Showing posts with label softdrink. Show all posts
Showing posts with label softdrink. Show all posts

Monday, November 14, 2011

Bahaya Coca Cola


1. Untuk membersihkan toilet : Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik .

2. Untuk membersihkan karburator mobil : Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

3.Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil: Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola .

4.Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil : Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.

5.Untuk melonggarkan baut yang berkarat : Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat .

6.Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian : Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal. Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.

Coca-Cola juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil. Kita minum Coca-Cola/Pepsi! Tentu saja juga untuk ? membersihkan? sistem kita. Lagipula kita semua membayar untuk itu.

Untuk Perhatian Kita
PH rata-rata dari soft drink, a.l. Coca-Cola & Pepsi adalah 3.4. Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang! Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th. Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkat keasaman makanan yang masuk. Semua Calcium yg larut berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.

Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral).
Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif seperti pengawet dan pewarna.

Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, coba tebak apa akibatnya? Akibatnya? Tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 supaya enzim pencernaan berfungsi.

Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37, terkadang mendekati 0. Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan.

Bahkan makanan tersebut difermentasi. Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus, diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.

Beberapa Contoh
Dua bulan lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi:
Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak?? Pemenangnya meminum 8 botol dan mati seketika karena kelebihan Karbondioksida dalam darah dan kekurangan oksigen. Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas.

Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut! Gigi dan tulang adalah satu-> satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati


Bayangkan Apa yang minuman tersebut pasti lakukan pada usus dan lapisan perut kita yang halus!

Oleh :
Anonim

>>>Uji Coba:
Beli Coca Cola lalu campurkan dengan permen mentos. Lihat reaksinya.
Faktanya ada orang yang meninggal akibat minum coca cola lalu makan permen mentos.
Apa anda mau coba???

Minuman Softdrink

Ada beberapa alasan kenapa Sofdrink itu dapat merusak kesehatan kita. (padahal saya pecinta softdrink..huhu) nih ada beberapa point artikel yang saya dapatkan dari beberapa sumber :
semoga bermanfaat.

1. Softdrink menguras air dalam tubuh. Seperti halnya diuretik yang bukannya memberikan air untuk tubuh kita, tapi malah menghabiskannya. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam softdrinks memerlukan sejumlah besar air dalam tubuh kita. Untuk mengganti air ini, orang harus minum 8-12 gelas air untuk setiap gelas yang diminum.

2. Softdrink tidak pernah meng-hilangkan rasa haus karena Softdrink bukanlah air yang diperlukan oleh tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus - menerus akan menyebabkan dehidrasi seluler kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat serius. Pada gilirannya akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan dan menimbulkan berbagai penyakit.

3. Tingkat kandungan fosfat yang tinggi dalam softdrinks dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Softdrink terbuat dari air murni yang juga dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang serius dapat menyebabkan penyakit jantung ( kekurangan magnesium), osteoporosis ( kekurangan kalsium ) dan banyak lagi. Sebagian besar vitamin tidak berfungsi di dalam tubuh tanpa adanya mineral.

4. Softdrink dapat membersihkan karat pada bumper mobil atau benda benda logam lainnya. Bayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya.

5. Jumlah gula yang tinggi dalam softdrinks menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah besar, yang mengakibatkan “benturan gula”, Kelebihan dan kekurangan gula dalam insulin dapat menyebabkan diabetes dan penyakit yang terkait dengan ketidakseimbangan dalam tubuh. Keadaan ini dapat mengganggu pertumbuhan anak sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup.

6. Softdrinks sangat mempengaruhi pencernaan. Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya metabolisme dalam tubuh bisa terhambat. Softdrink bila diminum bersamaan dengan kentang goreng akan membutuhkan waktu berminggu minggu untuk di cernakan.

7. Softdrink mengandung aspartame, yang di hubungkan dengan depresi, insomnia, penyakit saraf dan banyak penyakit lainnya. Di Amerika, FDA telah menerima lebih dad 10400 keluhan konsumen terhadap aspartame.

8. Softdrink: bersifat sangat asam, sehingga dapat menembus garis sambung pada kaleng alumunium dan dapat melumerkan kaleng tersebut bila disimpan terlalu lama. Pasien penderita alzheimer yang telah diotopsi semuanya memiliki kadar aluminium yang sangat tinggi dalam otaknya. Logam berat dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan syaraf dan penyakit lainnya.

9. Softdrink bersifat sangat asam, tubuh manusia secara alamiah memiliki pH 7,0. Softdrink memiliki pH 2,5, artinya anda memasukkan sesuatu yang ratusan ribu kali lebih asam ke dalam tubuh anda. Penyakit berkembang dalam lingkungan asam. Softdrink akan mengendapkan limbah asam dalam tubuh yang menumpuk dalam sendi dan di sekitar organ tubuh. Contohnya, pH tubuh penderita kanker atau randang sendi selalu rendah. Semakin parah penyakit seseorang, semakin rendah pH tubuhnya.

10. Jangan pernah berpikir untuk meneguk Softdrink saat anda terkena demam atau flu, Softdrink akan mempersulit tubuh melawan penyakit tersebut.

Sumber: http://berita-aneh.blogspot.com

Tuesday, October 25, 2011

Anak Depresi, Hindari MSG dan Minuman Soda

JAKARTA, KOMPAS.com — Mengatasi depresi pada anak tidak cukup hanya dengan memberikan terapi psikologis, tetapi juga perlu dukungan asupan makanan, vitamin, serta minuman yang mendukung pemulihan kondisi anak. Dus, juga perlu diketahui jenis makanan apa saja yang harus dihindarkan dari anak-anak yang sedang menderita depresi agar kondisinya tidak semakin memburuk.

Makanan yang mengandung asam lemak omega-3 dipercaya bisa mengurangi depresi. Riset yang dilakukan Andres Stoll tahun 1999 di Amerika Serikat menunjukkan, penderita depresi yang mengonsumsi asam lemak omega-3 secara teratur bisa mengurangi tingkat depresinya. Sumber makanan yang banyak mengandung asam lemak Omega-3 terdapat pada kacang-kacangan dan minyak ikan, seperti ikan salmon dan ikan tuna.

Anak yang menderita depresi juga dianjurkan mengonsumsi vitamin. Salah satu jenis vitamin yang sangat diperlukan adalah vitamin B5. Selain dikenal sebagai pencegah depresi, vitamin B5 juga penting untuk menambah ketahanan tubuh.

Contoh makanan yang memiliki kandungan vitamin B5 dengan jumlah cukup besar antara lain tomat, kuning telur, susu, yogurt, keju, gandum, dan kacang-kacangan.
Mengonsumsi kolostrum juga dipercaya membantu mengurangi depresi pada anak.

Susu berkolostrum mengandung zat yang dapat merangsang otak untuk memproduksi zat laktalbumin. Zat laktalbumin dipercaya mampu memproduksi serotonin dan albumin. Kedua zat itu mendorong munculnya perasaan baik pada diri seseorang. Perasaan baik tersebut dapat menimbulkan rasa senang dan dengan cepat suasana hati pun menjadi nyaman. Suasana hati semacam ini sangat dibutuhkan oleh anak yang tengah depresi.

Mengonsumsi kolostrum juga baik untuk kesehatan anak sebab susu berkolostrum memiliki kandungan zat antibodi dan memiliki nutrisi tinggi serta kandungan laktosa dalam jumlah rendah. Susu ini memiliki banyak manfaat. Selain memproduksi zat laktalbumin, mengonsumsi susu kolostrum rutin dipercaya dapat mengaktifkan produksi zat kimia lainnya di otak yang bisa meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Pasokan kolustrum terbaik dari air susu ibu alias ASI.

Sebaliknya, ada beberapa makanan atau zat yang perlu dihindari jika anak Anda mengalami depresi. Salah satunya adalah monosodium glutamat atau MSG. Konsumsi berlebihan dapat memicu penurunan kecerdasan otak dan sulit untuk berkonsentrasi.

Anak pengidap depresi juga harus dijauhkan dari minuman bersoda sebab minuman bersoda mengandung fosfor yang dapat menetralkan asam hidroklorida dalam lambung. Kondisi itu dapat mengganggu fungsi pencernaan sehingga bisa memperparah tingkat depresi. Maklum, gangguan lambung sering kali terjad saat depresi. (Herlin Kartika Dewi)

Konsumsi "Softdrink" Berlebihan Lemaskan Otot

KOMPAS.com — Para penggemar minuman bersoda tampaknya perlu memperhatikan takaran konsumsinya. Menurut penelitian, konsumsi softdrink lebih dari satu liter per hari bisa menyebabkan penipisan potasium di tubuh yang bisa membuat otot menjadi lemas, bahkan lumpuh.
"Ada orang yang mengonsumsi softdrink secara berlebihan. Kami punya beberapa fakta," kata Dr Moses Elisaf dari Universitas Ioannina, Yunani, dalam International Journal of Clinical Practice. Elisaf dan rekannya mencatat enam kasus penipisan potasium akibat minuman bersoda. Dalam kasus tersebut, softdrink yang diminum bervariasi, mulai dari 2-9 liter sehari.

"Untunglah semua pasien bisa pulih kembali setelah mereka menghentikan konsumsi softdrink dan mendapat suplemen potasium untuk mengganti yang hilang," tulis Elisaf. Ion potasium merupakan bagian dari mineral. Pada tubuh, potasium terdapat dalam jaringan dan sel.

Walau sangat jarang ditemui ada orang mengonsumsi minuman bersoda hingga lebih dari satu liter per hari, namun produsen minuman seharusnya memberi edukasi kepada konsumennya.

"Industri softdrink harus mempromosikan aturan konsumsi minuman dalam batas normal agar konsumen mengurangi jumlahnya sesuai aturan kesehatan," kata Dr Clifford D.Packer dari Louis Stoke Cleveland Medical Center.

Sumber :msnbc

Hindari Encok dengan Puasa Softdrink

WASHINGTON, KAMIS - Minuman ringan atau softdrink memang nikmat untuk dikonsumsi, apalagi jika meminumnya saat tengah hari bolong atau sehabis berolahraga. Tetapi siapa sangka bila dibalik kenikmatan minuman manis ini ternyata ada risiko yang mengintai.

Ya, kebiasaan meminum softdrink manis menurut sebuah riset menjadi salah satu penyebab tingginya kasus penyakit encok. Pria yang mengonsumsi rata-rata dua kaleng atau lebih softdrink manis setiap hari tercatat berisiko 85% lebih besar mengidap encok ketimbang yang meminumnya kurang dari sekaleng sebulan.
Di Amerika Serikat sendiri, kasus encok pada pria ini meningkat dua kali lipat dalam beberapa dekade terakhir dan mungkin yang menjadi kambing hitamnya adalah sejenis gula yang disebut fruktosa, ungkap peneliti dalam laporan yang dimuat British Medical Journal.

Untuk sampai pada kesimpulan, peneliti menggelar riset jangka panjang melibatkan 51,000 pria berprofesi sebagai dokter gigi, apoteker dan veteriner (dekter hewan) berusia 40 tahun ke atas di wilayah AS dan Kanada. Para partisipan diwajibkan mengisi kuisioner seputar kesehatan mulai dari berat badan, pengobatan dan diet. Informasi ini selalu diupdate setiap dua tahun sekali.

Selama riset, pria yang telah didiagnosa mengidap encok dan mereka yang tak melanjutkan kuisioner tidak dilibatkan sebagai bahan analisis, sehingga jumlah sisanya menjadi 46.000 partisipan. Setelah sekitar 12 tahun riset berjalan, tercatat sebanyak 755 kasus baru encok yang dialami partisipan.

Risiko penyakit ini cednerung meningkat seiring dengan pertambahan asupan minuman softdrink manis para partisipan. Mereka yang memiliki risiko terkecil mengidap encok adalah pria yang meminum kurang dari sekaleng/sebotol dalam sebulan. Di bandingkan dengan kelompok tersebut, pria yang meminum lima hingga enam kaleng dalam seminggu berisiko 29 persen lebih besar mengidap encok. Risiko ini meningkat hingga 45 persen, jika pria meminum sekaleng setiap hari, dan naik hingga 85 persen pada pria yang meminum dua kaleng atau lebih setiap hari.

Peneliti menegaskan, hubungan ini bersifat independen dari faktor risiko lainn seperti indeks massa tubuh (BMI), usia, tingginya tekanan darah serta asupan alkohol. Risiko ini secara proporsional tercatat lebih tinggi pada pria peminum sofdrink yang mengandung fruktosa (gula buah) ketimbang gula biasa. Minuman ringan khusus diet, kata peneilti, tidak mempengaruhi peningkatan risiko encok.

Dari riset juga terungkap adanya peningkatan risiko encok pada pria yang mengonsumsi buah-buahan dalam jumlah banyak atau meminum jus buah yang secara alami mengandung fruktosa, seperti aple dan jeruk. Namun risiko ini dapat diseimbangkan oleh manfaat buah-buahan terhadap kesehatan.

Riset ini ditulis oleh Hyon Choi, rheumatolog dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada. Encok adalah penyakit yang terjadi akibat penumpukan asam urat dalam darah. Kelebihan ini menyebabkan kristalisasi asam urat pada sendi dan menimbulkan rasa sakit dan pembengkakan.

Sumber :AFP

Minuman Energi Bisa Merusak Gigi

WASHINGTON, MINGGU - Bila Anda termasuk orang yang gemar mengonsumsi minuman energi atau pun minuman ringan (softdrink)sebaiknya berhati-hati. Minuman tersebut bisa jadi melepaskan dahaga, tetapi juga dapat mengikis lapisan gigi sehingga merusak keindahan mulut Anda.

Seperti yang diungkap sebuah riset yang dimuat jurnal General Dentistry, minuman ringan tidak hanya memiliki tingkat keasaman (pH) yang dapat merusak gigi, namun tingkat buffering atau kemampuan minuman dalam menetralisir asam juga dapat menimbulkan efek negatif pada gigi.

Peneliti dari Academy of General Dentistry's Amerika Serikat menyimpulkan haal tersebut setelah mereka melakukan uji keasaman pada sedikitnya lima jenis kategori minuman yang paling populer di pasaran. Hasilnya menunjukkan, berbagai jenis minuman olahraga dan minuman energi ternyata memiliki tingkat buffering paling tinggi sehingga berpotensi menmbulkan kerusakan pada enamel gigi.

Menurut laporan riset ini, popularitas dua jenis minuman tersebut saat ini sedang menanjak di AS terutama di kalangan remaja dan orang dewasa. Gigi para penggemar minuman ini menjadi sangat rentan terhadap serangan asam yang terdapat dalam minuman. Alhasil, kualitas gigi mereka pun menjadi buruk dan dapat berujung pada tanggalnya gigi.

Menurut juru bicara dari AGD (Academy of General Dentistry), Raymond Martin, pihaknya banyak sekali menemukan pasien yang mengalami tanggalnya gigi pada usia 20-an. ¨Mereka banyak sekali menenggak soda, minuman olahraga dan minuman energi. Akibatnya, jika tidak ditangani serius sejak dini, dapat berujung pada problem gigi yang parah dan membutuhkan rehabilitasi mulut untuk memperbaikinya,¨ ungkap Dr Martin.

Berikut beberapa tips bagi kesehatan mulut :
* Gunakan sedotan yang ditempatkan di bagian belakang atau dalam mulut sehingga mencegah adanya kontak cairan dengan gigi.
* Kumurlah mulut dengan air bersih setelah mengonsumsi minumman berasam
* Batasilah asupan sejumlah minuman ringan yang mengandugn soda, minuman energi atau minuman olahraga.

Sumber :sciencedaily

Kurangi Konsumsi Minuman Bersoda!

KOMPAS.com - Siapa yang tidak suka minum minuman ringan bersoda (berkarbonasi)? Meminum minuman ini saat di tengah terik matahari, rasanya amat menyegarkan. Mendapatkan minuman ini pun mudah; minuman bersoda tersedia di kios penjual rokok, restoran, hingga kafe. Namun tahukah Anda apa bahaya minuman semacam ini bila dikonsumsi secara berlebihan?
Minuman ringan berkarbonasi adalah sumber kalori terbesar dalam menu makan orang Amerika, yaitu sekitar 7% dari total pemasukannya. Bila Anda menambahkan minuman non karbonasi, nilainya meningkat hingga 9%. Bayangkan bila Anda mengambil menu sarapan di restoran junk food, Anda memilih cheese burger dengan minuman cola. Hitung saja berapa kalorinya. Tidak heran bila orang Amerika banyak yang mengalami obesitas dan diabetes.

Konsumsi harian sekitar 10-15 sendok teh gula murni artinya hampir sama dengan batasan yang direkomendasikan untuk konsumsi gula dari semua jenis makanan. Untuk mengatasi ketergantungan pada gula, seringkali orang lalu menggantinya dengan minuman buah, sport drinks, dan es teh. Namun, semua jenis minuman ini ternyata juga mengandung banyak gula, yang juga menambahkan kalori di dalam menu diet kita.

Sementara itu, pembuat minuman ringan mengantisipasi kekhawatiran konsumennya tentang gula ini dengan memproduksi versi "diet" dengan embel-embel seperti "sugar-free". Namun sudahkah langkah ini menyelesaikan masalah kesehatan penikmatnya?

Minuman ringan berkarbonasi ternyata tidak hanya bermasalah dengan kandungannya, tetapi bagaimana minuman ini berhasil menggantikan minuman sehat yang biasa kita konsumsi. Saat kita mulai memasuki usia matang, kita cenderung memilih jenis minuman lain ketimbang susu. Padahal menurunnya kalsium dapat meningkatkan risiko osteoporosis, penyakit serius yang biasanya makin parah seiring pertambahan usia kita. Tulang yang sehat dan kuat yang dibangun saat kita masih muda tidak lagi dapat melindungi kita dari kondisi yang mengerikan ini.

Coba lihat fakta apa saja yang dapat kita temukan dari minuman bersoda:
*Kelebihan gula yang berkontribusi terhadap kelebihan berat badan, yang juga dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus tipe 2, serangan jantung, stroke, dan kanker.

*Orang yang mengonsumsi soft drinks secara rutin juga berpotensi meningkatkan risiko munculnya batu ginjal, dan penyakit jantung.
*Kafein, yang ditambahkan ke dalam kebanyakan soft drinks, juga menimbulkan kecanduan. Kafein juga meningkatkan pembuangan kalsium.

*Pewarna buatan dalam soda juga menyebabkan penyakit gatal, asma, dan reaksi alergi lainnya pada beberapa orang.
*Ahli kesehatan gigi terus mendorong orang untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda, khususnya saat makan, untuk mencegah kerusakan gigi (karena gula), dan erosi gigi (karena asamnya).

Mengurangi konsumsi soda dari menu makan (atau pergaulan) sehari-hari sangat dianjurkan. Imbangi dengan memperbanyak minum air putih bila Anda belum dapat menghentikan kebiasaan ini.

Sumber :Sheer Balance

"Softdrink" Sebabkan Artritis?

KOMPAS.com — Artritis adalah salah satu penyakit radang sendi yang disebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat dan banyak menyerang wanita usia menopause. Sebuah studi yang berlangsung selama 12 tahun di Kanada menemukan bahwa 2 kaleng softdrink ukuran sedang dapat meningkatkan risiko artritis pada wanita hingga 85 persen.

Sementara itu, jika kita mengonsumsi hanya satu kaleng sehari, risiko artritis "hanya" meningkat sebesar 45 persen. Menurut Richard Johnson, MD, semakin banyak ditemukan bukti yang menunjukkan peningkatan konsumsi fruktosa dapat menyebabkan naiknya kadar asam urat.

Meski begitu, ia mengakui belum bisa memastikan apakah jika konsumsi fruktosa dikurangi, otomatis akan menurunkan kadar asam urat. Kesimpulannya, penelitian masih terus berlanjut dan kecurigaan terhadap minuman ini patut kita pertimbangkan. Untuk amannya, kita dianjurkan untuk menjaga berat badan normal dan membatasi minuman softdrink, kacang-kacangan yang digoreng, kerang-kerangan, dan sarden.

Lebih dari 2 Kaleng, Soda Bahaya untuk Ginjal

KOMPAS.com - Minuman diet soda mungkin membantu Anda mengurangi asupan kalori, tetapi konsumsi lebih dari dua kaleng diet soda setiap hari meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal. Demikian peringatan yang dikeluarkan para ahli.

Wanita yang mengonsumsi minuman diet soda lebih dari dua kaleng setiap hari mengalami penurunan fungsi ginjal hingga 31 persen selama penelitian jangka panjang. "31 persen adalah angka yang signifikan, terutama karena pada awal dimulainya studi kondisi ginjal mereka masih prima," kata Julie Lin, asisten profesor dari Harvard Medical School.

Dalam penelitian, para ahli mengevaluasi kesehatan 3.256 wanita yang terlibat dalam Nurse's Health Study. Para responden diminta memberi keterangan tentang pola makan termasuk asupan makanan dan minuman mengandung gula, seperti soda, jus buah, es teh, dan sebagainya. Informasi ini juga dipakai untuk mengukur fungsi ginjal mereka.

Para peneliti mengukur akumulasi asupan makanan mengandung gula selama beberapa periode, yakni tahun 1984, 1986 dan 1990. Ketika para peneliti membandingkan fungsi ginjal para responden di tahun 1989 dan 2000, diketahui 11,4 persen responden mengalami penurunan fungsi ginjal mencapai 31 persen.

Ternyata 11,4 persen responden ini adalah mereka yang sering mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan lebih dari dua kaleng per hari. Selain minuman atau makanan yang mengandung pemanis buatan, para ahli juga menyebutkan makanan yang tinggi kadar garam bisa mempercepat penurunan fungsi ginjal.

"Normalnya, penurunan fungsi ginjal akibat faktor penuaan berkisar 1 mL per menit setiap tahunnya saat seseorang berusia 40 tahun. Tapi mereka yang kelebihan minum minuman soda mengalami penurunan hingga 3 mL per menit setiap tahunnya," kata Lin.
Sumber :WebMD

"Softdrink" Sebabkan Kanker?

KOMPAS.com — Peringatan untuk Anda para penyuka minuman soda. Studi terkini menyebutkan, orang yang minum dua kaleng atau lebih minuman softdrink yang mengandung gula berisiko terkena kanker pankreas. Meski kasus kanker ini jarang, kanker pankreas termasuk mematikan.

Meski sama-sama mengandung gula, ternyata risiko kanker tersebut tidak ditemukan pada penyuka minuman jus buah. Ketua peneliti, Mark Pereira dari University of Minnesota, Amerika Serikat, berpendapat, gula bisa menjadi biang keladi penyakit, tetapi penyuka softdrink mungkin memiliki gaya hidup tidak sehat.

"Tingginya kadar gula dalam minuman bersoda mungkin meningkatkan kadar insulin dalam tubuh yang kami yakini menyebabkan pertumbuhan sel-sel kanker," kata Pereira. Insulin, yang membantu tubuh mengatur glukosa, dihasilkan di pankreas.

Sebanyak 60.000 pria dan wanita Singapura menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan selama 14 tahun itu. Selama periode tersebut, 140 responden menderita kanker pankreas. Mereka yang minum dua kaleng atau lebih softdrink setiap minggu memiliki risiko 87 persen lebih tinggi menderita kanker pankreas.

Meski dilakukan di negara kecil, Pereira mengatakan, hasil studi ini bisa diaplikasikan di negara lain. "Singapura adalah negara kaya dengan sistem kesehatan yang baik. Kegemaran penduduknya adalah makan dan belanja sehingga hasil riset ini juga bisa dipakai oleh penduduk di negara Barat," katanya.

Susan Mayne dari Yale Cancer Center dari Yale University, AS, memberikan pandangan berbeda pada hasil penelitian ini. "Kesimpulannya dibuat pada contoh kasus yang kecil dan tidak jelas apakah ada hubungan sebab akibat," katanya.

Mayne menyatakan, kanker disebabkan oleh multifaktor, tidak bisa disebutkan satu faktor saja. "Tingginya konsumsi softdrink di Singapura juga diikuti dengan kebiasaan buruk lain, seperti merokok dan makan daging," ujarnya. Beberapa literatur menyatakan, kanker pankreas berkaitan dengan konsumsi daging merah.

Sumber :Reuters

Konsumsi "Softdrink" Picu Diabetes

JAKARTA, KOMPAS.com — Diabetes mellitus atau kencing manis telah menjadi masalah kesehatan dunia. Bila tidak ditangani, diabetes akan membawa komplikasi pada berbagai penyakit lain, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga impotensi.

Dr Kristen Bibbins-Domingo, peneliti dari University of California, San Fransisco, Amerika Serikat, baru-baru ini memublikasikan hasil penelitiannya mengenai insiden penyakit jantung dengan konsumsi softdrink.

Ia mengatakan, meningkatkan konsumsi minuman bersoda yang umumnya mengandung gula tinggi berdampak pada terjadinya 130.000 kasus baru diabetes, 14.000 kasus baru penyakit jantung, dan 50.000 penderita gangguan jantung dalam satu dekade terakhir.

"Dari hasil penelitian ini bisa disimpulkan, semua kebijakan yang bisa mengurangi konsumsi softdrink mungkin akan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat," kata Dr Kristen Bibbins-Domingo.

Dengan menggunakan simulasi komputer, penyakit jantung dikaitkan dengan berbagai faktor, seperti obesitas dan konsumsi makanan mengandung garam. "Selama ini kita kurang memperhitungkan insiden antara softdrink dengan penyakit jantung karena memang minuman ini lebih populer pada para remaja. Fokus penelitian penyakit ini lebih banyak orang dewasa berusia di atas 35 tahun," papar Domingo.

Ia menambahkan, kaitan antara insiden penyakit kardiovaskular dan diabetes sangat nyata. Meski demikian, faktor meningkatnya obesitas juga mungkin berpengaruh.

"Berbagai penelitian menunjukkan dampak konsumsi minuman manis. Selama beberapa dekade terjadi peningkatan konsumsi minuman manis," katanya.

Para ahli mengingatkan, untuk mencegah diabetes, kita harus mengurangi asupan minuman dengan tambahan gula. Jika didiagnosis diabetes maka gula darah, berat badan, tekanan darah, dan kadar lemak darah harus dikendalikan. Kalau dengan olahraga tidak terkontrol, harus dilakukan dengan obat.

Sumber :Healthday News

Kecanduan Softdrink Picu Perilaku Agresif

Kompas.com - Sungguh mengejutkan, ternyata tindakan kekerasan pada remaja bukan cuma dipicu oleh minuman beralkohol, tapi juga minuman mengandung soda. Paling tidak begitulah menurut studi terbaru yang menyebutkan remaja yang hobi menenggak softdrink cenderung berperilaku agresif.

Pelajar sekolah menengah atas di kota Boston yang mengonsumsi lebih dari 5 kaleng minuman soda non-diet dalam seminggu, beresiko 9-15 persen untuk berperilaku agresif dibandingkan dengan sebayanya yang minum lebih sedikit.

"Kami menemukan adanya kaitan yang kuat antara berapa banyak softdrink yang dikonsumsi remaja dan perilaku kekerasan yang mereka lakukan. Bukan cuma kekerasan antar teman sebayanya tapi juga dalam hubungan percintaan dan dengan saudara," kata David Hemenway, profesor dari Harvard School of Public Health.

Meski demikian, Hemenway mengatakan ia belum bisa menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat karena masih diperlukan penelitian lebih mendalam lagi.

Dalam penelitiannya, ia melakukan survei kepada 1.878 pelajar sekolah berusia 14-18 tahun di Boston, di mana menurut Hemenway angka kasus kriminalnya lebih tinggi dibanding dengan area sub urban yang lebih kaya.
Mayoritas responden tersebut adalah remaja Hispanik, Afrika-Amerika atau campuran, dan beberapa remaja berdarah Asia atau Kaukasia.

Salah satu daftar pertanyaan yang diajukan dalam survei itu adalah berapa banyak minuman bersoda non-diet yang dikonsumsi, dengan ukuran 355 ml (satu kaleng), yang diminum para responden dalam seminggu terakhir. Mereka juga ditanyakan apakah minum alkohol, merokok, membawa senjata, atau pun melakukan tindak kekerasan pada teman, anggota keluarga, atau kekasih.

Yang mengemuka dari hasil survei ini, menurut Hemenway, adalah bukti "respon dosis". Dengan kata lain, makin banyak soda yang dikonsumsi, makin tinggi kecenderungan mereka melakukan kekerasan.

Pada remaja yang minum soda satu kaleng atau tidak sama sekali dalam seminggu, ditemukan 23 persen yang membawa pistol atau pisau, 15 persen yang melakukan kekerasan pada pacar, dan 35 persen yang melakukan kekerasan pada temannya.
Sementara itu pada "pecandu soda" yang minum 14 kaleng setiap minggu, ditemukan 43 persen membawa senjata, 27 persen melakukan kekerasan pada pasangan, dan 58 persen melakukan kekerasan pada sebayanya.

Secara umum, remaja yang sering menenggak soda, memiliki kecenderungan untuk berlaku agresif dibandingkan dengan yang minum hanya sedikit. Kecenderungan itu ditemukan bahkan setelah memperhitungkan faktor etnik dan latar belakang keluarga lainnya.

"Kami belum mengetahui penyebab kaitan tersebut. Mungkin ada beberapa faktor sebab akibat tetapi juga mungkin ini adalah penanda dari masalah lain, misalnya anak yang suka berlaku agresif cenderung merokok, minum alkohol, atau minum soda. Kami belum yakin karena itu harus dilakukan studi lanjutan secara mendalam," kata Hemenway.

Sumber :AFP

Wednesday, September 14, 2011

"Softdrink" Sebabkan Kanker?

KOMPAS.com — Peringatan untuk Anda para penyuka minuman soda. Studi terkini menyebutkan, orang yang minum dua kaleng atau lebih minuman softdrink yang mengandung gula berisiko terkena kanker pankreas. Meski kasus kanker ini jarang, kanker pankreas termasuk mematikan.

Meski sama-sama mengandung gula, ternyata risiko kanker tersebut tidak ditemukan pada penyuka minuman jus buah. Ketua peneliti, Mark Pereira dari University of Minnesota, Amerika Serikat, berpendapat, gula bisa menjadi biang keladi penyakit, tetapi penyuka softdrink mungkin memiliki gaya hidup tidak sehat.

"Tingginya kadar gula dalam minuman bersoda mungkin meningkatkan kadar insulin dalam tubuh yang kami yakini menyebabkan pertumbuhan sel-sel kanker," kata Pereira. Insulin, yang membantu tubuh mengatur glukosa, dihasilkan di pankreas.

Sebanyak 60.000 pria dan wanita Singapura menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan selama 14 tahun itu. Selama periode tersebut, 140 responden menderita kanker pankreas. Mereka yang minum dua kaleng atau lebih softdrink setiap minggu memiliki risiko 87 persen lebih tinggi menderita kanker pankreas.

Meski dilakukan di negara kecil, Pereira mengatakan, hasil studi ini bisa diaplikasikan di negara lain. "Singapura adalah negara kaya dengan sistem kesehatan yang baik. Kegemaran penduduknya adalah makan dan belanja sehingga hasil riset ini juga bisa dipakai oleh penduduk di negara Barat," katanya.

Susan Mayne dari Yale Cancer Center dari Yale University, AS, memberikan pandangan berbeda pada hasil penelitian ini. "Kesimpulannya dibuat pada contoh kasus yang kecil dan tidak jelas apakah ada hubungan sebab akibat," katanya.

Mayne menyatakan, kanker disebabkan oleh multifaktor, tidak bisa disebutkan satu faktor saja. "Tingginya konsumsi softdrink di Singapura juga diikuti dengan kebiasaan buruk lain, seperti merokok dan makan daging," ujarnya. Beberapa literatur menyatakan, kanker pankreas berkaitan dengan konsumsi daging merah.

Sumber :Reuters

Lebih dari 2 Kaleng, Soda Bahaya untuk Ginjal

KOMPAS.com - Minuman diet soda mungkin membantu Anda mengurangi asupan kalori, tetapi konsumsi lebih dari dua kaleng diet soda setiap hari meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal. Demikian peringatan yang dikeluarkan para ahli.

Wanita yang mengonsumsi minuman diet soda lebih dari dua kaleng setiap hari mengalami penurunan fungsi ginjal hingga 31 persen selama penelitian jangka panjang. "31 persen adalah angka yang signifikan, terutama karena pada awal dimulainya studi kondisi ginjal mereka masih prima," kata Julie Lin, asisten profesor dari Harvard Medical School.

Dalam penelitian, para ahli mengevaluasi kesehatan 3.256 wanita yang terlibat dalam Nurse's Health Study. Para responden diminta memberi keterangan tentang pola makan termasuk asupan makanan dan minuman mengandung gula, seperti soda, jus buah, es teh, dan sebagainya. Informasi ini juga dipakai untuk mengukur fungsi ginjal mereka.

Para peneliti mengukur akumulasi asupan makanan mengandung gula selama beberapa periode, yakni tahun 1984, 1986 dan 1990. Ketika para peneliti membandingkan fungsi ginjal para responden di tahun 1989 dan 2000, diketahui 11,4 persen responden mengalami penurunan fungsi ginjal mencapai 31 persen.

Ternyata 11,4 persen responden ini adalah mereka yang sering mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan lebih dari dua kaleng per hari. Selain minuman atau makanan yang mengandung pemanis buatan, para ahli juga menyebutkan makanan yang tinggi kadar garam bisa mempercepat penurunan fungsi ginjal.

"Normalnya, penurunan fungsi ginjal akibat faktor penuaan berkisar 1 mL per menit setiap tahunnya saat seseorang berusia 40 tahun. Tapi mereka yang kelebihan minum minuman soda mengalami penurunan hingga 3 mL per menit setiap tahunnya," kata Lin.

Sumber :WebMD

Monday, June 13, 2011

Minum 2 Kaleng Minuman Manis Tiap Hari Bikin Lidah Mati Rasa

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Terlalu banyak mengonsumsi gula tidak dianjurkan karena banyak bahayanya. Menurut penelitian, minum 2 kaleng minuman yang mengandung gula secara rutin tiap hari bisa membuat saraf-saraf di lidah mengalami mati rasa hanya dalam 4 pekan.

Kemampuan lidah dalam mengecap rasa, khususnya rasa manis akan berkurang drastis. Akibatnya konsumsi gula dalam makanan atau minuman manis makin tidak terkontrol, lalu lama kelamaan bisa memicu diabetes karena kadar gula di dalam darah meningkat.

"Seperti yang kita tahu, dalam kondisi tertentu kemampuan lidah mengecap rasa bisa berubah. Tapi bahwa 2 kaleng minuman bergula bisa mengubahnya adalah temuan yang mengejutkan," ungkap Lucy Donaldson dari University of Bristol seperti dikutip dari Guardian, Senin (13/6/2011).

Untuk penelitian tersebut, Donaldson melibatkan sejumlah relawan yang dalam kesehariannya tidak terlalu sering mengonsumsi gula. Selama sebulan, para partisipan dikondisikan untuk minum sebanyak 2 kaleng minuman manis secara rutin setiap hari.

Di akhir penelitian, Donaldson mengukur sensitifitas lidah dalam mengecap rasa. Kemampuannya mengecap rasa asin, pahit dan asam tidak berubah, namun terhadap rasa manis ternyata lidah mengalami perubahan dramatis sehingga relawan cenderung ingin mengonsumsi lebih banyak gula.

Dr Hans-Peter Kubis dari University of Bangor yang juga terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan, perubahan ini bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan. Berkurangnya toleransi lidah terhadap rasa manis berisiko menyebabkan konsumsi gula tidak terkontrol.

"Kita mengahadapi bencana kesehatan dengan makin meningkatnya jumlah penderita obesitas dan diabetes. Penelitian ini memberi cukup bukti bahwa konsumsi makanan atau minuman bisa menciptakan lingkaran setan. Banyak gula mengurangi sensitivitas lidah, akibatnya konsumsi gula jadi makin banyak lagi," ungkap Dr Peter-Kubis.