JAKARTA, KOMPAS.com — Saat ini kuman yang resistan terhadap obat terus bertambah jenisnya sehingga menyulitkan pengobatan dan biayanya pun semakin tinggi.
Demikian terungkap dalam seminar "Penggunaan Antimikroba secara Rasional" yang diselenggarakan Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Senin (21/6/2010) di Jakarta. Kegiatan itu terkait Symposium of Indonesia Antimicrobial Resistance Watch pada 2-4 Juli 2010.
Pakar mikrobiologi klinik, Prof Agus Sjahrurachman, mengatakan, resistensi terhadap antimikroba adalah hal alami karena mikroba mengembangkan mekanisme mempertahankan diri. Namun, ulah manusia ikut mempercepat terjadinya resistensi dan penyebarannya. Kecepatan resistensi tidak seimbang dengan laju penemuan obat antimikroba baru. Akibatnya, penanganan penyakit semakin sulit dan biayanya pun meningkat.
Beberapa contoh kuman yang resistan antara lain Salmonella typhi yang resistan terhadap chloramphenico dan Streptococcus pneumonia terhadap makrolida baru. Mycobacterium tuberculosis yang tadinya resistan rendah terhadap INH tingkat resistensinya semakin tinggi. Bahkan, ada kasus kuman yang resistan terhadap banyak obat, contohnya Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis yang resistan pada Methicillin, Staphylococcus aureus resistan pada Vancomycin.
"Bakteri resistan itu justru banyak di rumah sakit, terutama di ruang rawat intensif, karena kegiatan pengobatan. Kuman-kuman resistan di rumah sakit itu bisa terbawa ke luar rumah sakit, kemudian menyebar," ujarnya.
Selain itu, penggunaan antibiotik sembarangan, putus obat, lemahnya pengendalian infeksi di rumah sakit, promosi obat-obatan yang berakibat penggunaan terlalu masif, dan ketidaktepatan penanganan pasien juga mendorong percepatan resistansi.
Ahli penyakit dalam dari FKUI, Prof Djoko Widodo, mengungkapkan, resistansi terhadap antibiotik menjadi masalah yang terus meningkat. Guna mengendalikan resistansi itu, setiap rumah sakit seharusnya mempunyai peta kuman dengan pemeriksaan. Dengan peta kuman, diketahui kuman yang telah resistan dan pengendaliannya. Ini termasuk penatalaksanaan oleh dokter terhadap pasien.
Dokter spesialis mikrobiologi klinik, Anis Karuniawati, mengatakan, dengan adanya data hasil pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas terhadap antibiotik yang akurat, dapat disusun suatu kebijakan pemilihan antibiotik sesuai pola mikroba dan pola resistensi di rumah sakit.
Showing posts with label antibiotik. Show all posts
Showing posts with label antibiotik. Show all posts
Thursday, December 8, 2011
Kuman yang Resistan Terus Bertambah
Wednesday, December 7, 2011
Daging Merah dan Risiko Kanker
KOMPAS.com - Daging merah dan kanker diibaratkan bagai sahabat karib. Berbagai literatur menyatakan bahaya makan terlalu banyak daging merah. Salah satunya adalah menimbulkan kanker. Tapi bagaimana daging merah bisa sampai menyebabkan kanker?
Anjuran kesehatan yang mengatakan daging menyebabkan kanker berasal dari kesimpulan beberapa penelitian terhadap populasi orang Eropa di tahun 1990-an. Studi menunjukkan, orang yang sering makan daging lebih banyak yang terkena kanker dibanding dengan orang yang vegetarian.
Sejak saat itu, berbagai penelitian terus dilanjutkan untuk mengetahui lebih jauh dampak daging bagi kesehatan. Ada beberapa hipotesis mengenai hal ini, di antaranya daging mengurangi serat, antioksidan dan nutrisi penting lain yang terbukti efektif menangkal sel kanker.
Selain itu daging merah mengandung banyak lemak dan hormon yang sering ditambahkan pada produk ternak, hal ini akan meningkatkan hormon penyebab kanker, seperti kanker payudara atau kanker prostat. Daging juga tinggi protein, padahal protein akan memecah amonia yang bersifat karsinogenik pada manusia.
Daging yang dimasak dalam suhu tinggi juga bisa menimbulkan senyawa kimia penyebab kanker (karsinogenik) seperti hetercycil amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Studi pada tikus percobaan menunjukkan senyawa ini bersifat karsinogenik.
Jenis daging
Berbagai literatur menyebutkan daging merah meningkatkan risiko kanker. Daging yang perlu diwaspadai antara lain daging sapi, domba, kambing, babi, serta daging yang sudah diproses.
Selain jenis daging, perlu diperhatikan pula proses memasaknya. Daging yang diolah dalam temperatur sangat tinggi, baik digoreng atau dipanggang akan memproduksi HCA dalam jumlah besar. Pemasakan dalam waktu lama, seperti memasak steak, juga bisa menimbulkan senyawa karsinogenik.
Untuk mengurangi risiko kanker, para ahli menyarankan untuk mengganti konsumsi daging merah dengan daging putih. Alternatif lain adalah memilih daging organik atau daging yang berasal dari hewan yang dikembangbiakan tanpa pemberian zat antibiotik atau hormon.
Anjuran kesehatan yang mengatakan daging menyebabkan kanker berasal dari kesimpulan beberapa penelitian terhadap populasi orang Eropa di tahun 1990-an. Studi menunjukkan, orang yang sering makan daging lebih banyak yang terkena kanker dibanding dengan orang yang vegetarian.
Sejak saat itu, berbagai penelitian terus dilanjutkan untuk mengetahui lebih jauh dampak daging bagi kesehatan. Ada beberapa hipotesis mengenai hal ini, di antaranya daging mengurangi serat, antioksidan dan nutrisi penting lain yang terbukti efektif menangkal sel kanker.
Selain itu daging merah mengandung banyak lemak dan hormon yang sering ditambahkan pada produk ternak, hal ini akan meningkatkan hormon penyebab kanker, seperti kanker payudara atau kanker prostat. Daging juga tinggi protein, padahal protein akan memecah amonia yang bersifat karsinogenik pada manusia.
Daging yang dimasak dalam suhu tinggi juga bisa menimbulkan senyawa kimia penyebab kanker (karsinogenik) seperti hetercycil amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Studi pada tikus percobaan menunjukkan senyawa ini bersifat karsinogenik.
Jenis daging
Berbagai literatur menyebutkan daging merah meningkatkan risiko kanker. Daging yang perlu diwaspadai antara lain daging sapi, domba, kambing, babi, serta daging yang sudah diproses.
Selain jenis daging, perlu diperhatikan pula proses memasaknya. Daging yang diolah dalam temperatur sangat tinggi, baik digoreng atau dipanggang akan memproduksi HCA dalam jumlah besar. Pemasakan dalam waktu lama, seperti memasak steak, juga bisa menimbulkan senyawa karsinogenik.
Untuk mengurangi risiko kanker, para ahli menyarankan untuk mengganti konsumsi daging merah dengan daging putih. Alternatif lain adalah memilih daging organik atau daging yang berasal dari hewan yang dikembangbiakan tanpa pemberian zat antibiotik atau hormon.
Monday, November 14, 2011
Deteksi Penyakit Lewat Urin
URIN dapat mengungkapkan secara tepat apa yang telah Anda makan, berapa banyak Anda telah minum, dan penyakit apa yang Anda miliki.
”Urin dan permasalahan urin, telah selama ratusan tahun, menjadi salah satu cara dokter untuk melihat persoalan kesehatan kita,” kata Tomas Griebling MD MPH, Wakil Ketua Departemen Urologi di University of Kansas, Amerika Serikat (AS) seperti dikutip webmd.com.
”Dari sisi sejarahnya, urin seperti jendela yang dapat melihat apa yang terjadi di dalam tubuh,” tambah Griebling. Itu karena banyak zat yang beredar di tubuh kita, termasuk bakteri, ragi, kelebihan protein dan gula, yang pada akhirnya membuat ”mereka” bercampur menjadi urin. Diketahui, urin adalah bagian penting dari proses pembuangan tubuh. Urin adalah cairan yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.
”Fungsi urin yang paling utama adalah untuk membuang racun atau zat lain yang sebenarnya baik untuk tubuh tetapi mungkin akan berakibat fatal bagi tubuh,” terang Anthony Smith MD, seorang profesor dan Kepala Bagian Urologi di University of New Mexico, AS.
Bila melihat bahwa warna urin Anda berubah, atau ada bau-bau aneh dari toilet saat membuang air kecil, penyebabnya mungkin sesuatu yang berbahaya yang Anda lahap saat makan malam (termasuk buah bit atau asparagus). Atau mungkin menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti penyakit infeksi atau kanker.
Urin normal biasanya warnanya bervariasi dari kuning jernih sampai kuning pucat, tergantung pada kadar air pada urin. Warna kuning didapat dari pigmen yang disebut urochrome. Urin lebih gelap biasanya merupakan tanda bahwa Anda tidak minum cukup cairan. Tapi bisa juga merupakan tahap awal penyakit liver.
”Tubuh Anda membutuhkan sejumlah cairan tertentu agar berfungsi normal,” ucap Griebling.
Yang sebaliknya juga seperti itu. Jika urin Anda sangat jernih, itu berarti Anda meminum banyak cairan, atau sedang mengkonsumsi diuretic yaitu obat yang memaksa tubuh untuk membuang kelebihan air. Urin berwarna kuning terang bisa juga akibat mengonsumsi vitamin dalam dosis tinggi, terutama riboflavin (vitamin B).
Urine berwarna oranye mengindikasikan penyakit hepatitis atau malaria, pyridium, antibiotik yang biasa digunakan untuk infeksi kandung kemih dan saluran kencing juga dapat membuat urin Anda berwarna oranye.
Warna urin juga bisa berubah menjadi seperti pelangi. Namun, perubahan warna yang tidak biasa pada urin tidak selalu pertanda buruk bagi kesehatan atau indikasi adanya penyakit.
Obat-obatan tertentu dapat mengubah urin menjadi hijau atau biru mengkilat, wortel bisa menjadi oranye, vitamin dapat memberikan rona kuning atau penyakit genetik kelainan pada darah yaitu porphyria yang dapat mengubah warna urin menjadi cokelat atau ungu laksana anggur.
Yang berbahaya jika urin berwarna kemerahan. Biasanya itu tanda bahwa ada darah dalam urin. Namun sebelum Anda panik, harus diketahui bahwa sedikit saja darah juga dapat menghasilkan perubahan warna yang dramatis. ”Saya selalu mengatakan kepada pasien saya bahwa hanya diperlukan satu tetes darah untuk mengubah toilet Anda menjadi merah,” kata Smith.
Adanya darah dalam urin dapat menjadi tanda sesuatu yang serius, seperti infeksi dalam tubuh, batu ginjal atau kanker pada ginjal dan kandung kemih. Disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter atau urolog.
Urin berwarna kecokelatan juga mengindikasikan penderita porphyria. Selain warna, urin juga mengelurkan bau yang juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Misalnya pada penderita diabetes dan kelaparan, bau urinnya cenderung manis dan berbau buah. Sementara, untuk urin yang terinfeksi bakteri E. coli, biasanya berbau menyengat.
Berbeda dengan urin pada tubuh sehat yang cukup steril dan hamper tidak berbau saat keluar dari tubuh. Hanya saja, beberapa saat setelah meninggalkan tubuh, bakteri akan mengkontaminasi urin dan mengubah zat dalam urin sehingga menghasilkan bau yang khas.
http://lifestyle.okezone.com/read/2010/02/01/27/299522/27/deteksi-penyakit-lewat-urin
”Urin dan permasalahan urin, telah selama ratusan tahun, menjadi salah satu cara dokter untuk melihat persoalan kesehatan kita,” kata Tomas Griebling MD MPH, Wakil Ketua Departemen Urologi di University of Kansas, Amerika Serikat (AS) seperti dikutip webmd.com.
”Dari sisi sejarahnya, urin seperti jendela yang dapat melihat apa yang terjadi di dalam tubuh,” tambah Griebling. Itu karena banyak zat yang beredar di tubuh kita, termasuk bakteri, ragi, kelebihan protein dan gula, yang pada akhirnya membuat ”mereka” bercampur menjadi urin. Diketahui, urin adalah bagian penting dari proses pembuangan tubuh. Urin adalah cairan yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.
”Fungsi urin yang paling utama adalah untuk membuang racun atau zat lain yang sebenarnya baik untuk tubuh tetapi mungkin akan berakibat fatal bagi tubuh,” terang Anthony Smith MD, seorang profesor dan Kepala Bagian Urologi di University of New Mexico, AS.
Bila melihat bahwa warna urin Anda berubah, atau ada bau-bau aneh dari toilet saat membuang air kecil, penyebabnya mungkin sesuatu yang berbahaya yang Anda lahap saat makan malam (termasuk buah bit atau asparagus). Atau mungkin menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti penyakit infeksi atau kanker.
Urin normal biasanya warnanya bervariasi dari kuning jernih sampai kuning pucat, tergantung pada kadar air pada urin. Warna kuning didapat dari pigmen yang disebut urochrome. Urin lebih gelap biasanya merupakan tanda bahwa Anda tidak minum cukup cairan. Tapi bisa juga merupakan tahap awal penyakit liver.
”Tubuh Anda membutuhkan sejumlah cairan tertentu agar berfungsi normal,” ucap Griebling.
Yang sebaliknya juga seperti itu. Jika urin Anda sangat jernih, itu berarti Anda meminum banyak cairan, atau sedang mengkonsumsi diuretic yaitu obat yang memaksa tubuh untuk membuang kelebihan air. Urin berwarna kuning terang bisa juga akibat mengonsumsi vitamin dalam dosis tinggi, terutama riboflavin (vitamin B).
Urine berwarna oranye mengindikasikan penyakit hepatitis atau malaria, pyridium, antibiotik yang biasa digunakan untuk infeksi kandung kemih dan saluran kencing juga dapat membuat urin Anda berwarna oranye.
Warna urin juga bisa berubah menjadi seperti pelangi. Namun, perubahan warna yang tidak biasa pada urin tidak selalu pertanda buruk bagi kesehatan atau indikasi adanya penyakit.
Obat-obatan tertentu dapat mengubah urin menjadi hijau atau biru mengkilat, wortel bisa menjadi oranye, vitamin dapat memberikan rona kuning atau penyakit genetik kelainan pada darah yaitu porphyria yang dapat mengubah warna urin menjadi cokelat atau ungu laksana anggur.
Yang berbahaya jika urin berwarna kemerahan. Biasanya itu tanda bahwa ada darah dalam urin. Namun sebelum Anda panik, harus diketahui bahwa sedikit saja darah juga dapat menghasilkan perubahan warna yang dramatis. ”Saya selalu mengatakan kepada pasien saya bahwa hanya diperlukan satu tetes darah untuk mengubah toilet Anda menjadi merah,” kata Smith.
Adanya darah dalam urin dapat menjadi tanda sesuatu yang serius, seperti infeksi dalam tubuh, batu ginjal atau kanker pada ginjal dan kandung kemih. Disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter atau urolog.
Urin berwarna kecokelatan juga mengindikasikan penderita porphyria. Selain warna, urin juga mengelurkan bau yang juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Misalnya pada penderita diabetes dan kelaparan, bau urinnya cenderung manis dan berbau buah. Sementara, untuk urin yang terinfeksi bakteri E. coli, biasanya berbau menyengat.
Berbeda dengan urin pada tubuh sehat yang cukup steril dan hamper tidak berbau saat keluar dari tubuh. Hanya saja, beberapa saat setelah meninggalkan tubuh, bakteri akan mengkontaminasi urin dan mengubah zat dalam urin sehingga menghasilkan bau yang khas.
http://lifestyle.okezone.com/read/2010/02/01/27/299522/27/deteksi-penyakit-lewat-urin
Thursday, November 10, 2011
Efek Samping Mengejutkan dari Antibiotik
Jakarta, Antibiotik telah banyak digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Tapi ada beberapa efek samping antibiotik yang mengejutkan dan belum banyak diketahui orang. Apa saja?
Antibiotik merupakan senyawa atau kelompok obat yang dapat mencegah perkembangbiakan berbagai bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh. Selain itu, antibiotik juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa dan jamur.
Tapi belum banyak orang yang tahu bahwa antibiotik juga dapat menyebabkan efek samping yang cukup membahayakan. Dilansir dari Ehow, Jumat (17/9/2010), berikut beberapa efek samping antibiotik:
1. Gangguan pencernaan
Salah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan, seperti diare, mual, kram, kembung dan nyeri.
2. Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.
3. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.
4. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.
5. Resistensi (kebal)
Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau tidak mempan lagi dengan antibiotik. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Semakin tinggi dosis maka akan semakin menimbulkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.
6. Gangguan serius dan mengancam nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.
Untuk menghindari efek samping antibiotik yang berbahaya tersebut, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian.
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Antibiotik Kini Jadi Ancaman
JAKARTA, KOMPAS.com — Antibiotik kerap disebut sebagai magic drug karena perannya yang sangat besar dalam menekan angka kematian. Tetapi, kini antibiotik menjadi sebuah ancaman karena penggunaannya yang sembarangan dapat memicu resistensi obat.
Demikian diungkapkan pakar mikrobiologi dari Departemen Mikrobiologi Universitas Indonesia (UI) Prof Usman Chatib Warsa, SpMK, PhD, saat dimintai komentar merebaknya "bakteri super" di beberapa negara di dunia.
Usman menegaskan, fenomena munculnya bakteri resisten atau superbug salah satunya pemicunya adalah penggunaan antibiotik yang tidak terkendali. Selain itu, lemahnya pengendalian infeksi di rumah sakit dan ketidaktepatan penanganan pasien juga mendorong percepatan resistensi.
Menurut Usman, kabar merebaknya bakteri super di luar negeri seharusnya membuka mata masyarakat dan pemerintah. Kasus bakteri super di Indonesia sebenarnya bukan hal baru, dan hal ini bisa menimbulkan ancaman serius di masa depan.
Ia meminta semua pihak untuk segera memperlakukan antibiotik secara tepat dan rasional. "Masyarakat tidak boleh membeli antibiotik sembarangan. Para dokter pun harus rasional dalam memberi obat dan harus dilengkapi data-data empiris. Pihak rumah sakit juga harus punya regulasi tenang penggunaan antiobiotik yang rasional," ujarnya.
Usman juga mendorong pemerintah untuk terus memperketat pengawasan penggunaan antibiotik. Kinerja tim yang dibentuk pemerintah untuk memonitor infeksi dan pengembangan resistensi obat perlu terus ditingkatkan.
Demikian diungkapkan pakar mikrobiologi dari Departemen Mikrobiologi Universitas Indonesia (UI) Prof Usman Chatib Warsa, SpMK, PhD, saat dimintai komentar merebaknya "bakteri super" di beberapa negara di dunia.
Usman menegaskan, fenomena munculnya bakteri resisten atau superbug salah satunya pemicunya adalah penggunaan antibiotik yang tidak terkendali. Selain itu, lemahnya pengendalian infeksi di rumah sakit dan ketidaktepatan penanganan pasien juga mendorong percepatan resistensi.
Menurut Usman, kabar merebaknya bakteri super di luar negeri seharusnya membuka mata masyarakat dan pemerintah. Kasus bakteri super di Indonesia sebenarnya bukan hal baru, dan hal ini bisa menimbulkan ancaman serius di masa depan.
Ia meminta semua pihak untuk segera memperlakukan antibiotik secara tepat dan rasional. "Masyarakat tidak boleh membeli antibiotik sembarangan. Para dokter pun harus rasional dalam memberi obat dan harus dilengkapi data-data empiris. Pihak rumah sakit juga harus punya regulasi tenang penggunaan antiobiotik yang rasional," ujarnya.
Usman juga mendorong pemerintah untuk terus memperketat pengawasan penggunaan antibiotik. Kinerja tim yang dibentuk pemerintah untuk memonitor infeksi dan pengembangan resistensi obat perlu terus ditingkatkan.
Thursday, November 3, 2011
7 Manfaat Minum Air Kelapa
Sejak lama, kelapa dikenal sebagai tumbuhan yang kaya manfaat. Nyaris tak ada bagian dari tanaman kelapa yang tidak bermanfaat bagi kehidupan.
Namun tak jarang pula orang yang tidak paham memanfaatkan setiap bagian dari kelapa. Air kelapa misalnya, justru hanya menjadi limbah karena bingung memanfaatkanya. Padahal air kelapa justru sangat berkhasiat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.
Nah.. agar air kelapa tak terbuang percuma, Anda perlu tahu apa saja khasiat dan kegunaannya. Inilah tujuh alasan kenapa Anda perlu minum air kelapa :
Air kelapa ternyata lebih bernutrisi ketimbang susu penuh (whole milk) karena tidak mengandung kolesterol dan rendah lemak.
Air kelapa dapat memperbaiki sirkulasi darah dan dikenal mampu membersihkan saluran pencernaan.
Air kelapa tidak hanya akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih baik, tetapi juga membantu tubuh melawan beberapa jenis virus penyebab penyakit.
Jika Anda mengidap penyakit batu ginjal, biasakanlah meminum air kelapa secara rutin. Kebiasaan meminum air kelapa akan mambantu memecah batu ginjal dan memudahkan mereka keluar dari tubuh.
Air kelapa juga dikenal sejak dahulu dapat menyembuhkan gangguan saluran kencing. Segelas air kelapa akan meredakan rasa sakit akibat susah kencing.
Jika Anda masih merasa pusing karena mabuk, tak ada yang bisa memulihkannya dengan cepat selain mengonsumsi air kelapa.
Air kelapa yang rasanya lembut sangat kaya akan elektrolit dan potassium . Potassium dapat membantu tubuh mengatur tekanan darah dan fungsi organ jantung.
Berbagai manfaat air kelapa :
a. Air kelapa berkhasiat sebagai diuretik, yaitu untuk memperlancar pengeluaran air seni. Air kelapa muda dicampur dengan sedikit sari jeruk sitrun bermanfaat untuk mengatasi dehidrasi, juga untuk memerangi gangguan cacing dalam perut anak-anak kecil.
b. Jika air kelapa muda yang dicampur dengan susu amat baik untuk makanan anak. Campuran air kelapa muda tersebut mempunyai khasiat untuk mencegah penggumpalan susu dalam perut, muntah, sembelit, dan sakit pencernaan.
c. Air kelapa juga mempunyai bermacam-macam khasiat sebagai obat. Di antaranya, minum air kelapa muda juga dapat membantu mengatasi pengaruh racun obat sulfa dan antibiotika lain, sehingga menjadikan obat-obat itu lebih cepat diserap darah.
d. Mencuci muka dengan air kelapa secara kontinu tiap hari dapat menyembuhkan atau melenyapkan jerawat, noda-noda hitam, kerutan pada wajah yang datang lebih dini, kulit mengering, dan wajah menjadi tampak berseri.
e. Campurlah air kelapa dengan sedikit madu. Ramuan ini merupakan tonikum yang murah tetapi berkhasiat. Ramuan ini merangsang pusat-pusat seksual tubuh dan meniadakan akibat buruk gairah seksual berlebih.
f. Jerawat membandel dapat diobati dengan campuran 25 gram pasta kunyit dengan segelas air kelapa, lalu dibiarkan selama semalam suntuk, kemudian tambahkan 3 sendok teh bubuk cendana merah. Aduk-aduklah semua bahan tersebut sampai rata, kemudian disimpan lagi tanpa terganggu selama 3 hari. Saringlah ramuan tadi dengan tiga lapis kain kasa. Simpan sari tadi dalam botol, dan oleskan pada muka dua kali sehari hingga jerawat lenyap.
g. Air kelapa juga berkhasiat sebagai obat luka, telapak kaki pecah-pecah, dan eksim. Membuat ramuannya relatif mudah. Rendamlah segenggam beras dalam air kelapa muda bersama tempurungnya sampai beras terasa asam karena peragian, kemudian beras digiling menjadi bubuk halus. Tepung beras tersebut digunakan dengan dioleskan setiap hari selama 3-4 hari pada bagian tubuh yang sakit.
h. Jika air kelapa muda dicampur dengan sejumput bubuk kunyit dan air kapur sirih dalam ukuran sama merupakan obat luka bakar dan meniadakan rasa panas pada telapak kaki dan tangan.
sumber: kaskus.us
Namun tak jarang pula orang yang tidak paham memanfaatkan setiap bagian dari kelapa. Air kelapa misalnya, justru hanya menjadi limbah karena bingung memanfaatkanya. Padahal air kelapa justru sangat berkhasiat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.
Nah.. agar air kelapa tak terbuang percuma, Anda perlu tahu apa saja khasiat dan kegunaannya. Inilah tujuh alasan kenapa Anda perlu minum air kelapa :
Air kelapa ternyata lebih bernutrisi ketimbang susu penuh (whole milk) karena tidak mengandung kolesterol dan rendah lemak.
Air kelapa dapat memperbaiki sirkulasi darah dan dikenal mampu membersihkan saluran pencernaan.
Air kelapa tidak hanya akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih baik, tetapi juga membantu tubuh melawan beberapa jenis virus penyebab penyakit.
Jika Anda mengidap penyakit batu ginjal, biasakanlah meminum air kelapa secara rutin. Kebiasaan meminum air kelapa akan mambantu memecah batu ginjal dan memudahkan mereka keluar dari tubuh.
Air kelapa juga dikenal sejak dahulu dapat menyembuhkan gangguan saluran kencing. Segelas air kelapa akan meredakan rasa sakit akibat susah kencing.
Jika Anda masih merasa pusing karena mabuk, tak ada yang bisa memulihkannya dengan cepat selain mengonsumsi air kelapa.
Air kelapa yang rasanya lembut sangat kaya akan elektrolit dan potassium . Potassium dapat membantu tubuh mengatur tekanan darah dan fungsi organ jantung.
Berbagai manfaat air kelapa :
a. Air kelapa berkhasiat sebagai diuretik, yaitu untuk memperlancar pengeluaran air seni. Air kelapa muda dicampur dengan sedikit sari jeruk sitrun bermanfaat untuk mengatasi dehidrasi, juga untuk memerangi gangguan cacing dalam perut anak-anak kecil.
b. Jika air kelapa muda yang dicampur dengan susu amat baik untuk makanan anak. Campuran air kelapa muda tersebut mempunyai khasiat untuk mencegah penggumpalan susu dalam perut, muntah, sembelit, dan sakit pencernaan.
c. Air kelapa juga mempunyai bermacam-macam khasiat sebagai obat. Di antaranya, minum air kelapa muda juga dapat membantu mengatasi pengaruh racun obat sulfa dan antibiotika lain, sehingga menjadikan obat-obat itu lebih cepat diserap darah.
d. Mencuci muka dengan air kelapa secara kontinu tiap hari dapat menyembuhkan atau melenyapkan jerawat, noda-noda hitam, kerutan pada wajah yang datang lebih dini, kulit mengering, dan wajah menjadi tampak berseri.
e. Campurlah air kelapa dengan sedikit madu. Ramuan ini merupakan tonikum yang murah tetapi berkhasiat. Ramuan ini merangsang pusat-pusat seksual tubuh dan meniadakan akibat buruk gairah seksual berlebih.
f. Jerawat membandel dapat diobati dengan campuran 25 gram pasta kunyit dengan segelas air kelapa, lalu dibiarkan selama semalam suntuk, kemudian tambahkan 3 sendok teh bubuk cendana merah. Aduk-aduklah semua bahan tersebut sampai rata, kemudian disimpan lagi tanpa terganggu selama 3 hari. Saringlah ramuan tadi dengan tiga lapis kain kasa. Simpan sari tadi dalam botol, dan oleskan pada muka dua kali sehari hingga jerawat lenyap.
g. Air kelapa juga berkhasiat sebagai obat luka, telapak kaki pecah-pecah, dan eksim. Membuat ramuannya relatif mudah. Rendamlah segenggam beras dalam air kelapa muda bersama tempurungnya sampai beras terasa asam karena peragian, kemudian beras digiling menjadi bubuk halus. Tepung beras tersebut digunakan dengan dioleskan setiap hari selama 3-4 hari pada bagian tubuh yang sakit.
h. Jika air kelapa muda dicampur dengan sejumput bubuk kunyit dan air kapur sirih dalam ukuran sama merupakan obat luka bakar dan meniadakan rasa panas pada telapak kaki dan tangan.
sumber: kaskus.us
Uji Pengetahuan Anda soal Nutrisi
KOMPAS.com — Anda sebenarnya cukup pintar: tahu jumlah kalori dari makanan yang disantap, rajin memeriksa label nutrisi. Tetapi sudahkah Anda menyantap makanan yang bisa mengurangi berat badan, mengokohkan tulang, dan menjaga jantung? Jawab pertanyaan ini dan lihatlah apakah Anda telah melakukan hal yang terbaik untuk memelihara kesehatan.
1. Manakah makanan yang kalorinya paling rendah di antara sajian yang ada di atas meja ini?
A. Blueberry muffin
B. Butter croissant
C. Cinnamon chip scone
Jawaban: B
Bentuk roti croissant yang kosong di dalam membuat bobot kalori penganan yang satu ini (355 kalori) kalah padat dibandingkan scone (470 kalori) atau muffin (500 kalori). Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, menyantap sarapan berasupan tak lebih dari 400 kalori adalah pilihan cerdas. Pilihan yang lebih baik: membawa kudapan sehat untuk dimakan kala menghadiri rapat yang diadakan pada waktu makan, seperti roti gandum beroleskan selai kacang, atau sekantong kacang-kacangan dan sereal gandum kering.
2. Kita bisa menurunkan 2 kg dalam 3 bulan jika mau mengurangi konsumsi kopi favorit berikut ini:
A. Cappuccino ukuran kecil
B. Light frappuccino ukuran kecil
C. Vanilla latte ukuran kecil
Jawaban: C
Dengan kandungan 190 kalori, vanilla latte lebih padat kalori dibandingkan kedua jenis lainnya (masing-masing sekitar 90 kalori). Pangkas 60 kalori berlebih dari minuman favorit ini dengan memilih susu bebas lemak, atau mintalah barista untuk mengurangi jumlah sirupnya.
3. Manakah di antara pilihan keripik berikut yang paling bergizi?
A. Keripik pisang
B. Keripik sayuran
C. Keripik kentang
Jawaban: B
Keripik yang dibuat dari sayuran adalah pilihan terbaik–per sajiannya hanya 150 kalori. Periksa label kemasan sebelum membeli. Waspadai jenis keripik sayuran tak sehat, yang tak murni dibuat dari sayur, karena banyak mengandung tepung dan diberi pewarna makanan. Urutan kedua ditempati keripik kentang, dengan jumlah kalori per satu genggaman tangan sama dengan keripik sayuran. Keripik pisang sebaiknya dihindari, karena satu porsinya mengandung 10 gr lemak, yang hampir semuanya berupa lemak jenuh.
4. Benar atau salah: Kata “organik” dan “alami” pada kemasan produk sebenarnya sama saja artinya.
Jawaban: Salah
Di Amerika Serikat, produk yang ingin mendapat sertifikat “organik” harus memenuhi beberapa kriteria yang disusun ketat. Daging sapi, ayam, atau produk olahannya harus berasal dari binatang yang tak pernah disuntik hormon atau antibiotik. Sedangkan sayuran organik harus ditanam tanpa penyubur tanaman atau pestisida sintetis. Label “alami”, sebaliknya, bisa diperoleh lewat standar yang tidak begitu ketat. Pokoknya, sejauh tak mengandung pengawet sintetis atau pewarna dan perasa buatan. Selebihnya, terserah saja.
5. Kita butuh potasium agar metabolisme selalu tinggi dan otot kuat. Mana dari berikut ini yang berkandungan potasium tertinggi?
A. Satu buah kentang manis panggang ukuran sedang
B. Satu cangkir kopi yogurt bebas lemak
C. Satu buah pisang ukuran sedang
Jawaban: A
Kentang manis panggang ukuran sedang mengandung 542 mg potasium, sementara yogurt 475 mg, dan pisang –yang selama ini sering kita anggap juaranya, hanya 422 mg. Makanan kaya potasium lain yang bisa memenuhi asupan harian (4700 mg) adalah (takaran per cangkir): saus tomat (811 mg), jus jeruk (496 mg), dan melon (427 mg).
6. Daging giling yang paling sehat dan rendah lemak untuk diolah menjadi daging burger adalah:
A. Daging sapi
B. Daging ayam
Jawaban: Keduanya (jika Anda memilih dengan bijak)
Untuk daging sapi, cari yang tanpa lemak, sehingga kandungan lemaknya tidak akan lebih dari 10 gr per 3,5 onsnya. Sebab, beberapa persen di bawahnya saja sudah bisa memberikan perbedaan besar: daging sapi yang berlemak sedikit saja sudah mengandung 18 gr lemak dalam setiap porsinya. Sementara untuk ayam, daging bagian dada lebih baik dibandingkan yang lainnya. Cari yang bebas lemak, sehingga kandungan lemaknya per porsi hanya sekitar 5 gr.
7. Kalsium adalah mineral penting bagi tulang. Makanan mana yang bukan sumber kalsium yang baik?
A. Keju cottage
B. Smoothie yogurt
C. Susu bebas lemak
Jawaban: A
Paduan kalori rendah dan protein tinggi membuat keju cottage makanan bersahabat dengan pinggang. Tetapi, sayangnya, di proses pembuatannya, lebih dari 75 persen kalsium terbuang. Alhasil, setiap setengah cangkir sajian hanya mengandung 70 mg kalsium. Jumlah ini kurang dari setengah yang sebaiknya kita dapat dari susu bebas lemak ukuran sama. Untuk mencukupi asupan kalsium harian (1.000 mg untuk usia di bawah 50 tahun, dan 1.200 mg untuk usia 51 tahun ke atas), pilih makanan berkadar kalsium 20-30 persen dari dosis harian (sekitar 200-300 mg).
8. Tambahan salad mana yang memiliki kandungan kalori paling tinggi?
A. Kacang almond panggang
B. Roti crouton dengan olesan mentega dan bawang putih
C. Ayam goreng tepung
Jawaban: C
Ayam goreng tepung akan menambah 330 kalori dan 17 gr lemak ke hidangan Anda. Pilihlah ayam panggang (150 kalori dan 4 gr lemak) dan potongan jeruk mandarin dan tomat ceri (untuk menambah asupan vitamin). Nikmati ¼ cangkir kacang-kacangan sesekali (meski kalorinya tinggi, makanan ini mengandung lemak baik). Hindari roti crouton dan mi goreng kering (karena keduanya berisi “kalori kosong”).
9. Manakah di antara snack asin di bawah ini yang mengandung paling banyak sodium?
A. Sourdough pretzel
B. 17 potong keripik kentang dengan tambahan garam dan vinegar
C. Seperempat cangkir kacang asin
Jawaban: A
Satu potong sourdough pretzel saja membuat asupan sodium melonjak hingga 500 mg. Sementara, keripik kentang mengandung 380 mg dan kacang-kacangan hanya 115 mg. Makanan bisa disebut rendah sodium jika mengandung kurang dari 140 mg per sajian. Jika Anda belakangan ini mengalami peningkatan tekanan darah, coba hitung lagi asupan sodium sehari-hari. Mengurangi sodium bisa sekaligus menurunkan risiko terhadap penyakit jantung hingga 25 persen, demikian menurut penelitian terakhir yang dimuat di British Medical Journal.
Sumber : Prevention
1. Manakah makanan yang kalorinya paling rendah di antara sajian yang ada di atas meja ini?
A. Blueberry muffin
B. Butter croissant
C. Cinnamon chip scone
Jawaban: B
Bentuk roti croissant yang kosong di dalam membuat bobot kalori penganan yang satu ini (355 kalori) kalah padat dibandingkan scone (470 kalori) atau muffin (500 kalori). Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, menyantap sarapan berasupan tak lebih dari 400 kalori adalah pilihan cerdas. Pilihan yang lebih baik: membawa kudapan sehat untuk dimakan kala menghadiri rapat yang diadakan pada waktu makan, seperti roti gandum beroleskan selai kacang, atau sekantong kacang-kacangan dan sereal gandum kering.
2. Kita bisa menurunkan 2 kg dalam 3 bulan jika mau mengurangi konsumsi kopi favorit berikut ini:
A. Cappuccino ukuran kecil
B. Light frappuccino ukuran kecil
C. Vanilla latte ukuran kecil
Jawaban: C
Dengan kandungan 190 kalori, vanilla latte lebih padat kalori dibandingkan kedua jenis lainnya (masing-masing sekitar 90 kalori). Pangkas 60 kalori berlebih dari minuman favorit ini dengan memilih susu bebas lemak, atau mintalah barista untuk mengurangi jumlah sirupnya.
3. Manakah di antara pilihan keripik berikut yang paling bergizi?
A. Keripik pisang
B. Keripik sayuran
C. Keripik kentang
Jawaban: B
Keripik yang dibuat dari sayuran adalah pilihan terbaik–per sajiannya hanya 150 kalori. Periksa label kemasan sebelum membeli. Waspadai jenis keripik sayuran tak sehat, yang tak murni dibuat dari sayur, karena banyak mengandung tepung dan diberi pewarna makanan. Urutan kedua ditempati keripik kentang, dengan jumlah kalori per satu genggaman tangan sama dengan keripik sayuran. Keripik pisang sebaiknya dihindari, karena satu porsinya mengandung 10 gr lemak, yang hampir semuanya berupa lemak jenuh.
4. Benar atau salah: Kata “organik” dan “alami” pada kemasan produk sebenarnya sama saja artinya.
Jawaban: Salah
Di Amerika Serikat, produk yang ingin mendapat sertifikat “organik” harus memenuhi beberapa kriteria yang disusun ketat. Daging sapi, ayam, atau produk olahannya harus berasal dari binatang yang tak pernah disuntik hormon atau antibiotik. Sedangkan sayuran organik harus ditanam tanpa penyubur tanaman atau pestisida sintetis. Label “alami”, sebaliknya, bisa diperoleh lewat standar yang tidak begitu ketat. Pokoknya, sejauh tak mengandung pengawet sintetis atau pewarna dan perasa buatan. Selebihnya, terserah saja.
5. Kita butuh potasium agar metabolisme selalu tinggi dan otot kuat. Mana dari berikut ini yang berkandungan potasium tertinggi?
A. Satu buah kentang manis panggang ukuran sedang
B. Satu cangkir kopi yogurt bebas lemak
C. Satu buah pisang ukuran sedang
Jawaban: A
Kentang manis panggang ukuran sedang mengandung 542 mg potasium, sementara yogurt 475 mg, dan pisang –yang selama ini sering kita anggap juaranya, hanya 422 mg. Makanan kaya potasium lain yang bisa memenuhi asupan harian (4700 mg) adalah (takaran per cangkir): saus tomat (811 mg), jus jeruk (496 mg), dan melon (427 mg).
6. Daging giling yang paling sehat dan rendah lemak untuk diolah menjadi daging burger adalah:
A. Daging sapi
B. Daging ayam
Jawaban: Keduanya (jika Anda memilih dengan bijak)
Untuk daging sapi, cari yang tanpa lemak, sehingga kandungan lemaknya tidak akan lebih dari 10 gr per 3,5 onsnya. Sebab, beberapa persen di bawahnya saja sudah bisa memberikan perbedaan besar: daging sapi yang berlemak sedikit saja sudah mengandung 18 gr lemak dalam setiap porsinya. Sementara untuk ayam, daging bagian dada lebih baik dibandingkan yang lainnya. Cari yang bebas lemak, sehingga kandungan lemaknya per porsi hanya sekitar 5 gr.
7. Kalsium adalah mineral penting bagi tulang. Makanan mana yang bukan sumber kalsium yang baik?
A. Keju cottage
B. Smoothie yogurt
C. Susu bebas lemak
Jawaban: A
Paduan kalori rendah dan protein tinggi membuat keju cottage makanan bersahabat dengan pinggang. Tetapi, sayangnya, di proses pembuatannya, lebih dari 75 persen kalsium terbuang. Alhasil, setiap setengah cangkir sajian hanya mengandung 70 mg kalsium. Jumlah ini kurang dari setengah yang sebaiknya kita dapat dari susu bebas lemak ukuran sama. Untuk mencukupi asupan kalsium harian (1.000 mg untuk usia di bawah 50 tahun, dan 1.200 mg untuk usia 51 tahun ke atas), pilih makanan berkadar kalsium 20-30 persen dari dosis harian (sekitar 200-300 mg).
8. Tambahan salad mana yang memiliki kandungan kalori paling tinggi?
A. Kacang almond panggang
B. Roti crouton dengan olesan mentega dan bawang putih
C. Ayam goreng tepung
Jawaban: C
Ayam goreng tepung akan menambah 330 kalori dan 17 gr lemak ke hidangan Anda. Pilihlah ayam panggang (150 kalori dan 4 gr lemak) dan potongan jeruk mandarin dan tomat ceri (untuk menambah asupan vitamin). Nikmati ¼ cangkir kacang-kacangan sesekali (meski kalorinya tinggi, makanan ini mengandung lemak baik). Hindari roti crouton dan mi goreng kering (karena keduanya berisi “kalori kosong”).
9. Manakah di antara snack asin di bawah ini yang mengandung paling banyak sodium?
A. Sourdough pretzel
B. 17 potong keripik kentang dengan tambahan garam dan vinegar
C. Seperempat cangkir kacang asin
Jawaban: A
Satu potong sourdough pretzel saja membuat asupan sodium melonjak hingga 500 mg. Sementara, keripik kentang mengandung 380 mg dan kacang-kacangan hanya 115 mg. Makanan bisa disebut rendah sodium jika mengandung kurang dari 140 mg per sajian. Jika Anda belakangan ini mengalami peningkatan tekanan darah, coba hitung lagi asupan sodium sehari-hari. Mengurangi sodium bisa sekaligus menurunkan risiko terhadap penyakit jantung hingga 25 persen, demikian menurut penelitian terakhir yang dimuat di British Medical Journal.
Sumber : Prevention
Wednesday, November 2, 2011
9 Tips Detoks Program Diet
Jakarta - Program hidup sehat sedang marak dibicarakan. Tak ketinggalan program-program diet yang sehat dan tak terlalu menyiksa juga jadi incaran. Tapi berhati-hatilah dengan setiap makanan diet yang dimakan, perhatikan setiap kandungannya. Simak info lengkapnya di sini!
Tahun baru pastinya ada resolusi baru yang Anda inginkan. Apalagi bagi wanita yang tetap ingin tampil cantik dan pastinya sehat. Perhatikan makanan yang Anda konsumsi, apakah kandungan di dalamnya sudah aman bagi kesehatan atau tidak. Nah, cobalah perhatikan 9 tips berikut agar program diet Anda tetap berjalan baik dan aman dengan mengurangi bahan-bahan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.
1. Kurangi Mengkonsumsi Lemak Hewan
Makanan yang berasal dari hewan terkadang mengandung hormon sintetis, antibiotik, atau bahan kimia lainnya yang mengendap di dalam lemak hewan. Bahan-bahan tadi tidak lantas hilang saat proses pemasakan, dan zat aditif tersebut akan berpindah ke tubuh kita saat kita memakannya. Saat membeli daging, ayam, atau susu cari yang kandungan lemaknya sedikit, kebutuhan lemak oleh tubuh sebaiknya diganti dengan lemak nabati seperti walnut. Kalaupun harus mengkonsumsi ayam sebaiknya hilangkan bagian kulit dimana lemak dan beragam obat suntikan berada di bawahnya.
2. Jeli Memilih Seafood
Mengkonsumsi seafood, memungkinkan kita terkena methylmercury, sejenis racun saraf yang cukup potensial. Polusi yang kian meningkat menyebabkan hal ini mungkin saja terjadi. International Agency for Research on Cancer and the Environmental Protection Agency telah menemukan zat karsinogenik pada beberapa jenis ikan, begitu berita yang dilansir dari WeebMD. Hal ini disebabkan ikan tersebut terkontaminasi oleh PCB, sejenis zat penyebab kanker.
3. Konsumsi Bahan Organik
Penggunaan pestisida pada sayur dan buah-buahan memang tidak menyebabkan kerusakan fungsi tubuh secara langsung, tapi hal ini akan terlihat beberapa tahun kedepan. Untuk mencegah nya, mulailah mengkonsumsi sayur dan buah-buahan yang organik. Seperti apel, peach, bayam, sawi, kangkung, brokoli, kentang, hingga beras yang organik.
4. Siapkan Makanan Secara Benar
Agar terjamin kesehatannya, pastikan sayur dan buah yang akan Anda konsumsi sudah bersih dan bebas dari bahan kimia. Selalu mencuci buah dan sayur pada air yang mengalir sebelum diolah ataupun dimakan. Selain menghilangkan bakteri, juga untuk menghilangkan bahan-bahan kimia yang mungkin masih menempel pada sayur dan buah tersebut. Bahkan tak ada salahnya mencuci buah yang dikupas kulitnya agar zat-zat tersebut tidak menempel pada pisau pemotongnya.
5. Hindari Makanan dan Minuman Kalengan
Makanan dan minuman kalengan biasanya mengandung bisphenol-A, salah satu zat kimia yang bisa mengganggu sistem tubuh kita bahkan lingkungan kita. Hal ini memang tidak terjadi langsung, tapi sebaiknya hindari sebisa mungkin. Lebih baik mengkonsumsi makanan yang segar, kering, ataupun kalau dikemas sebaiknya pilih kemasan tetra atau kemasan kaca karena hal ini jauh lebih aman.
6. Masaklah Secara Sehat dan Benar
Jika Anda senang memanggang daging, hal ini justru menambah resiko terserang kanker. Proses pemanggangan yang mengeluarkan asap mengandung polycyclic karsinogenik aromatic hydrocarbon atau yang dikenal dengan istilah PAHs. Zat ini menempel pada permukaan apapun yang Anda masak dengan cara dipanggang. Saat daging, ayam, dan ikan dimasak pada suhu tinggi dan dalam waktu yang lama atau well-done, justru menciptakan karsinogenik heterocyclic amina, atau HCA.
7. Perhatikan Label yang Tertera pada Kemasan Makanan
Selalu perhatikan label yang tertera pada bagian belakang kemasan makanan. Baik itu bahan-bahan yang digunakan ataupun proses pembuatannya. Kadang kita lalai dan lupa untuk membaca keterangan tersebut. Padahal hal ini sangat penting sebagai informasi untuk kita tahu apa saja yang sudah masuk ke dalam tubuh.
8. Hindari Minuman Kemasan Plastik
Di Amerika, jumlah minuman kemasan seperti soda, minuman olahraga, minuman energi, dan juga jus sangat lah banyak jumlahnya. Masalah terbesarnya adalah minuman tersebut mengandung pemanis, perasa, dan pewarna buatan. Selain itu, kemasan yang digunakan adalah kemasan plastik sehingga zat kimia yang terkandung dalam plastik tersebut bisa terkikis dan tercampur ke dalam minuman. Jika hal ini berlangsung terus menerus tak menutup kemungkinan akan mengganggu sistem tubuh kita.
9. Biasakan Makan Makanan Rumah
Saat berada di resto atau cafe, biasanya kita sering lupa diri dam memesan beragam jenis makanan karena melihat dari tampilannya yang menggiurkan. Padahal kita belum tahu persis bagaimana cara pemasakannya dan juga bahan-bahan yang digunakan oleh resto tersebut. Lebih baik makan di rumah, selain bisa berhemat Anda pun bisa mengontrol penggunaan bahan makanan dan memilih yang jauh lebih sehat.
Eka Septia - detikFood
12 Makanan yang Paling Terkontaminasi
NEW YORK, KOMPAS.com — Badan Pengawas Makanan dan Obat (FDA) dan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) pernah mengumumkan jenis-jenis makanan yang terkontaminasi berdasarkan hasil riset pada 2006. Pada bahan makanan ini ditemukan kadar pestisida dan bahan kimia yang tinggi berdasarkan uji sampel 100.000 jenis makanan.
Inilah 12 jenis makanan yang terkontaminasi tersebut:
1. Daging sapi, daging babi, dan unggas
Badan pelestarian lingkungan Amerika (EPA) melaporkan daging terkontaminasi oleh pestisida dalam kadar tinggi dibanding produk nabati. Pestisida dan bahan kimia tersebut bersifat larut di lemak dan berakumulasi di jaringan lemak hewan ternak. Makanan ternak yang mengandung komponen produk hewan yang terakumulasi akan dengan mudah masuk ke tubuh manusia yang mengonsumsi daging hewan ternak tersebut.
Selain itu, antibiotik, obat-obatan, dan hormon yang sering dipakai dalam peternakan hewan juga bisa terakumulasi dalam daging yang sering dikonsumsi manusia. Sementara itu, produk ikan air tawar juga dilaporkan terpapar oleh pestisida dari air yang terkontaminasi.
2. Susu, keju, dan mentega
Seperti halnya pada produk daging, produk-produk susu dan turunannya, seperti keju dan mentega, juga mengandung akumulasi pestisida.
3. Stroberi dan rasberi
Stroberi, rasberi, dan chery merupakan produk buah yang paling tinggi paparannya pada pestisida di Amerika. Secara umum, 300 pons pestisida disebarkan pada setiap acre (0,4 hektar) ladang stroberi. Para petani stroberi pada umumnya menggunakan 36 jenis pestisida berbeda dan 90 persen contoh stroberi yang dites menunjukkan kontaminasi pestisida di atas level aman.
4. Apel dan pir
Dalam pengujian yang dilakukan FDA terdeteksi 36 bahan kimia, setengahnya bersifat neurotoksin (bisa menyebabkan kerusakan otak). Sementara itu, buah pir juga memiliki kadar pestisida mendekati apel.
5. Tomat
Para petani di Amerika pada umumnya menggunakan lebih dari 30 jenis pestisida yang disemprotkan pada tanaman tomat. Kabar buruknya, kulit tomat yang tipis tidak bisa mencegah masuknya bahan-bahan kimia tersebut.
6. Kentang
Kentang merupakan jenis sayuran yang cukup populer, namun 79 persen jenis kentang yang diuji juga menunjukkan tingginya kadar pestisida di atas normal.
7. Bayam dan sayuran lain
FDA menemukan bayam sebagai jenis sayuran yang paling terkontaminasi pestisida dalam kadar berbahaya. Dalam masa tanamnya, para petani menggunakan 36 jenis bahan kimia untuk membuat bayam terhindar dari serangan hama.
8. Kopi
Kebanyakan kopi dihasilkan di negara-negara yang tidak punya standar ketat dalam penggunaan pestisida pada bahan makanan. Di samping itu, Amerika Serikat juga mengekspor jutaan ton pestisida, yang sebagian di antaranya berbahaya dan ilegal dipakai di pertanian Amerika ke negara-negara penghasil kopi.
9. Buah peach
Buah yang berair dan rasanya lezat ini juga tak luput dari akumulasi pestisida. Seperti halnya buah tomat, kulit buah peach yang tipis juga tak bisa menahan masuknya pestisida ke dalam buah.
10. Anggur
Karena buah anggur bersifat lembut, para petani menyemprotkan berbagai jenis pestisida yang berbeda pada tiap tahap pertumbuhan anggur. Pada pertanian anggur konvensional digunakan 35 jenis pestisida berbeda.
11. Seledri
Seledri yang ditanam secara konvensional mengandung kadar pestisida yang cukup tinggi. Lebih dari 90 persen jenis seledri yang diuji menunjukkan kadar pestisida yang cukup tinggi. Karena tidak memiliki kulit buah, pestisida yang menempel di seledri tak bisa dihilangkan hanya dengan mencucinya.
12. Lada
Tanaman lada termasuk jenis tanaman yang sering disemprot pestisida dengan standar 39 jenis pestisida. Lebih dari 60 persen lada yang diuji menunjukkan kadar kontaminasi pestisida.
sumber : kompas
Inilah 12 jenis makanan yang terkontaminasi tersebut:
1. Daging sapi, daging babi, dan unggas
Badan pelestarian lingkungan Amerika (EPA) melaporkan daging terkontaminasi oleh pestisida dalam kadar tinggi dibanding produk nabati. Pestisida dan bahan kimia tersebut bersifat larut di lemak dan berakumulasi di jaringan lemak hewan ternak. Makanan ternak yang mengandung komponen produk hewan yang terakumulasi akan dengan mudah masuk ke tubuh manusia yang mengonsumsi daging hewan ternak tersebut.
Selain itu, antibiotik, obat-obatan, dan hormon yang sering dipakai dalam peternakan hewan juga bisa terakumulasi dalam daging yang sering dikonsumsi manusia. Sementara itu, produk ikan air tawar juga dilaporkan terpapar oleh pestisida dari air yang terkontaminasi.
2. Susu, keju, dan mentega
Seperti halnya pada produk daging, produk-produk susu dan turunannya, seperti keju dan mentega, juga mengandung akumulasi pestisida.
3. Stroberi dan rasberi
Stroberi, rasberi, dan chery merupakan produk buah yang paling tinggi paparannya pada pestisida di Amerika. Secara umum, 300 pons pestisida disebarkan pada setiap acre (0,4 hektar) ladang stroberi. Para petani stroberi pada umumnya menggunakan 36 jenis pestisida berbeda dan 90 persen contoh stroberi yang dites menunjukkan kontaminasi pestisida di atas level aman.
4. Apel dan pir
Dalam pengujian yang dilakukan FDA terdeteksi 36 bahan kimia, setengahnya bersifat neurotoksin (bisa menyebabkan kerusakan otak). Sementara itu, buah pir juga memiliki kadar pestisida mendekati apel.
5. Tomat
Para petani di Amerika pada umumnya menggunakan lebih dari 30 jenis pestisida yang disemprotkan pada tanaman tomat. Kabar buruknya, kulit tomat yang tipis tidak bisa mencegah masuknya bahan-bahan kimia tersebut.
6. Kentang
Kentang merupakan jenis sayuran yang cukup populer, namun 79 persen jenis kentang yang diuji juga menunjukkan tingginya kadar pestisida di atas normal.
7. Bayam dan sayuran lain
FDA menemukan bayam sebagai jenis sayuran yang paling terkontaminasi pestisida dalam kadar berbahaya. Dalam masa tanamnya, para petani menggunakan 36 jenis bahan kimia untuk membuat bayam terhindar dari serangan hama.
8. Kopi
Kebanyakan kopi dihasilkan di negara-negara yang tidak punya standar ketat dalam penggunaan pestisida pada bahan makanan. Di samping itu, Amerika Serikat juga mengekspor jutaan ton pestisida, yang sebagian di antaranya berbahaya dan ilegal dipakai di pertanian Amerika ke negara-negara penghasil kopi.
9. Buah peach
Buah yang berair dan rasanya lezat ini juga tak luput dari akumulasi pestisida. Seperti halnya buah tomat, kulit buah peach yang tipis juga tak bisa menahan masuknya pestisida ke dalam buah.
10. Anggur
Karena buah anggur bersifat lembut, para petani menyemprotkan berbagai jenis pestisida yang berbeda pada tiap tahap pertumbuhan anggur. Pada pertanian anggur konvensional digunakan 35 jenis pestisida berbeda.
11. Seledri
Seledri yang ditanam secara konvensional mengandung kadar pestisida yang cukup tinggi. Lebih dari 90 persen jenis seledri yang diuji menunjukkan kadar pestisida yang cukup tinggi. Karena tidak memiliki kulit buah, pestisida yang menempel di seledri tak bisa dihilangkan hanya dengan mencucinya.
12. Lada
Tanaman lada termasuk jenis tanaman yang sering disemprot pestisida dengan standar 39 jenis pestisida. Lebih dari 60 persen lada yang diuji menunjukkan kadar kontaminasi pestisida.
sumber : kompas
Alasan Memilih Pangan Organik
JAKARTA, KOMPAS.com — Memilih pangan organik seharusnya bukan karena latah ikutan tren. Makanan organik merupakan pilihan yang tepat, bukan hanya untuk kesehatan, melainkan juga kelangsungan hidup planet Bumi. Jenis pertanian ini mengandalkan segala hal yang ada dalam kehidupan, mulai dari manusia, ternak, tumbuh-tumbuhan, mikro-organisme, air, hingga udara. Di situ ada saling ketergantungan, keterkaitan, serta saling membutuhkan.
Ada beberapa alasan utama mengapa kita perlu memilih pangan organik.
1. Bebas bahan kimia
Mengonsumsi bahan pangan organik adalah satu-satunya cara untuk menghindari paparan bahan kimia beracun yang biasanya dipakai dalam pertanian konvensional. Menurut The Nation Academy of Science, hampir 90 persen bahan kimia yang dipakai dalam makanan belum pernah diuji dampaknya bagi kesehatan jangka panjang.
2. Lebih banyak nutrisi
Tanaman yang tumbuh dengan cara organik diketahui memiliki kualitas lebih tinggi dibanding produk dari pertanian konvensional karena kaya nutrisi, vitamin, mineral, enzim, dan mikronutrien.
3. Rasanya lebih enak
Kandungan gizi yang tinggi membuat sayur atau buah organik terasa lebih enak.
4. Bebas obat, hormon, dan antibiotik
Bukan rahasia lagi daging atau produk unggas banyak yang terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, 90 persen pestisida ditemukan dalam jaringan lemak produk daging, telur, ikan, dan unggas. Antibiotik, obat, dan hormon pertumbuhan juga sering dipakai dalam makanan ternak.
5. Ikut menjaga lingkungan
Membeli produk pertanian organik berarti kita ikut menjaga keseimbangan lingkungan. Pemeliharaan tanah dan penggunaan pupuk kandang membuat lahan pertanian tetap sehat.
6. Mengurangi polusi
Bahan pestisida dan pupuk kimia mengontaminasi lingkungan kita, meracuni sumber air, dan menghancurkan kesuburan tanah.
sumber : kompas
Ada beberapa alasan utama mengapa kita perlu memilih pangan organik.
1. Bebas bahan kimia
Mengonsumsi bahan pangan organik adalah satu-satunya cara untuk menghindari paparan bahan kimia beracun yang biasanya dipakai dalam pertanian konvensional. Menurut The Nation Academy of Science, hampir 90 persen bahan kimia yang dipakai dalam makanan belum pernah diuji dampaknya bagi kesehatan jangka panjang.
2. Lebih banyak nutrisi
Tanaman yang tumbuh dengan cara organik diketahui memiliki kualitas lebih tinggi dibanding produk dari pertanian konvensional karena kaya nutrisi, vitamin, mineral, enzim, dan mikronutrien.
3. Rasanya lebih enak
Kandungan gizi yang tinggi membuat sayur atau buah organik terasa lebih enak.
4. Bebas obat, hormon, dan antibiotik
Bukan rahasia lagi daging atau produk unggas banyak yang terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, 90 persen pestisida ditemukan dalam jaringan lemak produk daging, telur, ikan, dan unggas. Antibiotik, obat, dan hormon pertumbuhan juga sering dipakai dalam makanan ternak.
5. Ikut menjaga lingkungan
Membeli produk pertanian organik berarti kita ikut menjaga keseimbangan lingkungan. Pemeliharaan tanah dan penggunaan pupuk kandang membuat lahan pertanian tetap sehat.
6. Mengurangi polusi
Bahan pestisida dan pupuk kimia mengontaminasi lingkungan kita, meracuni sumber air, dan menghancurkan kesuburan tanah.
sumber : kompas
Tuesday, November 1, 2011
Risiko Bahan Kimia di Pasta Gigi Pada Otak Janin
Jakarta, Ibu hamil sebaiknya harus berhati-hati dalam memilih pasta gigi, karena penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam pasta gigi dapat merusak otak janin.
Ilmuwan telah menemukan bahwa wanita hamil yang terkena bahan kimia tingkat tinggi, yaitu triclosan, dapat membuat bayi yang dikandungnya berisiko mengalami kecacatan.
Penelitian baru menunjukkan bahwa triclosan pada pasta gigi dapat mengganggu aliran darah ke rahim, sehingga menyebabkan kelaparan otak janin. Padahal oksigen sangat diperlukan untuk perkembangan otak janin.
"Kami tahu bahan kimia ini dapat membawa masalah, apalagi untuk ibu hamil. Tapi kami belum tahu seberapa banyak bahan kimia yang dapat menyebabkan masalah," kata Profesor Margaret James dari University of Florida, dilansir Dailymail, Sabtu (11/12/2010).
Triclosan merupakan anti-bakteri yang kuat yang dikembangkan hampir 50 tahun yang lalu.
Sekarang umum digunakan dalam pasta gigi, deodoran dan sabun pencuci tangan, sabun mandi anti-bakteri dan bahkan beberapa jenis mainan.
Namun, bahan ini tengah membawa kekhawatiran dan Food and Drug Administration (FDA) Amerika telah mengumumkan untuk meninjau ulang tingkat keamanan penggunaan ticlosan.
Dalam studi terbaru, menunjukkan bahwa triclosan dapat mengganggu enzim yang memungkinkan hormon estrogen beredar di rahim.
Estrogen membantu untuk membuka arteri utama yang membawa darah kaya oksigen ke janin. Jika terlalu sedikit, arteri ini menyempit dan pasokan oksigen akan habis.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sabun antibakteri yang mengandung triclosan dan triclocarban diduga dapat merusak organ reproduksi, menurunkan kualitas sperma, serta produksi tiroid dan hormon seks.
Penelitian lain juga menemukan bahwa kandungan triclosan pada pasta gigi yang seharusnya dapat mencegah pertumbuhan bakteri, malah dapat menyebabkan kuman-kuman makin kebal terhadap antibiotik.
Selain itu, kedua senyawa ini juga menolak air atau hidrofobik, cenderung menempel pada partikel, sehingga mengakibatkan penurunan ketersediaan proses dan merusak fasilitasi transportasi jangka panjang dalam air dan udara.
Bahkan sebuah studi menemukan bahwa akumulasi triclosan di air menyebabkan pencemaran di pantai yang akhirnya mengancam kehidupan di laut.
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Monday, October 18, 2010
Bahan Kimia Berbahaya bagi Ibu Hamil dalam Kosmetik
Terkait dengan kehamilan, menurut ahli dermatologi, semua yang dikonsumsi dan digunakan ibu hamil tidak hanya berpengaruh bagi si ibu, tapi juga kepada janin.
Wanita seperti kita ketahui identik dengan menjaga kecantikan, terutama penampilan. Mereka sibuk dengan fashion dan kosmetik.
Terkait dengan kehamilan, ternyata bahan-bahan kosmetika beberapa diantaranya bisa terserap masuk ke dalam aliran darah dan ikut berpengaruh terhadap janin. Kemudian, yang perlu diingat, semakin berkhasiat sebuah produk kecantikan, maka semakin kuat pula bahan aktifnya, dan kemungkinan berbahaya pula akibatnya terhadap janin karena bisa dipastikan ia mengandung bahan aktif yang besar.
Bahan-bahan aktif apa saja sih yang harus dihindari:
1. Retinoids
Bahan aktif ini termasuk tipe dari vitamin A yang berfungsi meningkatkan proses regenerasi sel kulit. Biasanya banyak terkandung di produk kecantikan muka yang berfungsi sebagai anti aging, menyamarkan kerut atau obat jerawat. Untuk obat jerawat biasanya mengandung turunan dari retinoid yaitu isoretinoin atau accutane. Beberapa studi menunjukkan bahwa vitamin A dosis tinggi bisa menyebabkan cacat pada janin seperti lahir tanpa kepala, cacat sumsum tulang belakang, bibir sumbing, atau ginjal membalon (hydronephrosis).
Di keterangan bahan aktif, biasanya nama retinoid bisa bermacam-macam seperti:differin (adapelene), retin-A, renova (tretinoin), retinoic acid, retinol, retinyl linoleate, retinyl palmitate, tazorac and avage (Tazarotene)
2. Salicylic acid
Bahan aktif ini juga biasa terdapat di obat jerawat dan kosmetik untuk perawatan kulit seperti clenser dan toner. Fungsinya memang mengangkat minyak yang tertinggal di sela pori-pori kulit dan mengangkat sel kulit mati. Salicylic acid ini juga masuk dalam "keluarga" aspirin, jadi manfaatnya bisa mengurangi bengkak atau radang.
BHA atau beta hydroxy acid adalah turunan dari salicylic acid yang kerap digunakan sebagai bahan baku exfoliant. Dosis tinggi dari obat ini bisa menyebabkan pendarahan pada janin, toksisitas atau keracunan pada ginjal, bayi lahir dengan kondisi bisu tuli. Penggunaan berlebih pada produk ini sama saja dengan efek dari minum tablet aspirin dua kali sehari.
Tapi jangan khawatir, dosis rendah seperti penggunaan sekali sehari pada kulit masih terbilang aman menurut para ahli. Penggunaan kosmetik yang mengandung AHA atau lactic acid/glycolic acid juga masih diperbolehkan. Jadi untuk moms yang biasa peeling atau facial untuk perawatan muka, sebaiknya mulai lebih berhati-hati. Jangan segan bertanya kepada kapster perihal ada tidaknya kandungan bahan aktif tersebut. Penggunaan bahan alami seperti buah-buahan untuk masker juga bisa jadi alternatif sehat dan murah.
3. Kedelai
Kedelai? Mungkin anda langsung berteriak seperti itu. Ini bukan kedelai yang dimakan, mom. Tapi kedelai yang digunakan sebagai bahan campuran kosmetik.
Istilah yang biasa dicantumkan dalam produk adalah Lethicin, Phosphatidylcholine, Soy atau Textured vegetable protein (TVP). Selama kehamilan, kosmetik dengan campuran ini malah bisa menyebabkan bercak hitam di wajah. Gejala ini juga bisa dialami untuk penggunaan kosmetik dengan bahan alami lain seperti minyak bergamot. Jadi kalau selama hamil muncul bercak hitam di kulit atau wajah, jangan buru-buru menyalahkan hormon sebagai penyebabnya. Teliti dulu satu per satu bahan kosmetik yang Anda gunakan.
4. Produk penghilang jerawat
Peningkatan hormon estrogen di trisemester pertama kehamilan kadang memunculkan efek samping seperti munculnya jerawat. Jika konsultasi ke dokter, biasanya akan diberi resep antibiotik. Tapi kalau ingin mengobati sendiri, usahakan untuk memakai produk pembersih wajah dengan kandungan salicylic acid tidak lebih dari 2%. Usahakan tidak memilih produk jerawat berupa lotion, gel, krim atau peeling yang mengandung bahan salicylic acid.
Kandungan aktif dalam produk penghilang jerawat:
- Beta hydroxy acid
- BHA
- Differin (adapelene)
- Retin-A, Renova (tretinoin)
- Retinoic acid
- Retinol
- Retinyl linoleate
- Retinyl palmitate
- Salicylic acid
- Tazorac and avage (Tazarotene)
- Tretinoin
5. Produk penghilang bulu
Salah satu kelemahan dari produk penghilang bulu kimia adalah alergi. Alergi bisa menjadi masalah yang menyebalkan di saat hamil. Karena itu berhati-hati saja dengan produk penghilang bulu yang mengandung: Potassium Thioglycolate, Calcium Thioglycolate, Sodium Hydroxide, Sanguisorba Officinalis Root Extract, Hydrolyzed Soy Protein.
Pastikan Anda mengecek kadar alergi terlebih dahulu dengan mengoleskannya di kulit selama beberapa menit, dan tunggu reaksinya 1×24 jam. Jika tidak ada ruam atau bengkak, berarti produk tersebut aman digunakan. Oh iya, terkadang ada beberapa kosmetik yang baik-baik saja digunakan sebelum hamil, namun menimbulkan alergi setelah digunakan saat hamil. Ini terjadi karena terkadang kulit menjadi lebih sensitif selama masa kehamilan. Solusinya, cari produk lain yang lebih aman dan tidak menimbulkan alergi.
6. Tabir surya
Titanium dioxide dan zinc dioxide masih termasuk bahan aktif tabir surya yang aman digunakan. Tapi ada beberapa kasus yang memunculkan reaksi alergi dan bercak hitam. Saran terbaik bagi masalah ini adalah hindari paparan matahari langsung di siang hari. Payung atau topi bisa menjadi alternatif.
Kandungan aktif dalam tabir surya:
- Titanium dioxide
- Zinc oxide
- Avobenzone (Parsol 1789)
- Oxybenzone
- Dioxybenzone
- Benzophenone
- Octyl methoxycinnamate (OMC)
- Para-aminobenzoic acid (PABA)
- Octocrylene.
Wanita seperti kita ketahui identik dengan menjaga kecantikan, terutama penampilan. Mereka sibuk dengan fashion dan kosmetik.
Terkait dengan kehamilan, ternyata bahan-bahan kosmetika beberapa diantaranya bisa terserap masuk ke dalam aliran darah dan ikut berpengaruh terhadap janin. Kemudian, yang perlu diingat, semakin berkhasiat sebuah produk kecantikan, maka semakin kuat pula bahan aktifnya, dan kemungkinan berbahaya pula akibatnya terhadap janin karena bisa dipastikan ia mengandung bahan aktif yang besar.
Bahan-bahan aktif apa saja sih yang harus dihindari:
1. Retinoids
Bahan aktif ini termasuk tipe dari vitamin A yang berfungsi meningkatkan proses regenerasi sel kulit. Biasanya banyak terkandung di produk kecantikan muka yang berfungsi sebagai anti aging, menyamarkan kerut atau obat jerawat. Untuk obat jerawat biasanya mengandung turunan dari retinoid yaitu isoretinoin atau accutane. Beberapa studi menunjukkan bahwa vitamin A dosis tinggi bisa menyebabkan cacat pada janin seperti lahir tanpa kepala, cacat sumsum tulang belakang, bibir sumbing, atau ginjal membalon (hydronephrosis).
Di keterangan bahan aktif, biasanya nama retinoid bisa bermacam-macam seperti:differin (adapelene), retin-A, renova (tretinoin), retinoic acid, retinol, retinyl linoleate, retinyl palmitate, tazorac and avage (Tazarotene)
2. Salicylic acid
Bahan aktif ini juga biasa terdapat di obat jerawat dan kosmetik untuk perawatan kulit seperti clenser dan toner. Fungsinya memang mengangkat minyak yang tertinggal di sela pori-pori kulit dan mengangkat sel kulit mati. Salicylic acid ini juga masuk dalam "keluarga" aspirin, jadi manfaatnya bisa mengurangi bengkak atau radang.
BHA atau beta hydroxy acid adalah turunan dari salicylic acid yang kerap digunakan sebagai bahan baku exfoliant. Dosis tinggi dari obat ini bisa menyebabkan pendarahan pada janin, toksisitas atau keracunan pada ginjal, bayi lahir dengan kondisi bisu tuli. Penggunaan berlebih pada produk ini sama saja dengan efek dari minum tablet aspirin dua kali sehari.
Tapi jangan khawatir, dosis rendah seperti penggunaan sekali sehari pada kulit masih terbilang aman menurut para ahli. Penggunaan kosmetik yang mengandung AHA atau lactic acid/glycolic acid juga masih diperbolehkan. Jadi untuk moms yang biasa peeling atau facial untuk perawatan muka, sebaiknya mulai lebih berhati-hati. Jangan segan bertanya kepada kapster perihal ada tidaknya kandungan bahan aktif tersebut. Penggunaan bahan alami seperti buah-buahan untuk masker juga bisa jadi alternatif sehat dan murah.
3. Kedelai
Kedelai? Mungkin anda langsung berteriak seperti itu. Ini bukan kedelai yang dimakan, mom. Tapi kedelai yang digunakan sebagai bahan campuran kosmetik.
Istilah yang biasa dicantumkan dalam produk adalah Lethicin, Phosphatidylcholine, Soy atau Textured vegetable protein (TVP). Selama kehamilan, kosmetik dengan campuran ini malah bisa menyebabkan bercak hitam di wajah. Gejala ini juga bisa dialami untuk penggunaan kosmetik dengan bahan alami lain seperti minyak bergamot. Jadi kalau selama hamil muncul bercak hitam di kulit atau wajah, jangan buru-buru menyalahkan hormon sebagai penyebabnya. Teliti dulu satu per satu bahan kosmetik yang Anda gunakan.
4. Produk penghilang jerawat
Peningkatan hormon estrogen di trisemester pertama kehamilan kadang memunculkan efek samping seperti munculnya jerawat. Jika konsultasi ke dokter, biasanya akan diberi resep antibiotik. Tapi kalau ingin mengobati sendiri, usahakan untuk memakai produk pembersih wajah dengan kandungan salicylic acid tidak lebih dari 2%. Usahakan tidak memilih produk jerawat berupa lotion, gel, krim atau peeling yang mengandung bahan salicylic acid.
Kandungan aktif dalam produk penghilang jerawat:
- Beta hydroxy acid
- BHA
- Differin (adapelene)
- Retin-A, Renova (tretinoin)
- Retinoic acid
- Retinol
- Retinyl linoleate
- Retinyl palmitate
- Salicylic acid
- Tazorac and avage (Tazarotene)
- Tretinoin
5. Produk penghilang bulu
Salah satu kelemahan dari produk penghilang bulu kimia adalah alergi. Alergi bisa menjadi masalah yang menyebalkan di saat hamil. Karena itu berhati-hati saja dengan produk penghilang bulu yang mengandung: Potassium Thioglycolate, Calcium Thioglycolate, Sodium Hydroxide, Sanguisorba Officinalis Root Extract, Hydrolyzed Soy Protein.
Pastikan Anda mengecek kadar alergi terlebih dahulu dengan mengoleskannya di kulit selama beberapa menit, dan tunggu reaksinya 1×24 jam. Jika tidak ada ruam atau bengkak, berarti produk tersebut aman digunakan. Oh iya, terkadang ada beberapa kosmetik yang baik-baik saja digunakan sebelum hamil, namun menimbulkan alergi setelah digunakan saat hamil. Ini terjadi karena terkadang kulit menjadi lebih sensitif selama masa kehamilan. Solusinya, cari produk lain yang lebih aman dan tidak menimbulkan alergi.
6. Tabir surya
Titanium dioxide dan zinc dioxide masih termasuk bahan aktif tabir surya yang aman digunakan. Tapi ada beberapa kasus yang memunculkan reaksi alergi dan bercak hitam. Saran terbaik bagi masalah ini adalah hindari paparan matahari langsung di siang hari. Payung atau topi bisa menjadi alternatif.
Kandungan aktif dalam tabir surya:
- Titanium dioxide
- Zinc oxide
- Avobenzone (Parsol 1789)
- Oxybenzone
- Dioxybenzone
- Benzophenone
- Octyl methoxycinnamate (OMC)
- Para-aminobenzoic acid (PABA)
- Octocrylene.
Friday, September 17, 2010
Penderita Obesitas Tak Mempan Antibiotik Porsi Normal
London, Anggapan satu dosis obat bisa cocok untuk semua orang tidaklah tepat termasuk dalam penggunaan antibiotik. Penderita obesitas bahkan membutuhkan dosis antibiotik yang lebih besar.
Obat antibiotik biasanya digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman seperti virus. Karenanya standar bahwa satu ukuran bisa digunakan oleh semua kalangan jelas tidak bisa, hal ini akan berhubungan dengan peningkatan risiko perlawanan dari kuman tersebut.
Sebuah studi dilakukan oleh peneliti dari Yunani dan Amerika Serikat dalam penentuan dosis untuk orang obesitas. Tapi masih dibutuhkan studi jangka panjang untuk membuat panduan tentang hal apa saja yang harus diperhatikan serta kapan seorang dokter harus mengubah dosis antibiotiknya.
Fakta menunjukkan semakin banyak lemak yang ada ditubuh orang tersebut, maka akan sangat mempengaruhi konsentrasi antibiotik yang dibutuhkan oleh tubuh. Karena jika dosis yang diberikan kurang bisa berpotensi mengurangi efektivitas dari antibiotik itu sendiri.
Jika dosisnya terlalu kecil bisa berakibat meningkatkan perlawanan dari virus tersebut sehingga kemungkinan untuk menghilangkan infeksi dari tubuh penderita semakin kecil.
"Kami akan mendorong dokter untuk meresepkan dosis antibiotik yang tepat, sehingga tidak ada pasien yang dirugikan. Tapi hal ini mungkin akan membuat peningkatan biaya karena perusahaan farmasi harus menyediakan obat dengan dosis yang berbeda-beda," ujar Profesor Steve Field, ketua dari Royal College, seperti dikutip dari BBC, Jumat (15/1/2010).
Profesor Hugh Pennington, seorang ahli tentang antibiotik menuturkan, antibiotik seperti obat kuat sehingga harus dipastikan bahwa penggunaannya sudah benar.
"Jika dosis yang diberikan terlalu kecil tidak akan efektif untuk mengobati infeksi yang ada, sedangkan jika dosisnya berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan resistensi dari kuman tersebut," ujar Prof Pennington.
Vera Farah Bararah - detikHealth
Infeksi Akibat Kelebihan Antibiotik
Philadelphia, Penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol lagi-lagi menimbulkan akibat fatal. Tak cuma tubuh kebal terhadap si antibiotik, tapi kelebihan antibiotik juga menimbulkan infeksi Staphylococcus yang tidak bisa disembuhkan.
Infeksi tersebut dinamakan VRSA (vancomycin-resistant Staphylococcus aureus). Selama ini penyakit infeksi Staphylococcus yang paling berbahaya adalah MRSA.
Seorang pasien dari Pennsylvania Hospital diketahui memiliki bentuk infeksi yang jarang dari Staph akibat penggunaan antibiotik secara berlebihan.
Pasien tersebut adalah seorang perempuan yang saat ini tengah menjalani dialisis ginjal. Petugas rumah sakit mengungkapkan bahwa perempuan ini tidak terinfeksi bakteri tersebut di rumah sakit milik University of Pennsylvania.
Para ahli mengatakan kasus langka ini disebabkan oleh penggunaan berlebihan antibiotik tingkat tinggi seperti vankomisin, dokter sering menggunakan obat ini jika pasien sudah gagal menggunakan obat lain.
Akibat penggunaan yang berlebihan, maka bakteri menjadi kebal atau mampu bertahan dengan serangan vankomisin. Obat ini biasanya digunakan untuk membantu melindungi pasien yang lemah atau ginjalnya tidak berfungsi dari serangan infeksi bakteri.
"VRSA tidak pernah ditularkan dari satu orang ke orang lain. Namun akibat infeksi ini bisa memicu munculnya resistensi pada pasien untuk mengembangkan dua infeksi yang lebih umum seperti MRSA dan resisten bakteri yang dikenal sebagai vancomycin-resistant Enterococcus atau VRE," ujar Neil Fishman, seorang dokter ahli penyakit menular, seperti dikutip dari The Philadelphia Inquirer, Jumat (9/4/2010).
Fishman menambahkan gen resistensi vancomysin dari VRE ditransfer ke MRSA sehingga bisa memicu timbulnya infeksi VRSA.
"Dengan melakukan cuci tangan bisa membatasi penyebaran berbagai macam infeksi. Dengan melakukan tindakan yang tepat, kemungkinan penyebaran bakteri VRSA ini tidak menyebar luas," ujar Dr Deena Athas dari Thomas Jefferson University.
Semua bakteri VRSA memiliki gen vanA. Kebanyakan pasien yang positif VRSA sebelumnya memiliki sejarah yang disebabkan oleh infeksi MRSA dan VRE yang juga mengandung gen vanA.
Gen vanA ini dipindahkan melalui plasmid (molekul DNA sirkuler di luar kromosom) dari VRE ke strain MRSA. Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan infeksi Staphylococcus aureus lainnya dan berkisar pada infeksi kulit ringan, sepsis dan infeksi organ dalam.
Hingga kini belum ada daftar resmi antibiotik apa yang efektif untuk melawan VRSA, jadi setiap antibiotik harus dilakukan uji kerentanan pada sampel yang terinfeksi.
Vera Farah Bararah - detikHealth
Thursday, September 16, 2010
Kecoa Mampu Melawan Bakteri Super
KOMPAS.com - Bila biasanya kecoa dianggap hewan yang menjijikan karena identik dengan tempat-tempat kotor dan tidak higienis, kini Anda perlu bersyukur pada hewan yang menggelikan ini. Karena menurut penelitian terbaru kecoa dapat memerangi bakteri super seperti MRSA dan bakteri Escherichia coli (E.coli).
Berdasarkan penelitian Simon Lee dari Universitas Nortingham, Inggris, kecoa dan belalang mengandung molekul antibiotik yang kuat di otak mereka yang dapat digunakan untuk mengembangkan pengobatan baru melawan Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus(MRSA) dan E. Coli.
Di banyak negara MRSA (bakteri yang kebal terhadap obat antibiotik) telah menjadi masalah. MRSA menyebabkan 50 persen dari semua infeksi yang didapat dari rumah sakit di Amerika Serikat. Di sejumlah negara Eropa, rata-rata 20.000 orang meninggal dunia tiap tahunnya dan sekitar 10 persen di antaranya dari MRSA.
Dalam penelitian mengenai kecoa dan belalang, para ilmuwan telah mengidentifikasi hingga sembilan molekul yang berbeda dan berpotensi menjadi racun terhadap bakteri-bakteri super tersebut. Para peneliti juga berharap akan membuka jalan bagi pengobatan baru untuk berbagai obat yang kebal terhadap infeksi bakteri.
Berdasarkan penlitian, jaringan otak dan sistem syaraf serangga bisa membunuh lebih dari 90% dari MRSA dan bakteri E.coli, tanpa merugikan sel-sel manusia. Simon Lee, yang akan menyajikan karyanya pada pertemuan Asosiasi Lembaga Masyarakat Untuk Mikrobiologi di Nottingham, mengatakan, "Kami berharap bahwa molekul-molekul ini akhirnya dapat dikembangkan menjadi pengobatan untuk E. coli dan infeksi MRSA yang semakin resisten terhadap obat-obatan saat ini."
"Hasil penelitian ini juga berpotensi sebagai antibiotik baru dapat memberikan alternatif untuk obat yang saat ini sudah tersedia dan cukup efektif tetapi memiliki efek samping yang serius dan tidak diinginkan," kata Lee.
Meningkatnya resistensi terhadap antibiotik disebabkan penggunaan yang tidak sesuai dan pengobatan sendiri, ketidakpatuhan pasien seperti penghentian pengobatan, manajemen higienitas yang tidak cukup, dan tidak mengikuti praktik yang telah terbukti.
Penulis: M01-10
Berdasarkan penelitian Simon Lee dari Universitas Nortingham, Inggris, kecoa dan belalang mengandung molekul antibiotik yang kuat di otak mereka yang dapat digunakan untuk mengembangkan pengobatan baru melawan Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus(MRSA) dan E. Coli.
Di banyak negara MRSA (bakteri yang kebal terhadap obat antibiotik) telah menjadi masalah. MRSA menyebabkan 50 persen dari semua infeksi yang didapat dari rumah sakit di Amerika Serikat. Di sejumlah negara Eropa, rata-rata 20.000 orang meninggal dunia tiap tahunnya dan sekitar 10 persen di antaranya dari MRSA.
Dalam penelitian mengenai kecoa dan belalang, para ilmuwan telah mengidentifikasi hingga sembilan molekul yang berbeda dan berpotensi menjadi racun terhadap bakteri-bakteri super tersebut. Para peneliti juga berharap akan membuka jalan bagi pengobatan baru untuk berbagai obat yang kebal terhadap infeksi bakteri.
Berdasarkan penlitian, jaringan otak dan sistem syaraf serangga bisa membunuh lebih dari 90% dari MRSA dan bakteri E.coli, tanpa merugikan sel-sel manusia. Simon Lee, yang akan menyajikan karyanya pada pertemuan Asosiasi Lembaga Masyarakat Untuk Mikrobiologi di Nottingham, mengatakan, "Kami berharap bahwa molekul-molekul ini akhirnya dapat dikembangkan menjadi pengobatan untuk E. coli dan infeksi MRSA yang semakin resisten terhadap obat-obatan saat ini."
"Hasil penelitian ini juga berpotensi sebagai antibiotik baru dapat memberikan alternatif untuk obat yang saat ini sudah tersedia dan cukup efektif tetapi memiliki efek samping yang serius dan tidak diinginkan," kata Lee.
Meningkatnya resistensi terhadap antibiotik disebabkan penggunaan yang tidak sesuai dan pengobatan sendiri, ketidakpatuhan pasien seperti penghentian pengobatan, manajemen higienitas yang tidak cukup, dan tidak mengikuti praktik yang telah terbukti.
Penulis: M01-10
Hati-hati, Bakteri Super Mengancam Dunia
LONDON, KOMPAS.com — Hati-hati. Para ahli medis di Inggris mengingatkan, ada bakteri baru yang mengancam hidup manusia. Bakteri ini tergolong super karena tahan terhadap antibiotik paling ampuh sekalipun. Belakangan, bakteri ini sudah ditemukan di sejumlah rumah sakit di Inggris.
Seperti dilansir dari BBC, para ahli medis juga menjelaskan, bakteri yang dapat membuat enzim yang dinamakan NDM-1 itu dibawa oleh pasien NHS yang sebelumnya terbang ke luar negeri seperti India dan Pakistan untuk melakukan operasi kecantikan.
Meskipun saat ini baru ditemukan sekitar 50 kasus di Inggris, para ahli khawatir bakteri ini akan menyebar secara global. Untuk penanganannya, dibutuhkan pengawasan yang ketat serta obat-obatan baru.
Infeksi serupa juga sudah ditemukan di AS, Kanada, Australia, dan Belanda. Tak heran jika kemudian peneliti internasional mengatakan bahwa NDM-1 bisa menjadi ancaman utama kesehatan global. Saat ini, infeksi bakteri sudah menyebar dari satu pasien ke pasien lainnya di rumah sakit di Inggris. (KONTAN/Barratut Taqiyyah)
Seperti dilansir dari BBC, para ahli medis juga menjelaskan, bakteri yang dapat membuat enzim yang dinamakan NDM-1 itu dibawa oleh pasien NHS yang sebelumnya terbang ke luar negeri seperti India dan Pakistan untuk melakukan operasi kecantikan.
Meskipun saat ini baru ditemukan sekitar 50 kasus di Inggris, para ahli khawatir bakteri ini akan menyebar secara global. Untuk penanganannya, dibutuhkan pengawasan yang ketat serta obat-obatan baru.
Infeksi serupa juga sudah ditemukan di AS, Kanada, Australia, dan Belanda. Tak heran jika kemudian peneliti internasional mengatakan bahwa NDM-1 bisa menjadi ancaman utama kesehatan global. Saat ini, infeksi bakteri sudah menyebar dari satu pasien ke pasien lainnya di rumah sakit di Inggris. (KONTAN/Barratut Taqiyyah)
Cepat atau Lambat, Bakteri Makin Kebal
JAKARTA, KOMPAS.com - Munculnya bakteri super yang resisten terhadap berbagai antibioitik paling ampuh sekalipun bukanlah hal baru dalam dunia kedokteran. Cepat atau lambat, bakteri memang akan menjadi resisten terhadap antibiotik (multiresisten) yang ada saat ini.
"Tidak ada antibiotik yang sensitif (mampu bertahan lama) dalam membunuh bakteri. Para ahli mikrobiologi menganggap, antibiotik bukan merupakan cara tepat untuk menangani penyakit. Karena apabila peneliti menemukkan antibiotik untuk membunuh bakteri, tahun-tahun berikutnya bakteri akan menjadi resisten terhadap antibiotik yang ada," kata Prof. Sam Soemarto dari PAMKI (Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia), Kamis (12/08/10).
Menurut Prof. Sam, pada dasarnya bakteri menjadi resisten karena banyak cara. "Pertama, memisahkan dirinya secara genetik. Kemudian dia bisa tumbuh menjadi bakteri baru yang kebal karena adanya proses mutasi dan transfer gen antibiotik ke bakteri lain," jelas Prof. Sam.
Mutasi sendiri ialah terjadinya modifikasi protein, yaitu penurunan afinitas ikatan protein bakteri dengan antibiotik. Protein akan tahan terhadap kehilangan efisiensi karena mutasi tersebut. Nantinya, mutasi genetis yang berbeda akan menghasilkan tipe resistensi yang berbeda juga.
"Beberapa mutasi mengakibatkan bakteri dapat menghasilkan zat kimia (enzim) yang cukup untuk menonaktifkan antibiotika. Hal yang sama terjadi pada bakteri super yang menghasilkan enzim NDM-1," kata Prof Sam.
Selain itu, menurut Prof, Sam Soemarto, resistensi juga terjadi karena bakteri mentransfer gen antibiotik ke bakteri lain. Bakteri bisa mendapatkan gen-gen resisten terhadap antibiotika dari bakteri lain dengan beberapa cara. Dengan melakukan proses perkawinan sederhana yang disebut “konjugasi,” bakteri dapat mentransfer materi genetik, termasuk kode-kode genetik yang resisten terhadap antibiotika (ditemukan dalam plasmids and transposons) dari satu bakteri ke bakteri yang lainnya.
Bakteri yang mendapatkan gen-gen resisten, baik melalui mutasi spontan atau melalui pertukaran genetis dengan bakteri lainnya, memiliki kemampuan untuk melawan satu atau lebih jenis antibiotika. Karena bakteri dapat mengumpulkan beberapa sifat resistensi seiring dengan berjalannya waktu, mereka dapat menjadi resisten terhadap beberapa jenis antibiotika yang berbeda.
Penggunaan tidak tepat
"Resisten dari bakteri itu sendiri bisa dipercepat oleh pola pemakaian antibiotik(resep) yang dipakai dakter tidak tepat," kata Prof Sam.
Menurut Prof. Sam, kebanyakan resep untuk penyakit tertentu seharusnya tidak perlu menggunakan antibiotik. Misalkan resep untuk flu, yang diketahui jelas bahawa penyakit flu berasal dari virus, sehingga tidak terpengaruh oleh pemberian antibiotik.
Selain itu Prof. Sam menjelaskan bakteri yang mengalami resistensi terhadap antibiotika juga disebabkan karena adanya penyalahgunaan dan penggunaan antibiotik yang dapat dibeli tanpa resep dokter. "Pasien suka minum antibiotik tertentu padahal belum tentu obat itu mengobati penyakitnya, " kata Prof. Sam.
Padahal, penggunaan antibiotik yang sembarangan dapat menghasilkan jenis bakteri baru yang dapat bertahan terhadap pengobatan yang diberikan atau yang disebut dengan resistensi bakteri. Jenis bakteri baru ini memerlukan dosis yang lebih tinggi atau antibiotika yang lebih kuat untuk dapat dimusnahkan.
Di sisi lain, lanjut Prof. Sam, kebiasaan pasien tidak menghabiskan antibiotik yang diberikan dokter juga berpengaruh untuk meningkatkan resistensi dari bakteri tersebut.
Penulis: M01-10
"Tidak ada antibiotik yang sensitif (mampu bertahan lama) dalam membunuh bakteri. Para ahli mikrobiologi menganggap, antibiotik bukan merupakan cara tepat untuk menangani penyakit. Karena apabila peneliti menemukkan antibiotik untuk membunuh bakteri, tahun-tahun berikutnya bakteri akan menjadi resisten terhadap antibiotik yang ada," kata Prof. Sam Soemarto dari PAMKI (Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia), Kamis (12/08/10).
Menurut Prof. Sam, pada dasarnya bakteri menjadi resisten karena banyak cara. "Pertama, memisahkan dirinya secara genetik. Kemudian dia bisa tumbuh menjadi bakteri baru yang kebal karena adanya proses mutasi dan transfer gen antibiotik ke bakteri lain," jelas Prof. Sam.
Mutasi sendiri ialah terjadinya modifikasi protein, yaitu penurunan afinitas ikatan protein bakteri dengan antibiotik. Protein akan tahan terhadap kehilangan efisiensi karena mutasi tersebut. Nantinya, mutasi genetis yang berbeda akan menghasilkan tipe resistensi yang berbeda juga.
"Beberapa mutasi mengakibatkan bakteri dapat menghasilkan zat kimia (enzim) yang cukup untuk menonaktifkan antibiotika. Hal yang sama terjadi pada bakteri super yang menghasilkan enzim NDM-1," kata Prof Sam.
Selain itu, menurut Prof, Sam Soemarto, resistensi juga terjadi karena bakteri mentransfer gen antibiotik ke bakteri lain. Bakteri bisa mendapatkan gen-gen resisten terhadap antibiotika dari bakteri lain dengan beberapa cara. Dengan melakukan proses perkawinan sederhana yang disebut “konjugasi,” bakteri dapat mentransfer materi genetik, termasuk kode-kode genetik yang resisten terhadap antibiotika (ditemukan dalam plasmids and transposons) dari satu bakteri ke bakteri yang lainnya.
Bakteri yang mendapatkan gen-gen resisten, baik melalui mutasi spontan atau melalui pertukaran genetis dengan bakteri lainnya, memiliki kemampuan untuk melawan satu atau lebih jenis antibiotika. Karena bakteri dapat mengumpulkan beberapa sifat resistensi seiring dengan berjalannya waktu, mereka dapat menjadi resisten terhadap beberapa jenis antibiotika yang berbeda.
Penggunaan tidak tepat
"Resisten dari bakteri itu sendiri bisa dipercepat oleh pola pemakaian antibiotik(resep) yang dipakai dakter tidak tepat," kata Prof Sam.
Menurut Prof. Sam, kebanyakan resep untuk penyakit tertentu seharusnya tidak perlu menggunakan antibiotik. Misalkan resep untuk flu, yang diketahui jelas bahawa penyakit flu berasal dari virus, sehingga tidak terpengaruh oleh pemberian antibiotik.
Selain itu Prof. Sam menjelaskan bakteri yang mengalami resistensi terhadap antibiotika juga disebabkan karena adanya penyalahgunaan dan penggunaan antibiotik yang dapat dibeli tanpa resep dokter. "Pasien suka minum antibiotik tertentu padahal belum tentu obat itu mengobati penyakitnya, " kata Prof. Sam.
Padahal, penggunaan antibiotik yang sembarangan dapat menghasilkan jenis bakteri baru yang dapat bertahan terhadap pengobatan yang diberikan atau yang disebut dengan resistensi bakteri. Jenis bakteri baru ini memerlukan dosis yang lebih tinggi atau antibiotika yang lebih kuat untuk dapat dimusnahkan.
Di sisi lain, lanjut Prof. Sam, kebiasaan pasien tidak menghabiskan antibiotik yang diberikan dokter juga berpengaruh untuk meningkatkan resistensi dari bakteri tersebut.
Penulis: M01-10
Otak Kecoa Kandung Antibiotik
JAKARTA, KOMPAS.com — Kecoa biasanya dilihat sebagai hewan yang membahayakan kesehatan, bisa ditemukan di tempat lembab dan hotel yang kotor.
Namun, para ilmuwan percaya bahwa mereka bisa memegang rahasia untuk memperlakukan serangga yang paling tangguh itu.
Menurut laporan Daily Mail, pengujian telah menemukan jaringan dari otak dan sistem saraf serangga bisa membunuh lebih dari 90 persen infeksi MRSA dan E-coli tanpa merugikan sel manusia.
Simon Lee, seorang peneliti pascasarjana dari University of Nottingham, mengatakan, kecoa memiliki sifat antibiotik yang kuat setelah menemukan sembilan molekul yang berbeda dalam jaringan kecoa yang beracun bagi bakteri.
"Kami berharap molekul akhirnya dapat dikembangkan menjadi obat untuk E-coli dan infeksi MRSA yang semakin rawan terhadap obat-obatan saat ini," katanya.
Antibiotik baru ini, menurut Kee, berpotensi memberikan alternatif lain untuk obat yang tersedia saat ini. Obat-obatan saat ini mungkin efektif, tetapi memiliki efek samping yang serius dan tidak diinginkan.
Dia menambahkan bahwa serangga sering hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan tidak higienis, di mana mereka menghadapi berbagai jenis bakteri. Oleh karena itu, logis cara-cara serangga mengembangkan pertahanan untuk melindungi diri terhadap mikro-organisme.
Penelitian Mr Lee difokuskan pada studi tentang sifat-sifat khusus dari molekul antibakteri yang saat ini sedang diuji pada serangga super tersebut.
Menurut Society for General Microbiology, industri farmasi menghasilkan lebih sedikit antibiotik baru karena kurangnya insentif keuangan sehingga permintaan tinggi untuk sumber-sumber alternatif obat baru.
Mr Lee akan memaparkan penemuannya di hadapan teman ilmuwan di pertemuan masyarakat musim gugur di University of Nottingham.
Dr Naveed Khan bertugas mengawasi kerja Lee. Dia berkata, "Serangga super seperti MRSA telah mengembangkan perlawanan terhadap standar terapi dan perawatan yang kami lakukan."
"Mereka telah menunjukkan kemampuan untuk infeksi yang tidak dapat diobati, dan telah menjadi ancaman utama dalam perjuangan kita melawan penyakit bakteri. Jadi, ada kebutuhan terus-menerus untuk menemukan sumber tambahan antimikroba baru untuk menghadapi ancaman ini."
Namun, para ilmuwan percaya bahwa mereka bisa memegang rahasia untuk memperlakukan serangga yang paling tangguh itu.
Menurut laporan Daily Mail, pengujian telah menemukan jaringan dari otak dan sistem saraf serangga bisa membunuh lebih dari 90 persen infeksi MRSA dan E-coli tanpa merugikan sel manusia.
Simon Lee, seorang peneliti pascasarjana dari University of Nottingham, mengatakan, kecoa memiliki sifat antibiotik yang kuat setelah menemukan sembilan molekul yang berbeda dalam jaringan kecoa yang beracun bagi bakteri.
"Kami berharap molekul akhirnya dapat dikembangkan menjadi obat untuk E-coli dan infeksi MRSA yang semakin rawan terhadap obat-obatan saat ini," katanya.
Antibiotik baru ini, menurut Kee, berpotensi memberikan alternatif lain untuk obat yang tersedia saat ini. Obat-obatan saat ini mungkin efektif, tetapi memiliki efek samping yang serius dan tidak diinginkan.
Dia menambahkan bahwa serangga sering hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan tidak higienis, di mana mereka menghadapi berbagai jenis bakteri. Oleh karena itu, logis cara-cara serangga mengembangkan pertahanan untuk melindungi diri terhadap mikro-organisme.
Penelitian Mr Lee difokuskan pada studi tentang sifat-sifat khusus dari molekul antibakteri yang saat ini sedang diuji pada serangga super tersebut.
Menurut Society for General Microbiology, industri farmasi menghasilkan lebih sedikit antibiotik baru karena kurangnya insentif keuangan sehingga permintaan tinggi untuk sumber-sumber alternatif obat baru.
Mr Lee akan memaparkan penemuannya di hadapan teman ilmuwan di pertemuan masyarakat musim gugur di University of Nottingham.
Dr Naveed Khan bertugas mengawasi kerja Lee. Dia berkata, "Serangga super seperti MRSA telah mengembangkan perlawanan terhadap standar terapi dan perawatan yang kami lakukan."
"Mereka telah menunjukkan kemampuan untuk infeksi yang tidak dapat diobati, dan telah menjadi ancaman utama dalam perjuangan kita melawan penyakit bakteri. Jadi, ada kebutuhan terus-menerus untuk menemukan sumber tambahan antimikroba baru untuk menghadapi ancaman ini."
Antibiotik Kacaukan Perut Anda
WASHINGTON, KOMPAS,com — Peran antibiotik yang ampuh membunuh kuman tak selalu bermanfaat bagi manusia. Karena nyatanya, mengonsumsi antibiotik juga dapat mengganggu keseimbangan mikroba baik yang hidup di dalam usus sehingga menyebabkan kondisi kesehatan menjadi tak terduga.
Berdasarkan penelitian Les Dethlefsen dan David Relman dari Universitas Stanford California, AS, terhadap pasien yang diberi ciprofloxacin terungkap bahwa antibiotik yang dikonsumsi menekan semua populasi bakteri menguntungkan. Setidaknya setiap pasien memerlukan waktu berbulan-bulan untuk pulih.
Penelitian yang diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini mendukung kebijaksanaan yang mengatakan bahwa antibiotik dapat merusak bakteri baik yang hidup di tubuh. Penelitian ini juga mendukung pentingnya pengembangan produk probiotik, termasuk yoghurt yang mengandung bakteri hidup.
Dalam riset selama sekitar 10 bulan, para ahli melibatkan tiga perempuan relawan dengan memberikan tablet antibiotik. Pemberian obat dilakukan dalam dua fase dengan setiap fase berlangsung selama lima hari. Kemudian, para peneliti melakukan tes DNA pada sampel tinja dari para relawan untuk menentukan jenis mikroba yang hidup dalam usus.
"Hasilnya, efek ciprofloxacin pada mikrobiota usus sungguh pesat. Selama sepekan setelah pemberian antibiotik, mereka kembali pada kondisi awal, tapi tidak sepenuhnya lengkap," kata Dethlefsen.
Hasil studi lain juga mendukung gagasan bahwa manusia dan hewan memiliki hubungan simbiosis dengan kuman. Mikroba dalam usus membantu mencerna makanan dan kuman baik dapat membuat jarak sehingga kuman buruk menjauh. "Distal usus manusia adalah salah satu ekosistem paling kompleks di planet ini," ungkap Dethlefsen.
Mematikan mikroba dapat memicu obesitas dan kemungkinan alergi. Riset lain juga menemukan bahwa Lactobacillus reuteri yang ditemukan dalam ASI dapat melindungi tubuh dari infeksi rotavirus.
Beberapa studi terbaru juga menemukan bakteri tertentu menyebabkan radang yang dapat memengaruhi nafsu makan serta kondisi peradangan usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis.
Menurut Dethlefsen, membunuh populasi bakteri dalam tubuh secara teratur dapat membantu mendorong penyebaran bakteri super yang resisten terhadap obat-obatan.
"Salah satu potensi percabangan yang dapat mengubah manusia adalah menambah gen yang kebal terhadap antibiotik. Setiap penggunaan antibiotik sama halnya seperti melempar dadu karena berpotensi memunculkan strain jahat yang mengganti bakteri baik," tandasnya.
Penulis: M01-10
Berdasarkan penelitian Les Dethlefsen dan David Relman dari Universitas Stanford California, AS, terhadap pasien yang diberi ciprofloxacin terungkap bahwa antibiotik yang dikonsumsi menekan semua populasi bakteri menguntungkan. Setidaknya setiap pasien memerlukan waktu berbulan-bulan untuk pulih.
Penelitian yang diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini mendukung kebijaksanaan yang mengatakan bahwa antibiotik dapat merusak bakteri baik yang hidup di tubuh. Penelitian ini juga mendukung pentingnya pengembangan produk probiotik, termasuk yoghurt yang mengandung bakteri hidup.
Dalam riset selama sekitar 10 bulan, para ahli melibatkan tiga perempuan relawan dengan memberikan tablet antibiotik. Pemberian obat dilakukan dalam dua fase dengan setiap fase berlangsung selama lima hari. Kemudian, para peneliti melakukan tes DNA pada sampel tinja dari para relawan untuk menentukan jenis mikroba yang hidup dalam usus.
"Hasilnya, efek ciprofloxacin pada mikrobiota usus sungguh pesat. Selama sepekan setelah pemberian antibiotik, mereka kembali pada kondisi awal, tapi tidak sepenuhnya lengkap," kata Dethlefsen.
Hasil studi lain juga mendukung gagasan bahwa manusia dan hewan memiliki hubungan simbiosis dengan kuman. Mikroba dalam usus membantu mencerna makanan dan kuman baik dapat membuat jarak sehingga kuman buruk menjauh. "Distal usus manusia adalah salah satu ekosistem paling kompleks di planet ini," ungkap Dethlefsen.
Mematikan mikroba dapat memicu obesitas dan kemungkinan alergi. Riset lain juga menemukan bahwa Lactobacillus reuteri yang ditemukan dalam ASI dapat melindungi tubuh dari infeksi rotavirus.
Beberapa studi terbaru juga menemukan bakteri tertentu menyebabkan radang yang dapat memengaruhi nafsu makan serta kondisi peradangan usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis.
Menurut Dethlefsen, membunuh populasi bakteri dalam tubuh secara teratur dapat membantu mendorong penyebaran bakteri super yang resisten terhadap obat-obatan.
"Salah satu potensi percabangan yang dapat mengubah manusia adalah menambah gen yang kebal terhadap antibiotik. Setiap penggunaan antibiotik sama halnya seperti melempar dadu karena berpotensi memunculkan strain jahat yang mengganti bakteri baik," tandasnya.
Penulis: M01-10
Bakteri Saling Mengorbankan Diri Hadapi Gempuran Obat
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Boston, Terbentuknya koloni bakteri super bisa digambarkan dengan semboyan gugur satu tumbuh seribu. Dalam proses itu, bakteri yang sudah lebih dulu kebal akan akan mati-matian menghadapi antibiotik dan memberi kesempatan bakteri lain membentuk kekebalan sendiri.
Sebelum terbentuk sebuah koloni bakteri super, awalnya hanya ada beberapa bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Bakteri kebal yang jumlahnya tidak banyak inilah yang akan pasang badan ketika menghadapi gempuran obat.
Bakteri-bakteri kebal tersebut akan melepas senyawa indol, yakni senyawa organik yang berperan dalam kekebalan sel. Senyawa ini memberi kemampuan bagi bakteri untuk bertahan hidup di lingkungan yang kejam akibat adanya tekanan dari antibiotik.
Bagi banyak bakteri lain di dalam koloni tersebut, lepasnya senyawa ini merupakan sinyal untuk membentuk pertahanan sendiri terhadap antibiotik. Namun bagi si bakteri super sendiri, terlepasnya indol akan melemahkan kekebalan dan tak jarang membuatnya mati saat menghadapi serangan antibiotik.
Ketika bakteri super melemah atau mati, sebagian bakteri lain sudah mempunyai kekebalan sendiri sehingga bisa menghadapi antibiotik. Sebagian lainnya memang mati, namun yang bertahan akan berkembangbiak dan menghasilkan koloni bakteri super yang sudah tidak mempan lagi terhadap antibiotik yang sama.
Dikutip dari Dailymail, Senin (6/9/2010), mekanisme ini terungkap secara tidak sengaja oleh tim ahli dari Boston University. Sebenarnya peneliti hanya ingin mengamati bagaimana bakteri super dapat bertahan dan kemudian berkembang biak membentuk koloni baru setelah yang lainnya mati.
"Ternyata beberapa di antara bakteri super itu mati, namun sejumlah bakteri super lainnya terbentuk setelah bakteri super yang pertama mengorbankan diri," ungkap Prof James Collins, pakar mokrobiologi yang memimpin penelitian tersebut.
Secara alami bakteri memang melepas senyawa indol dalam kadar tertentu sebagai bentuk pertahanan diri saat menghadapi ancaman. Pemberian antibiotik akan menghentikan pelepasan tersebut, dan membuat bakteri melemah kemudian mati.
Menurut Prof James, temuan ini membuktikan bahwa bakteri hidup sebagai komunitas dan tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri. Dengan pemahaman ini maka pengembangan antibiotik perlu dilakukan melalui studi di tingkat populasi, bukan hanya di tingkat organisme.
Boston, Terbentuknya koloni bakteri super bisa digambarkan dengan semboyan gugur satu tumbuh seribu. Dalam proses itu, bakteri yang sudah lebih dulu kebal akan akan mati-matian menghadapi antibiotik dan memberi kesempatan bakteri lain membentuk kekebalan sendiri.
Sebelum terbentuk sebuah koloni bakteri super, awalnya hanya ada beberapa bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Bakteri kebal yang jumlahnya tidak banyak inilah yang akan pasang badan ketika menghadapi gempuran obat.
Bakteri-bakteri kebal tersebut akan melepas senyawa indol, yakni senyawa organik yang berperan dalam kekebalan sel. Senyawa ini memberi kemampuan bagi bakteri untuk bertahan hidup di lingkungan yang kejam akibat adanya tekanan dari antibiotik.
Bagi banyak bakteri lain di dalam koloni tersebut, lepasnya senyawa ini merupakan sinyal untuk membentuk pertahanan sendiri terhadap antibiotik. Namun bagi si bakteri super sendiri, terlepasnya indol akan melemahkan kekebalan dan tak jarang membuatnya mati saat menghadapi serangan antibiotik.
Ketika bakteri super melemah atau mati, sebagian bakteri lain sudah mempunyai kekebalan sendiri sehingga bisa menghadapi antibiotik. Sebagian lainnya memang mati, namun yang bertahan akan berkembangbiak dan menghasilkan koloni bakteri super yang sudah tidak mempan lagi terhadap antibiotik yang sama.
Dikutip dari Dailymail, Senin (6/9/2010), mekanisme ini terungkap secara tidak sengaja oleh tim ahli dari Boston University. Sebenarnya peneliti hanya ingin mengamati bagaimana bakteri super dapat bertahan dan kemudian berkembang biak membentuk koloni baru setelah yang lainnya mati.
"Ternyata beberapa di antara bakteri super itu mati, namun sejumlah bakteri super lainnya terbentuk setelah bakteri super yang pertama mengorbankan diri," ungkap Prof James Collins, pakar mokrobiologi yang memimpin penelitian tersebut.
Secara alami bakteri memang melepas senyawa indol dalam kadar tertentu sebagai bentuk pertahanan diri saat menghadapi ancaman. Pemberian antibiotik akan menghentikan pelepasan tersebut, dan membuat bakteri melemah kemudian mati.
Menurut Prof James, temuan ini membuktikan bahwa bakteri hidup sebagai komunitas dan tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri. Dengan pemahaman ini maka pengembangan antibiotik perlu dilakukan melalui studi di tingkat populasi, bukan hanya di tingkat organisme.
Subscribe to:
Posts (Atom)