif dan sehat. Untuk mengetahui apakah Anda sudah mencapai angka itu, mungkin ada baiknya Anda menggunakan alat ukur.
Senam berjalan
Sementara Anda berjalan, tambahkan beberapa gerakan dalam aktivitas jalan kaki untuk meningkatkan massa otot. Sebagai contoh, setelah lima menit pemanasan, lakukan 20 kali gerakan menekuk lutut. Kemudian hentikan gerakan itu sambil tetap jalan selama sekitar tiga menit. Lalu, berhenti dan kemudian melakukan 20 squats. Setelah selesai, teruskan langkah kaki Anda.
Hiking
Olahraga hiking merupakan olahraga yang menggunakan kaki. Berjalan kaki sambil mendaki gunung, akan memberikan tantangan pada otot-otot kaki Anda. Medan yang sulit Anda lewati, seperti naik turun bukit, akan membuat otot-otot bekerja lebih optimal. Hasilnya pun akan lebih optimal. Plus, Anda bisa keluar dari rutinitas dan dapat menikmati pemandangan indah daerah tersebut.
Berjalan mundur
Berjalan mundur mengharuskan Anda untuk menggunakan otot berbeda, yang dapat membantu Anda untuk meningkatkan otot dan membakar kalori lebih banyak. Jika Anda tidak ingin menghabiskan seluruh latihan dengan berjalan mundur, kombinasikan dengan gerakan lain untuk memberikan diri Anda tantangan.
By Siswanto
Subscribe to:
Posts (Atom)