Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Thursday, December 8, 2011

Dua Umar dan Gempa Bumi

Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, "Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.'' Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!"

Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, "Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!"

Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab bisa, merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mengundang bencana.

Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.

Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, 'Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian'.''

Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri, Amma ba'du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya."

"Allah berfirman, 'Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang." (QS Al-A'laa [87]:14-15). Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi."

"Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, 'Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi'. Dan katakanlah doa Yunus AS, 'La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim'."

Jika saja kedua Umar ada bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan "teguran" Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan. Maka, sebelum Allah menegur kita lebih keras, inilah saatnya kita menjawab teguran-Nya. Labbaika Ya Allah, kami kembali kepada-Mu. Wallahu a'lam.

Sumber: Ahmad Syahirul Alim Lc

Donor ASI dari Sudut Pandang Islam

KOMPAS.com — Rasanya tidak ada yang menyangkal bahwa air susu ibu atau ASI merupakan makanan ideal bagi bayi yang tidak tergantikan oleh susu formula. Oleh karena itu, sejak lahir hingga berusia enam bulan, bayi hendaknya hanya mengonsumsi ASI. Komposisi nutrien yang terkandung di dalam ASI sangat tepat dan ideal untuk tumbuh kembang bayi, selain juga memenuhi kebutuhan dasar anak akan kasih sayang dan stimulasi.

Namun, karena satu dan lain hal, tak sedikit para ibu yang tidak dapat menyusui bayinya, terutama bayi prematur, karena produksi ASI belum maksimal. Di lain pihak, banyak para ibu yang memiliki ASI berlimpah sehingga sayang untuk dibuang dan memilih untuk mendonorkannya.

Dari segi kesehatan, sebelum berbagi ASI perlu diperhatikan kemungkinan terjadinya penularan penyakit. Karena itu, sebelum mendonorkan ASI-nya, seseorang perlu melakukan skrining ada tidaknya penyakit, seperti hepatitis, HIV/AIDS, atau TBC. Para ibu yang menderita penyakit tersebut dilarang untuk mendonorkan ASI. Di negara maju, sebelum diberikan, ASI donor secara rutin di- pasteurisasi sehingga relatif aman.

Dalam pandangan Islam, bayi yang mendapat ASI dari ibu lain sebetulnya bukan hal baru. Menurut Ustazah Faizah Ali, Nabi Muhammad SAW pun memiliki ibu susu. Yang perlu diperhatikan adalah terjadinya hubungan anak antara anak yang mendapatkan ASI dan ibu yang memberikan ASI-nya.

"Anak yang mendapat ASI dari donor sama hukumnya dengan anak kandung, yaitu mahrom, tetapi bukan dalam hal ahli waris. Begitu juga anak-anak si ibu susu menjadi saudara sepersusuan anak-anak tersebut sehingga jatuh hukum tahrim atau haram kawin," kata Faizah dalam acara talkshow yang diadakan oleh AIMI dalam acara "Breastfeeding Fair" di Jakarta, Jumat (14/5/2010).

Mengenai hukum pemberian donor ASI ini, ada beberapa mazhab. "Empat mazhab menyebutkan, apa pun cara pemberiannya, baik disusui langsung atau diperah, meski cuma diberikan satu kali, tetap memberi dampak hukum adanya hubungan mahrom," urai salah satu anggota Komisi Fatwa MUI itu.

Namun, beberapa ulama modern memberikan batasan lima kali pemberian susu yang terpisah, mengenyangkan anak sehingga membentuk tulang dan menumbuhkan daging. "Menurut ijtihad tersebut, bila hanya diberikan satu sampai dua kali, tidak menimbulkan hukum mahrom," imbuh Faizah.

Ia mengaskan, keputusan untuk mendonorkan ASI dikembalikan pada individu masing-masing, mau berpegang pada landasan mazhab yang mana saja. "Tetapi untuk amannya, lebih baik dibuat catatan siapa yang kita donorkan ASI dan lebih baik dilanjutkan dengan hubungan silaturahim. Sejak jauh-jauh hari anak juga diberi tahu kalau ia saudara sesusu sehingga terhindar dari kemungkinan adanya haram perkawinan," katanya.

Mengenai cara pemberian, Faizah merekomendasikan agar diberikan langsung atau disusui langsung. "Ikatan batinnya lebih kuat jika anak disusui langsung dari payudara ibunya. Selain itu, komposisi ASI yang diberikan langsung juga mungkin lebih baik daripada yang sudah diperah dan disimpan dalam kulkas," ujarnya.

Penulis: AN

Makkah Menuju Pusat Waktu Dunia

Pemerintah Arab Saudi sedang mewujudkan proyek ambisius untuk mengganti Greenwich Mean Time (GMT) sebagai pusat waktu dunia. Sebuah menara jam raksasa yang lima kali lebih besar dari Big Ben di London berdiri kokoh di kota Makkah. Jam raksasa yang terletak di puncak menara Abraj Al-Bait tersebut jarum jamnya mulai berdetak sejak Kamis (12/8/2010).

Tidak hanya menara, kompleks tersebut juga diisi dengan hotel, mal dan pusat konferensi yang megah. Para pembuatnya mengklaim bangunan ini lima kali lebih besar dibandingkan dengan menara Big Ben di London dan menjadikannya gedung nomor dua tertinggi di dunia setelah menara Burj Khalifa di Dubai.

Menara jam bernama "Royal Clock Tower" ini berbentuk kubus empat sisi. Diameter jam mencapai 40 meter, mengalahkan jam terbesar sebelumnya yang menjadi atap Cevahir Mall di Turki dengan diameter 35 meter.

Waktu yang digunakan oleh jam tersebut adalah Arabia Standard Time, tiga jam lebih dulu jika dibandingkan dengan GMT.

Harapan pemerintah Arab Saudi tentang menara ini bukan hanya sebagai penunjuk waktu. Namun, ada ambisi kuat untuk menjadikan Makkah sebagai titik pusat dunia, menggantikan Greenwich.

"Menjadikan waktu Makkah untuk menggantikan Greenwich Mean Time. Inilah tujuan akhir kita," ujar Mohammed al-Arkubi, salah satu manajer hotel di kompleks tersebut, seperti dilansir Telegraph.

Sejak 125 tahun lalu, komunitas internasional telah menyepakati Greenwich yang terletak di sebelah tenggara London sebagai wilayah yang dijadikan ukuran awal waktu dunia karena dilalui titik nol derajat. Penentuan titik ini penting untuk mempermudah ukuran waktu perjalanan dan komunikasi antar-negara.

Namun, bagi Arab Saudi, Makkah dianggap lebih tepat sebagai episentrum dunia. Kota suci umat muslim tersebut diklaim sebagai wilayah tanpa kekuatan magnetik oleh peneliti Mesir seperti Abdel-Baset al-Sayyed.

"Itulah mengapa ketika seseorang berpergian ke Makkah atau tinggal di sana, mereka tinggal lebih lama dan lebih sehat karena hidupnya lebih sedikit dipengaruhi oleh gravitasi," jelas al-Sayyed.

Siapakah TUHAN mu ?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kita diciptakan Allah SWT hanya semata mata adalah untuk beribadah .

Kita sudah mengucapkan dua kalimat syahadat .

Kita sudah berikrar bahwa tiada TUHAN selain Allah SWT .

Benarkah itu...? mari kita lihat...

Tuhan adalah suatu yang kita SEMBAH dan PUJA , kita TAKUTI , kita PRIORITAS kan ,

dan mampu MEMAKSA kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai .

Allah SWT paling tidak bisa di DUA kan , menduakan Allah SWT berarti syirik dan itu

dosa tidak berampun .

Dalam hidup kita , apakah yang kita sembah dan prioritaskan ?

Uangkah ? Nilaikah ? Statuskah ? Surgakah ? Kesenangankah ? Egokah ?

Nama besarkah ? semua ...kah... kah yang lain selain Allah SWT .

Ingat , IBADAH adalah segala tindak perbuatan kita yang dilakukan hanya semata mata

KARENA ALLAH SWT , tidak ada pamrih apapun .

Jadi pertanyaan utama , SIAPAKAH TUHAN MU ...?

Ingat , di akhirat kita tidak bisa berbohong .

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kang Dicky

Segala puji hanya bagi Allah SWT

Segala puji hanya bagi Allah SWT

Mengapa….?

Mengapa kalimat ini diucapkan ketika mendapat kesenangan ?

Mengapa kalimat ini diucapkan ketika mendapat kemudahan ?

Mengapa kalimat ini diucapkan ketika mendapat uang ? status ? bantuan ?

Mengapa tidak diucapkan ketika Allah SWT memperkuat diri kita dengan musibah ?

Mengapa tidak diucapkan ketika Allah SWT memperkuat diri kita dengan kesedihan ?

Mengapa tidak diucapkan ketika Allah SWT memperkuat diri kita dengan ketidakberdayaan ?

Kemunduran ? Kejatuhan ? Kehancuran ? Kemelaratan ? Kesakitan ? Kehilangan ? Fitnah ?

Segala puji hanya bagi Allah SWT

Mengapa…?

Mengapa kita selalu haus pujian ?

Mengapa kita selalu merasa berhak untuk dipuji ?

Mengapa kita selalu berlomba dan bersusah payah untuk dipuji ?

Mengapa kita berusaha mengubah diri untuk dipuji ?

Mengapa kita mengkondisikan anak agar selalu dipuji dan terpuji ?

Mengapa segala yang melekat dengan diri kita harus selalu dipuji ?

Segala puji hanya bagi Allah SWT

DIA – lah yang memiliki segala pujian

DIA – lah yang Maha Sempurna dan Maha Tinggi dengan segala pujiannya

Hanya DIA – lah yang berhak dipuji dan pemilik segala pujian

Apakah pantas manusia mendapatkan pujian dari sesama manusia ?

Kang Dicky

Orang tua yang meminta harta kepada anak

Orang tua yang meminta harta kepada anaknya baik itu untuk urusan mendesak atau tidak biasanya jika tidak di beri maka akan marah dan sumpah serapah atau membuka aib anaknya kepada orang lain.

Apakah prilaku itu dibenarkan? tentu tidak bukan.
Orang tua merasa berhak atas apa yang diperoleh oleh anaknya karena mereka yang sudah membesarkan, mendidik dari kecil hingga bisa sukses. Anak selalu jadi yang tersalahkan karena prilakunya ini dan anak itu di cap sebagai anak durhaka.


Sejauh mana peranan orang tua dalam mendidik anak?

Orang tua merasa mereka telah mendidik anak secara benar tapi kenyataan mereka hanya memasukkan anak kedalam instansi pendidikan yang cenderung jauh dari agama dan mereka menjadi manusia yang kurang didikan bukan kurang ajaran.

Anak selalu diajarkan untuk nurut kepada keinginan orang tua, lalu instansi pendidikan membuat anak nurut pada kurikulum sedangkan anak itu sendiri mereka punya keinginan dan kemampuan yang berbeda dari mereka itu semua tapi apakah mereka mendengarkan atau mereka hanya ingin mendengarkan apa yang mereka inginkan?

WAJAR jika anak akan jadi kurang didikan sehingga mereka akan mengacuhkan orang tua, bicara tidak sopan, sentak dan marahin orang tua.

WAJAR jika anak jadi individualisme, egois, mendahulukan ego, SELF SERVICE, bangga dan sombong karena siapa? ORANG TUA

WAJAR jika orang tua memetik apa yang dia tanam.

Untuk mengajarkan seseorang atau anak kecil ilmu itu mudah tidak lebih dari 1 menit tergantung juga sih pada banyaknya hanya untuk mendidik seseorang atau anak untuk menguasai 1 ilmu sederhana sedalam mungkin butuh seumur hidup seorang pengajar atau minimal sampai mereka bisa mendalaminya sendiri tanpa harus dibantu seorang pendidik atau pendamping.

Pendidikan apa sih yang harusnya tertanam di benak anak?
Pendidikan agar mereka menurut kepada Allah SWT dengan menjadi diri mereka sendiri.
Kalau anak itu kita ajarkan bahwa dia harus memberikan uang dan menyenangkan orang tua maka orang tua itu berhasil menjadikan anaknya sebagai budak penghasil uang tapi anak tidak akan peduli kepada oarng lain.

Kalau anak itu kita ajarkan bahwa dia harus memberikan uang untuk menolong orang lain maka orang tua itu berhasil menjadikan anaknya sebagai orang yang baik selalu menolong dan akan berdampak juga jika orang tuanya kesusahan maka anak itu akan menolong mereka tapi anak itu belum tentu akan menjalankan kehendak Allah SWT.

Kalau anak itu kita ajarkan bahwa dia harus memberikan uang untuk menolong orang lain karena Allah memerintahkan kita untuk menolong sesama manusia atau bahwa harta dan anak itu ialah ujian atau manusisa itu tidak memiliki apapun semuanya adalah milik ALlah maka orang tua itu berhasil menjadikan anaknya sebagai orang yang baik selalu menolong dan juga bertakwa kepada Allah SWT akan berdampak juga jika orang tuanya kesusahan maka anak itu akan menolong mereka dan anak itu sudah tentu akan menjalankan kehendak Allah SWT.

Manakah dari ketiga pilihan itu yang anda ingin kerjakan atau anda memiliki pilihan anda sendiri silahkan pilih, hidup itu pilihan....

Pada level didikan maka ajaran - ajaran itu terus dilakukan perulangan dan juga di berikan pemahaman kalau tidak diberikan pemahaman maka itu merupakan suatu pendokrinan dan membuat anak itu sendiri lemah dalam pemikirannya dan mudah sekali mengikuti arus yang penting kesenangannya terpenuhi.

Posisi anak :
Jika kita tahu orang tua kita mengajarkan atau mendidik kita dengan sesuatu yang gak bagus maka kita tidak perlu menyalahkan mereka, kita kasih tahu informasinya tanpa harus memaksa mereka mengikuti apa yang kita mau. Ada jembatan di antara anak dan orang tua yaitu ego.

Salahkan saja diri kita sendiri kenapa selama ini kita
malaaaaaaas Berfikir, malaaaaaaas mengupdate otak, sayangkan otak yang begitu mahal di sia - siakan.

Kita usahakan pelajaran buruk yang menimpa kita cukup hanya kita saja yang mengalami dan pada generasi kebawahnya kita berikan yang terbaik untuk masa depan mereka.

kafir

Perjalanan peradaban manusia pd akhirnya mengantar zaman kepada "evolusi sosial" dalam kehidupan. Uang adalah sebuah benda dari hasil evolusi peradaban barter. Keberadaan uang seharusnya menjadi media perpanjangan tangan Tuhan dalam mempermudah kehidupan manusia yg terjadi atas penyesuaian zaman. Namun ternyata seiring perjalanan itu pula keberadaan uang telah berevolusi menjadi "Tuhan"..

Menurut saya uang bukanlah benda yg haram, namun akan menjadi haram pd saat kita menempuh cara buruk untuk memperolehnya. Dan faktanya keberadaan uang telah pula digunakan iblis sebagai media penyesatan terhadap manusia, dan jika ditelaah lebih dalam lagi ternyata keadaan ini telah terjadi cukup lama ber-generasi2..

Makna sesungguhnya dari kata "kafir" :

Kata Kafir adalah suatu bahasa filosof yg kalau diselami benar sesungguhnya makna dari kata "kafir" adalah "jahat". Contoh orang kafir adalah orang-orang yang sekarang ini berada di penjara. Para pembunuh, perampok, penipu, pencuri, koruptor, dll.

Seluruh ajaran Tuhan melalui agama-Nya senantiasa mengajarkan kita akan Kebaikan, Kejujuran dan Kedamaian, maka jelas sudah para penjahat itu adalah org kafir sesungguhnya yg menampikkan ajaran Tuhan..

Dan kita telah berada dlm zaman dimana sudah terbentuknya lembaga yg mengatasi orang kafir/jahat tersebut dalam sebuah sistem pemerintahan (contoh : kepolisian, hakim, jaksa, dll). Dan orang kafir/jahat adalah musuh bersama, yang bisa terdapat dalam agama apapun juga..

Sangat disayangkan akan kebiasaan akan makna dari kata ini yang sebegitu bias nya sehingga terkadang membuahkan sentimen keagamaan yang seharusnya tidak terjadi..


Makna sesungguhnya dari kata "berhala" :

Berhala = Benda yang di tuhan kan (?)

Kata Berhala adalah suatu bahasa filosof yang membutuhkan pengkajian dalam menterjemahkan makna sesungguhnya. Namun ternyata zaman telah mengarahkan persepsi akan pernyataan tersebut menjadi sesuatu yg teramat jauh dari maksud sesungguhnya tentang kata itu.

Dalam sekejab otak kita tercuci bahwa kajian dari kata Berhala adalah :

Berhala = Benda yg di tuhan kan = benda yg menjadi tuhan = uang

Demi uang, manusia menjadi pembunuh, perampok, penipu, pencuri, koruptor, dll. Demi uang sisi kemanusiaan seolah terlupakan. Demi uang seolah kita rela brbuat apa saja. Demi uang kita berani melanggar segala peraturan Allah tentang Kebaikan, Kejujuran, dan Kedamaian. Dan para "penyembah berhala" bisa terdapat dalam agama apapun juga..

Mari berpikir lebih cerdas dari iblis. Iblis dengan segala kelicikan dan tipu dayanya menyusup melalui persepsi yang diselewengkan ke-makna-an nya..

Sangat disayangkan akan kebiasaan akan makna dari kata ini yang sebegitu bias nya sehingga terkadang membuahkan sentimen keagamaan yg seharusnya tidak terjadi..

sumber:http://forum.detik.com/showthread.php?t=84325

Jasad Nabi Muhammad SAW Pernah Akan Dicuri

Percaya gak, klo ternyata jasad nabi Muhammad SAW pernah terusik dan nyaris di curi oleh orang kafir laknatullah. Sebelum akhirnya Allah menyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi tercinta. Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat islam ini terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi AL-Madinah Al Munawaroh.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar orang yang berziarah ke masjid Nabawi pasti tak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Mereka berbondong-bondong menuju makam sang nabi Fenomenal itu. Untuk sekedar melihat atau berdoa.

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa dinasti Abbasiyah di Baghdad dimana kondisi umat Islam yang semakin melemah dan berdiri beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. Tentunya hal ini tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang nasrani yang merasa kesempatan emas mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh ada di depan mata. Karena ternyata diketahui diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji. Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW.

Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah.

Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu

Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah.

Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar: “ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam.

Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW.

Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud.

Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?”

Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.

Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat.

Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad.

Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya.

Nabi Sulaiman as dan Burung Hudhud


Ketika Nabi Sulaiman menyadari bahwa karunia Allah yang diberikan kepada beliau sangat besar, kini beliau tampak ingin mencoba seberapa besar kekuatan kerajaannya dalam memberi makan makhluk di seluruh persada ini. Di samping itu, beliau ingin bershadaqah kepada mereka.

Pada kesempatan yang dirasakan amat memungkinkan, beliau bermunajat kepada Allah, “Ya Allah, hendaklah Engkau memberi kesempatan kepada hamba-Mu yang lemah ini untuk memberi makan para makhluk-Mu barang sebulan saja!”

Hal ini langsung dijawab Allah, “Wahai Sulaiman, engkau tidak akan mampu menanggung rezeki mereka dalam jangka itu.” Begitu jawaban yang diterima beliau.

“Kalau begitu, hendaklah Engkau izinkan memberi rezeki mereka barang seminggu saja,” begitu pinta beliau masih belum puas.

“Engkau juga tidak akan mampu, wahai Sulaiman,” sahut Allah lebih lanjut.

Tetapi, Nabi Sulaiman tetap mendesak, “Kalau begitu, izinkan untuk memberi makan mereka dalam satu hari saja!”

“Engkau tetap tidak akan mampu, Sulaiman,” jawab Allah swt.

Mendapat jawaban ini, Nabi Sulaiman hanya garuk-garuk kepala, kemudian memaksakan diri bermunajat pada kali yang terakhir, “Ya Allah, berilah izin hamba-Mu untuk memberi makan mereka, kendati barang sehari.”

Menyadari atas kenekatan Nabi Sulaiman, Allah pun memberi izin kepada beliau untuk mencobanya agar ia tahu seberapa kekuatan kerajaannya itu.

Mendapat izin ini, hati Nabi Sulaiman amatlah lega. Segera saja beliau mengumpulkan para prajurit yang terdiri dari bangsa jin dan manusia agar mereka segera mendatangkan berbagai bahan makanan, baik yang akan dikonsumsi bangsa jin, manusia, ataupun binatang. Didatangkan pula berbagai lauk dari seluruh penjuru dunia, baik berupa sapi, kerbau, ataupun domba-domba yang siap untuk disembelih.

Setelah bahan makanan beserta lauk-pauknya dirasakan siap, mereka segera diperintahkan untuk memasang periuk-periuk besar yang mampu untuk menanak nasi dalam jumlah besar. Periuk itu tidak cukup diletakkan di atas tanah, namun harus diletakkan sedemikian rupa, sehingga untuk menuangkan bahan makanan saja diperlukan tangga yang cukup tinggi. Lauk-pauk pun segera dimasak dengan rempah yang mengundang selera.

Setelah dirasakan siap, seluruh makanan itu dihamparkan di atas alas di tanah lapang yang luasnya sepanjang mata memandang, sehingga diperkirakan jaraknya adalah sama dengan jarak dua bulan perjalanan. Beliau memilih tempat yang amat strategis, sehingga akan mudah dijangkau oleh seluruh makhluk, baik yang berada di lautan ataupun di daratan. Dalam hal ini, diperintahkannya pula angin shiba agar bertiup sedang untuk menjaga agar makanan itu tidak basi.

Setelah semuanya dirasakan siap, Allah pun bertanya kepada Nabi Sulaiman, “Wahai Sulaiman, siapa yang lebih dahulu engkau kehendaki untuk menyantap hidanganmu, apakah dari bangsa jin, manusia, atau binatang?”

“Ya Allah, aku menginginkan, hendaklah, binatang samudera yang lebih dahulu menyantap hidanganku ini,” jawab Nabi Sulaiman dengan sopannya.

Ketika itu, Allah segera memberitahu kepada seluruh binatang laut bahwa rezeki mereka pada hari itu bukan lagi Allah yang memberi, namun ditanggung oleh hamba-Nya yang bernama Sulaiman.

Pagi-pagi sekali, seekor ikan samudera yang sangat besar bergerak menuju kerajaan Nabi Sulaiman untuk mendapatkan rezekinya. Ia diperintahkan Allah untuk menyantap hidangan itu terlebih dahulu sebelum ikan-ikan yang lebih kecil. Setelah ikan besar itu bertemu Nabi Sulaiman, ia berkata, “Wahai Nabi Sulaiman, aku mendengar bahwa rezekiku hari ini tidak ditanggung Allah lagi, namun engkau yang menanggung. Adakah berita itu benar?”

Menyadari datangnya binatang sebesar itu, hati Nabi Sulaiman mulai ragu, adakah rezeki yang dipersiapkan itu bisa mencukupi? Bagaimana jika jumlah binatang seperti itu mencapai puluhan, bahkan ratusan? Dengan tubuh yang mulai lesu, Nabi Sulaiman mempersilakan binatang itu untuk mulai menyantap hidangannya. Segera saja, binatang itu bergerak mendekati hidangan yang diperkirakan beliau cukup untuk seluruh makhluk. Namun apa yang terjadi? Binatang itu segera saja melahap hidangan tersebut mulai dari permulaan sampai habis seluruhnya dalam sekejap mata. Bahkan, setelah itu, ia masih berteriak-teriak, “Wahai Nabi Sulaiman, aku belum kenyang, makanan itu hanya menempati sebagian ruangan di perutku. Untuk itu, hendaklah engkau menambah lagi!”

Mendapatkan permintaan seperti ini, Nabi Sulaiman marah besar sembari mengatakan, “Wahai binatang yang tidak mengerti aturan, betapa banyak makanan yang kamu habiskan, betapa rakus dan tamaknya dirimu, sehingga makhluk lain tak mendapatkan bagian.”

Mendapat jawaban seperti ini, sang binatang segera menyergah, “Betapa tidak pantas ucapan sang tuan rumah. Hendaklah engkau ketahui, wahai Nabi Sulaiman, bahwa porsi makananku setiap hari adalah tiga kali lipat dari apa yang engkau sediakan, sehingga engkaulah penyebab utama hari ini aku kelaparan. Engkau ceroboh, wahai Nabi Sulaiman.”

Mendapat jawaban seperti itu, Nabi Sulaiman pun langsung bersujud kepada Allah atas ketidakmampuan beliau memberi rezeki para Makhluk-Nya. Setelah itu, beliau segera bermunajat kepada Allah:

“Ya Allah, mulai detik ini, tanggung jawabku memberi makan para makhluk-Mu aku kembalikan kepada-Mu, maafkanlah kecerobohanku, dan segera teimalah permohonanku ini sebelum para makhluk-Mu ramai-ramai menuntut rezeki mereka kepadaku, Engkau Maha Suci, ya Allah.”

Tepat ketika Nabi Sulaiman bermunajat seperti itu, burung Hudhud sedang berada di dekatnya. Ia tidak kasihan melihat nabinya merintih dan berdoa mengembalikan mandat memberi rezeki kepada Sang Pencipta, bahkan ia tampak riang gembira, sebagai tanda mendapatkan akal untuk bercengkerama dengan Nabi Sulaiman agar dukanya segera terobati. Tiba-tiba saja Hudhud berkata, “Wahai Nabiyullah, aku sangat ingin membahagiakan hati Baginda hari ini!”

Mendapat tawaran ini, Nabi Sulaiman segera berkata, “Apa yang akan engkau lakukan, wahai Hudhud, untuk mengobati hatiku yang sedang duka ini?”

“Aku ingin menjamu Baginda barang sehari saja,” jawab Hudhud lagi.

“Adakah hidanganmu itu engkau khususkan untuk diriku, atau beserta para prajuritku?” sambung Nabi Sulaiman lebih lanjut.

Dengan bangganya Hudhud mengatakan, “Bahkan Baginda beserta seluruh prajurit dan rakyat Baginda, baik yang terdiri dari bangsa jin, manusia, ataupun binatang lain selain diriku.”

Maka, antara Nabi Sulaiman dan Hudhud pun segera membuat kesepakatan dan menentukan hari untuk menyantap jamuan yang disediakan Hudhud itu.

Setelah dirasakan siap, prajurit Nabi Sulaiman beserta rakyatnya pun bergerak menuju arah yang ditunjukkan Hudhud yang tampaknya menuju ke tepi lautan. Setelah rombongan ini berada di dekat laut, segera saja Hudhud menyambar seekor belalang dengan paruhnya, kemudian ia mencekiknya hingga mata belalang tersebut melotot dan kemudian mati. Lalu dilemparkannya belalang tersebut ke laut. Setelah itu Hudhud berkata, “Wahai Nabi Allah, hendaklah Baginda segera menyantap hidangan yang telah aku sediakan berupa daging. Dan, barangsiapa tidak kebagian, ia bisa menyantap kuahnya.”

Mendapat akal-akalan Hudhud ini, Nabi Sulaiman hanya tertawa lebar, menyadari bahwa ulah beliau bermunajat kepada Allah untuk memberi rezeki para makhluk-Nya kini ditirukan oleh Hudhud dengan kelicikannya.

——————————————————————————————————————————————————

“Makin bertambah ilmuku maka aku mengenal (mengetahui) kebodohanku.” (Pepatah)

——————————————————————————————————————————————————


(Sumber: Imam Ahmad Ibnu Nizar, “Nabi Sulaiman dan Burung Hudhud”, Yogyakarta: DIVA Press, Cet. I, Mei 2009, hal. 19-25)

Sultan Mehmed II Penakluk Konstantinopel dan Vlad Dracula

(Makalah ini disampaikan dalam bedah buku Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib” di auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM Oleh: Ragil Nugroho)

Membongkar Sebuah Kebohongan

Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.

Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?

Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia , keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman-sebagai wakil Islam-dan Kerajaan Honggaria-sebagai wakil Kristen-semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia . Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel- benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.

Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantain terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara-yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:

“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatakan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”

Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:

“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal.”

Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab.

Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri.

Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania , Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.


Bram Stroker, Pengarang Cerita Dracula
Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat-khususny a umat Islam sendiri-yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.

Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka-pahlawan dari pihak Islam-dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.


Sultan Mehmed II (Wikipedia)
Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Ialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dimungkiri oleh Barat. Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.


Utusan Sultan Mehmed II di Kastil Vlad Dracul (Wikipedia)
Selain yang telah dipaparkan di atas, buku “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat hal-hal yang selama tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula yang lainnya.

Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan yang lain-politik, ekonomi, budaya, dll. Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini-walaupun masih merupakan langkah awal-bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah karena ternyata penjajahan sejarah itu begitu nyata ada di depan kita.

Wikipedia pun mengkonfirmasikan eksistensi historis Dracula yang membantai ribuan Muslim dengan cara menusuk/mensula (impale)

Wednesday, December 7, 2011

How to say?


assalamu'alaikum request to all muslim......

Don't say " mosque" say "masjid" because islam people has found that "mosque" = "mosquitos".

Don't write "mecca" write corectly "makkah" because "mecca"= house of wines.

Don't write "mohd" write complitly as "muhammad" because "mohd" the dog with big mouth.

Don't write "4JJl"write "allah SWT" because "4JJl" for judas jesus isa almasih.

If you want to cut "assalamu'alaikum" say "asslm" not "ass" ass= donkey.

Pleace forward it 2 more muslim.

Kecepatan Cahaya


Presentasi ini adalah tentang bagaimana KECEPATAN CAHAYA KECEPATAN GELOMBANG ELEKTROMAGHNETIK KECEPATAN YANG TERCEPAT DI JAGAT RAYA INI yaitu 299279.5 Km/det bisa ditentukan/dihitung dengan tepat berdasar informasi dari dokumen yang sangat tua.

Mungkin anda pernah tahu bahwa konstanta C, atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusi berikut:
• US National Bureau of Standards C = 299792.4574 + 0.0011 km/det
• The British National Physical Laboratory C = 299792.4590 + 0.0008 km/det
• Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar
”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik".

Tapi anda seharusnya tahu bahwa konstanta C bisa dihitung/ditentukan secara tepat menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14 abad silam. Al Quran, kitab suci umat Islam. Penemu hitungan ini adalah seorang ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab ElNaby.

Dalam Alquran dinyatakan:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu."(32:5)

”Dialah (Allah) yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)" (10:5)

”Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar dalam garis edarnya" (21:33).

Berdasar ayat-ayat tersebut diatas, terutama ayat yang terakhir (ayat 32:5)
dapat disimpulkan bahwa :
Jarak yang dicapai Sang urusan selama satu hari sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan
C . t = 12000 . L

dimana : C = kecepatan Sang urusan
t = waktu selama satu hari
L = panjang rute edar bulan selama satu bulan

Berbagai sistem kalender telah diuji, namun “Sistem kalender bulan sidereal” menghasilkan nilai C yang persis sama dengan nilai C yang sudah diketahui melalui pengukuran.

Ada dua macam sistem kalender bulan:
1. Sisyem sinodik, didasarkan atas penampakan semu gerak bulan dan matahari dari bumi.
1 hari = 24 jam
1 bulan = 29.53059 hari

2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.
1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik
1 bulan = 27.321661 hari

  

Perhatikan posisi bulan setelah 29.52 hari. Bulan kembali ke posisi semula tepat pada garis lurus antara matahari dan bumi. Periode ini disebut “satu bulan sinodik”.

Selanjutnya perhatikan rute bulan selama satu bulan sidereal Rutenya bukan berupa lingkaran seperti yang mungkin anda bayangkan melainkan berbentuk kurva yang panjangnya L = v . T

Dimana: v = kecepatan bulan
               T = periode revolusi bulan
                   = 27.321661 hari

a=27.321661 days/ 365.25636 days * 360o = 26.92848o

Sebuah catatan tentang kecepatan bulan (v)Ada dua tipe kecepatan bulan : 1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan rumus berikut: ve = 2 . p . R / T

dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km
              T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam2.

Jadi ve = 2 * 3.14162 * 384264 km / 655.71986 jam = 3682.07 km/jam

Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan.Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan yang pertama dengan cosinus a, sehingga: v = Ve * Cos a.

Dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal
a = 26.92848o

Jadi:
C . t = 12000 . L
C .t = 12000 . v . T
C . t = 12000 . ( ve . Cos a ) . T
C = 12000 . ve . Cos a . T / t
C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 det
C = 299792.5 km/det

Ingat !  L = v . T
Ingat !  v = ve . Cos a
Ingat ! ve = 3682.07 km/jam
               a = 26.92848o
              T = 655.71986 jam
               t = 86164.0906 det

Bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan dengan nilai C (kecepatan cahaya) yang sudah diketahui !
Nilai C hasil perhitungan C = 299792.5 Km/det
® US National Bureau of Standards C = 299792.4574 + 0.0011 km/det
® The British National Physical Laboratory  C = 299792.4590 + 0.0008 km/det
® Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar Nilai C hasil pengukuran
“Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik "

Dengan nama Allah yang Maha pengasih Maha penyayang
Alif Lam Mim. Turunnya kitab ini tanpa keraguan padanya, dari Rabb semesta.

Tetapi mengapa mereka mengatakan:"Ia (Muhammad saw) mengada- adakannya". Sebenarnya ini adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelummu; agar mereka mendapat petunjuk.

Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam periode, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.

Al quran 32: 1-5

Kesimpulan (dari Artikel Prof Elnaby)
“Perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta C hasil pengukuran selama ini dan juga mnunjukkan kebenaran AlQuranul karim sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah Sang pencipta alam semesta.”

Referensi:

Elnaby, M.H., 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM

Fix, John D.1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier, 1st edition, Mosby-Year Book, Inc., St Louis, Missouri

The Holy Quran online, http://islam.org/mosque/quran.htm

semoga bermanfaat

mobil sebagai cobaan


Apa bedanya mobil kita dengan bombongkar‭?
keduanya memiliki roda,‭ ‬setir,‭ ‬berjalan,‭ ‬kita duduk disitu tapi bedanya bombongkar itu pake koin dan mobil itu pake pematik api‭ "‬starter‭" ‬dan mahal pula. Kita sering bangga dengan mobil yang kita kendarai.‭ ‬Kita duduk disana melihat orang berjalan.‭ ‬Berkendara dengan penuh musik‭ ‬dan kenyamanan.‭ ‬Mobil dipake untuk pulang kampung sebagai tanda kita sudah mampu.‭ ‬Berjalan-jalan keliling kota dan banyak lagi tapi dimanakah ibadah yang kita lakukan dengan mobil itu‭?

Pada saat kita beli mobil saja pernahkah kita terfikir ibadah apa yang bakal kita kerjakan dengan mobil itu. Anggaplah mobil kita bagus atau satu-satunya alias antiq maka kita cuci mobil itu dan menjaganya.‭ ‬Kita berlaku demikian karena takut mobil kita hilang,‭ ‬keindahannya hilang dan apabila catnya lecet atau tergores maka harus di cat ulang dengan biaya yang mahal.

Coba fikirkan ayat AL quran dibawah ini:

Dan ketahuilah,‭ ‬bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. An Anfaal‭ ‬:‭ ‬28

Kita punya mobil itu merupakan suatu cobaan,‭ ‬cobaan itu suatu musibah.‭ ‬Kenapa kita tidak mengatakan‭ ‬"Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun‭" ?

kita sering sekali menjadi budak dari harta kita.‭ ‬Kita dikuasai harta bukan harta yang kita kuasai.‭ ‬Kecintaan kita membuat kita melakukan hal-hal yang berlebihan dan tidak memiliki nilai ibadah.‭ ‬Kalau saja kita menyadari bahwa itu merupakan suatu cobaan maka bagaimana kita memperingan cobaan kita itu saat dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT‭?

gunakan untuk kemasalahatan umat,‭ ‬seperti pakai untuk kerja,‭ ‬mengantar orang lain,‭ ‬dan hal-hal lain tanpa melihat untung dan rugi.‭ ‬Kita akan sangat merugi jikalau mobil itu hanya sebagai status.‭ ‬Setiap pagi hanya dipakai untuk memanaskan mesin.‭ ‬Adapula beberapa tokoh negara kita yang mengkoleksi mobil mewah jadi dimanakah ibadahnya‭?

Bagaimana tanggung jawab kita dihadapan ALlah SWT‭?

Meninggal atau mati….?

Meninggal atau mati….?

Mati adalah suatu peristiwa dimana terhentinya “proses hidup”

Mati bisa berlaku pada “apapun”

Tetapi mati tidak berlaku pada “siapapun”

Mati tidak berlaku pada manusia

Manusia tidak memiliki terhentinya proses hidup

Manusia hanya memiliki satu proses transformasi yang disebut “Meninggal”

Meninggal ….kan kepompong yang bernama “jasad”

Kepompong yang merepotkan karena selalu ingin yang “enak – enak”

Kepompong yang harus selalu di urus untuk dimintai “pertanggungjawaban”

Manusia akan ber-transformasi sementara di alam penantian menjadi “ wujud lain”

Dan akan ditransformasikan kembali menjadi utuh ketika akan di “hisab”

Selamat menghadapi hidup……

Karena manusia akan terus hidup

Kang Dicky

Yaa Umi...

Yaa Umi….

Yaa Umi…kami adalah anak - anak mu

Yaa Umi…kami adalah ujian bagi mu

Yaa Umi…Siapakah Tuhan kami…? Siapakah Tuhan kami…? Siapakah Tuhan kami…?

Yaa Umi…Engkaukah Tuhan kami ? Karena kami harus selalu mengikuti keinginan mu ?

Yaa Umi…Engkaukah Tuhan kami ? Karena menentukan masa depan kami ?

Yaa Umi…Engkaukah Tuhan kami ? Karena merasa lebih mengerti kami dari Sang Pencipta ?

Yaa Umi…Engkaukah Tuhan kami ? Karena merasa mengerti yang terbaik untuk kami ?

Yaa Umi…Engkaukah Tuhan kami ? Karena surga di bawah telapak kaki mu ?

Yaa Umi…Engkaukah Tuhan kami ? Karena memiliki kalimah ampuh berbunyi “ Durhaka “ ?

Yaa Umi…Engkaukah Tuhan kami ? Karena merasa memiliki kami ?

Yaa Umi…Ajarkanlah “siapa Tuhan kami” , janganlah mengajarkan “apa Tuhan kami”

Yaa Umi…Masukilah dunia kami janganlah memaksa kami memasuki dunia mu

Yaa Umi…Kami tidak pernah mengerti dunia mu , Kami hanya mengerti kodrat Kami

Yaa Umi…Ketidakmengertian Kami engkau beri nama Nakal…Bandel…Kurang Ajar

Yaa Umi…Ketidakpatuhan kami pada kehendakmu engkau beri nama Durhaka

Yaa Umi…Kami hanya mengerti “contoh” …… Kami tidak mengerti “ajaran”

Yaa Umi….Yaa Umi….Yaa Umi….Yaa Umiiiiiiiiiiii…………………..

SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI MU

SEJAUH MANAKAH ENGKAU MEWUJUDKANNYA…..?

Kang Dicky

Monday, November 14, 2011

Apa yang harus aku lakukan hari ini‭?


Begitulah judul artikel ini,‭ ‬terkadang kita bingung apa lagi yang harus dan akan kita lakukan.‭ ‬Kebingungan kita malah membuat diri kita stress.‭ ‬Sebagian orang yang mampu akan melakukan main game,‭ ‬chatting,‭ ‬nontong tv,‭ ‬dengar radio dan lain-lain.

Kita kerjakan hal-hal sepele,‭ ‬hanya untuk menghabiskan waktu.‭ ‬Satu sisi kita melihat orang seperti ini sibuk tapi tidak menghasilkan apa-apa.‭ ‬Dunia seolah dalam genggaman,‭ ‬tidur dikasur,‭ ‬melamun,‭ ‬bekerja hanya untuk mendapatkan kesenangan.‭ ‬Pekerjaan tanpa visi ialah pekerjaan sia-sia.‭ ‬Biasanya kita berprinsip bahwa hidup mengalir bagaikan air.‭ ‬Coba lihat diri kita yang mengalir seperti ikan di air,‭ ‬tidak tahu akan dibawa kemana,‭ ‬tidak punya tujuan yang jelas dan menyesal di kemudian hari.‭ ‬Perhatikan hadis ini,

Rasulullah menyatakan bahwa tanda baik keislaman seseorang adalah dengan meninggalkan perbuatan yang sia-sia‭ (‬HR Turmudzi‭)

Katakanlah:‭ "‬Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya‭?"

Yaitu orang-orang yang telah‭ ‬sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini,‭ ‬sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Al Kahfi‭ ‬103-104

Tetapkan tujuanmu lalu zero mind khan dan kerjakan.

Semoga Bermanfaat.

Thariq bin Ziyad, Sang Penakluk Spanyol


Setelah wafatnya Rasulullah SAW, ajaran Islam menyebar dengan cepatnya ke seluruh penjuru dunia. Di Eropa, ajaran Islam berangkat dari Afrika Utara dan masuk melalui Spanyol.

Kisah masuknya Islam ke Spanyol tak bisa dilepaskan dari sosok heroik Thariq bin Ziyad, yang ditugaskan Gubernur Afrika Utara Musa bin Nushair. Menurut catatan, Thariq dilahirkan pada 15 November 689, dan merupakan budak yang dimerdekakan oleh Musa bin Nushair.

Alkisah, penugasan untuk Thariq didasarkan atas kondisi Spanyol yang tengah dilanda konflik antara sesama penganut Kristen. Raja Roderick yang berkuasa saat itu memaksakan ajaran Trinitas yang dianutnya kepada umat Nasrani Aria. Sementara Nasrani Aria meyakini Nabi Isa adalah semata-mata utusan Allah.

Roderick pun dikenal dengan kekejamannya. Dia menerapkan pajak tinggi bagi rakyat, serta menyuburkan pelecehan terhadap kaum perempuan. Kondisi itulah yang membuat banyak penduduk Spanyol eksodus ke Afrika, yang ketika itu dipimpin pemerintahan Islam.

Salah satu dari warga yang eksodus adalah Gubernur Ceuta, Julian, yang putrinya, Florinda, dinodai oleh Roderick. Kepada Musa bin Nushair, Julian meminta agar Spanyol dibebaskan dari penindasan Roderick.

Pada Ramadan 92 Hijriyah, bertepatan dengan 711 Masehi, Thariq bin Ziyad tiba di Spanyol untuk misi dakwah. Namun ajakan dakwah tersebut mendapatkan respons yang tidak baik dari Roderick.

Tak banyak pasukan yang dibawa Thariq ketika itu. Menurut catatan, hanya ada 12.000 orang, sementara tugas penaklukan yang dibebankan tidaklah mudah. Terlebih, jumlah pasukan Visigothic ketika itu mencapai 100.000.

Perbedaan jumlah kekuatan itu tak membuat Thariq mundur. Dia malah memerintahkan kapal-kapal yang membawa pasukannya dibakar. Keputusan Thariq itu jelas menimbulkan tanda tanya. Namun dalam pidatonya, Thariq kembali membakar semangat prajurit Islam untuk terus maju berjuang:

"Di belakang kita ada lautan luas, di hadapan kita pasukan musuh. Jadi, kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya dua pilihan, menaklukkan negeri ini dan menetap di sini serta mengembangkan Islam, atau kita semua binasa (syahid)?".

Namun kemenangan berpihak kepada pasukan Islam, yang mengalahkan pasukan Roderick di Bakkah. Selanjutnya giliran kota-kota seperti Cordova, Granada, dan Toledo ditaklukkan. Toledo ketika itu merupakan ibu kota Kerajaan Visigothic,.

Untuk menandakan kesuksesan Thariq, bukit di pantai tempat pendaratannya lalu diberi nama Jabal Thariq, yang kini dikenal dengan nama Gibraltar. Bahkan Thariq dianggap sebagai salah satu komandan militer terpenting dalam sejarah Iberia.

Setelah penaklukan oleh Thariq, Islam menyebar dengan cepat. Bahkan kota-kota semacam Andalusia dan Cordova ketika itu menjadi pusat peradaban dunia.

Dari Spanyol Islam memasuki Austria. Selanjutnya pada akhir abad 1800, ajaran Islam semakin meluas di tanah Eropa.

Nurfajri Budi Nugroho - Okezone

Saladin


Nama Salahuddin Ayyubi identik dengan Perang Salib. Panglima perang dengan kepemimpinan yang bijak itu adalah pahlawan besar Islam, yang juga dihormati di dunia Barat.

Saladin, begitu dia dikenal di Barat, adalah pejuang Kurdi dari Tikrit (utara Irak saat ini) yang hidup pada 1138-1193. Dia menyatukan kembali Mesir, Suriah, dan Mesopotamia (Irak), serta terkenal dengan kesuksesannya mengusir Pasukan Salib Eropa keluar dari Yerusalem. Pasukan Salib adalah manifestasi pertama imperialisme Eropa.

Saladin dilahirkan dari keluarga Kurdi yang terkemuka. Pada malam kelahiran Saladin, ayahnya, Najm ad-Din Ayyub, mengumpulkan keluarganya dan pindah ke Aleppo. Di sana, ayahnya mengabdi kepada Imaduddin Zangi bin Aq Sonqur, gubernur Turki yang berkuasa di Suriah utara.

Tumbuh di Balbek dan Damaskus, Saladin awalnya tak berbeda dengan anak muda kebanyakan, lebih banyak mempelajari agama daripada memperoleh latihan militer. Namun, panglima perang bernama asli Salahuddin Yusuf ini mempersatukan dan memimpin dunia Muslim pada 1187, merebut kembali Yerusalem untuk Muslim setelah mengalahkan Raja Yerusalem dalam Perang Hattin di dekat Danau Galilee.

Ketika pasukannya memasuki kota Yerusalem, mereka tidak diizinkan untuk membunuh orang sipil, merampok, atau menghancurkan kota. Menjelang penyerbuan ke Yerusalem itu, Saladin memberi kesempatan kepada penguasa Kristen untuk mempersiapkan diri agar bisa melawan pasukannya dengan terhormat. Saladin pun tak menjadikan warga Nasrani sebagai budak, melainkan malah membebaskan sebagian besar mereka.

Kebaikan hati Saladin ini bertolak belakang ketika Pasukan Salib dari Eropa merebut Yerusalem pada 1099. Saat itu 70 ribu orang Muslim di Yerusalem dibantai, sementara sisa-sisa warga Yahudi digiring ke sinagog dan dibakar.

Orang-orang Kristen dari barat Eropa terheran-heran dengan kesuksesan Saladin merebut Yerusalem. Paus Gregory VIII kemudian memerintahkan pasukan salib yang lain untuk mendapatkan kembali Yerusalem untuk Kristiani. Ini adalah awal Perang Salib Ketiga. Perang ini dipimpin oleh Richard I (Richard the Lionheart), Kaisar Frederick Barbarossa dari Jerman, dan Raja King Philip II dari Prancis. Mereka adalah tiga tokoh penting di barat Eropa. Perang ini berlangsung antara 1189-1192.

Saladin dan Richard the Lionheart adalah dua nama yang mendominasi kisah-kisah Perang Salib. Salah satu kisah yang membuktikan kelembutan hati Saladin adalah ketika Richard jatuh sakit di tengah-tengah masa pertempuran. Bukannya memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang, Saladin justru mengirimkan dokter untuk Richard, juga buah pir yang dikemas dalam salju.

Itulah Saladin. Selain dikagumi di kalangan Muslim, dia memiliki reputasi besar di kalangan Kristen Eropa. Kisah perang dan kepemimpinannya banyak ditulis dalam puisi dan sastra Eropa, salah satunya adalah The Talisman (1825) karya Walter Scott.

Sepanjang berjuang, Saladin selalu membawa sebuah peti yang tertutup rapat. Banyak yang menyangka isi peti itu adalah batu permata atau barang-barang berharga lainnya. Namun, ketika Saladin wafat pada 4 Maret 1193 dan peti itu dibuka, ditemukan sehelai surat wasiat dan kain kafan, serta segumpal tanah.

Dalam suratnya Saladin berpesan, "Kafankanlah aku dengan kain kafan yang pernah dibasaih air zam-zam ini, yang pernah mengunjungi Kakbah yang mulia dan makam Rasulullah. Tanah ini adalah sisa-sisa perang. Buatlah kepalan untuk alas kepalaku di dalam kubur."

Nurfajri Budi Nugroho - Okezone

Abu Dzar, Pembasmi Korupsi Pecinta Kaum Papa


Di Lembah Waddan yang menghubungkan Makkah dan dunia luar, tinggallah suku Ghifar. Suku itu hidup mengandalkan sedikit pemberian kafilah perdagangan Quraisy yang melintas antara Syam (kini Suriah) dan Makkah.

Sering pula mereka hidup dengan menggerebek kafilah yang tidak memenuhi kebutuhan mereka. Jundub bin Junadah alias Abu Dzar adalah anggota suku tersebut. Dia dikenal karena keberanian, ketenangan, pemikiran yang jauh, dan juga kebenciannya pada pemujaan berhala.

Suatu ketika, saat dia berada di gurun Waddan, kabar tentang hadirnya seorang nabi baru di Makkah sampai ke telinganya. Dia sangat berharap kehadiran sosok nabi itu akan membantu mengubah hati dan pikiran masyarakat dan membawa mereka keluar dari kegelapan takhayul.

Tanpa banyak membuang waktu, dia memanggil saudara lelakinya, Anis, dan berkata kepadanya: "Pergilah ke Makkah dan carilah informasi apapun yang kamu bisa mengenai lelaki yang mengklaim dialah rasul dan wahyu datang kepadanya dari surga. Dengarkan apa yang dia katakan, dan ceritakan kembali kepadaku."

Anis pergi ke Makkah dan bertemu Nabi Muhammad SAW. Dia mendengarkan apa yang dikatakan, dan kembali ke gurun Waddan. Abu Dzar yang tak sabar langsung menanyakan ucapan sang nabi.

"Saya telah melihat seorang lelaki," lapor Anis. "Dia menyeru orang-orang untuk berbuat baik. Kata-katanya jelas, dan bukan syair."

"Apa yang orang bilang tentang dia?" tanya Abu Dzarr.

"Mereka bilang dia adalah seorang penyihir, tukang ramal, dan penyair."

"Keingintahuanku belum terpuaskan. Aku belum puas dengan hal ini. Maukah kau menjaga keluargaku ketika aku pergi dan menguji misi nabi ini?".

"Ya, tapi hati-hati dengan penduduk Makkah".

Singkat cerita, tibalah Abu Dzar di Makkah dan langsung jatuh cinta dengan ajaran Muhammad. Dia menjadi orang kelima (kisah lain menyebut keenam) yang pertama-tama masuk Islam. Tanpa keraguan bahkan dia berani mendeklarasikan agama barunya di keramaian Kota Makkah, hingga membuatnya sempat dipukuli warga Makkah ketika itu.

Abu Dzar merupakan sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Saking cintanya, Abu Dzar menyebut Nabi Muhammad dengan panggilan "khalili", yang artinya sahabatku. Yang juga menonjol dari Abu Dzar adalah kecintaannya kepada kaum papa, hingga membuatnya dijuluki sebagai "bapak kaum fakir miskin".

Abu Dzar juga dikenal gigih memberantas korupsi semenjak pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab hingga Khalifah Utsman bin Affan. Ketika dia tinggal di Damaskus yang dipimpin Gubernur Muawiyah yang bergelimang kemewahan, Abu Dzar pernah berfatwa bahwa orang Muslim tidak boleh menyimpan harta lebih dari tiga malam. Harus segera diserahkan kepada fakir miskin yang mustahiq (yang berhak).

Abu Dzar memegang betul wasiat Rasulullah. Dalam hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik, suatu ketika Rasulullah menyapa Abu Dzar. Sambil memegang tangan Abu Dzar, Nabu berkata, "Wahai Abu Dzar! Sesungguhnya di antara kedua tanganmu ada bukit penghalang. Ia sukar untuk didaki, kecuali orang yang ringan bawaaannya".

Abu Dzar bertanya "Wahai Nabi, apakah aku termasuk yang ringan atau berat bawaanku?" Nabi bertanya, "Adakah kau punya makanan untuk besok pagi?" Dijawab ada. "Untuk lusa?" Abu menjawab, tidak ada! Nabi bertutur, "Andai kau punya makanan untuk lusa. Niscaya termasuk orang yang berat bawaannya".

Nurfajri Budi Nugroho - Okezone

Percakapan Khadijah dan Waraqah bin Naufal


MUHAMMAD sedang tidur. Khadijah menatapnya dengan hati penuh kasih dan harapan.

Setelah dilihatnya ia tidur nyenyak, nyenyak dan tenang sekali, ditinggalkannya orang itu perlahan-lahan. Ia keluar, dengan pikiran masih pada orang itu, orang yang pernah menggoncangkan hatinya. Pikirannya pada hari esok, pada hari yang akan memberikan harapan baik kepadanya. Harapannya, suami itu akan menjadi nabi atas umat yang kini tengah hanyut dalam kesesatan. Ia akan membimbing mereka dengan ajaran agama yang benar serta akan membawa mereka ke jalan yang lurus.

Tetapi, sungguh pun begitu, menghadapi masa yang akan datang, ia merasa kuatir sekali, khawatir akan nasib suami yang setia dan penuh kasih-sayang itu. Dibayangkannya dalam hatinya apa yang telah diceritakan kepadanya itu. Dibayangkannya itu malaikat yang begitu indah, yang memperlihatkan diri di angkasa, setelah menyampaikan wahyu Tuhan kepadanya dan yang kemudian memenuhi seluruh ruangan itu.

Selalu dia melihat malaikat itu ke mana saja dia mengalihkan muka. Khadijah masih mengulangi kata-kata yang dibacakan dan sudah terpateri dalam dada Muhammad itu.

Semua itu dibentangkan kembali oleh Khadijah di depan mata hatinya. Kadang terkembang senyum di bibir, karena suatu harapan; kadang kecut juga rasanya, karena takut akan nasib yang mungkin akan menimpa diri Al-Amin kelak.

Tidak tahan dia tinggal seorang diri lama-lama. Pikirannya berpindah-pindah dari harapan yang manis sedap kepada kesangsian dan harap-harap cemas. Terpikir olehnya akan mencurahkan segala isi hatinya itu kepada orang yang sudah dikenalnya bijaksana dan akan dapat memberikan nasihat.

Untuk itu, kemudian dia pergi menjumpai saudara sepupunya (anak paman), Waraqah bin Naufal. Seperti sudah disebutkan, Waraqah adalah seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bibel dan sudah pula menerjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Ia menceritakan apa yang pernah dilihat dan didengar Muhammad dan menceritakan pula apa yang dikatakan Muhammad kepadanya, dengan menyebutkan juga rasa kasih dan harapan yang ada dalam dirinya.

Waraqah menekur sebentar, kemudian berkata: "Maha Kudus Ia, Maha Kudus. Demi Dia yang memegang hidup Waraqah. Khadijah, percayalah, dia telah menerima Namus Besar seperti yang pernah diterima Musa. Dan sungguh dia adalah Nabi umat ini. Katakan kepadanya supaya tetap tabah."

Pada umumnya kata 'namus besar' (an-namus'l-akbar) oleh beberapa penulis yang datang kemudian diberi anotasi, bahwa kata namus berarti 'Jibril.'

Khadijah pulang. Dilihatnya Muhammad masih tidur. Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas, bercampur harap dan cemas. Dalam tidur yang demikian itu, tiba-tiba ia menggigil, napasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Ia terbangun, manakala didengarnya malaikat datang membawakan wahyu kepadanya:

"Wahai orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmu pun bersihkan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu." (QS 74:1-7)

Dipandangnya ia oleh Khadijah, dengan rasa kasih yang lebih besar. Didekatinya ia perlahan-lahan seraya dimintanya, supaya kembali ia tidur dan beristirahat.

"Waktu tidur dan istirahat sudah tak ada lagi, Khadijah," jawabnya. "Jibril membawa perintah supaya aku memberi peringatan kepada umat manusia, mengajak mereka, dan supaya mereka beribadat hanya kepada Allah. Tapi siapa yang akan kuajak? Dan siapa pula yang akan mendengarkan?"

Khadijah berusaha menenteramkan hatinya. Cepat-cepat ia menceritakan apa yang didengarnya dari Waraqah tadi. Dengan penuh gairah dan bersemangat sekali kemudian ia menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu. Sudah sewajarnya apabila Khadijah cepat-cepat percaya kepadanya. Ia sudah mengenalnya benar. Selama hidupnya laki-laki itu selalu jujur, orang berjiwa besar ia dan selalu berbuat kebaikan dengan penuh rasa kasih-sayang. Selama dalam tahannuth, dilihatnya betapa besar kecenderungannya kepada kebenaran, dan hanya kebenaran semata-mata. Ia mencari kebenaran itu dengan persiapan jiwa, kalbu, dan pikiran yang sudah begitu tinggi, membubung melampaui jangkauan yang akan dapat dibayangkan manusia, manusia yang menyembah patung dan membawakan kurban-kurban ke sana; mereka yang menganggap bahwa itu adalah tuhan yang dapat mendatangkan bencana dan keuntungan. Mereka membayangkan, bahwa itu patut disembah dan diagungkan.

Wanita itu sudah melihatnya betapa benar ia pada tahun-tahun masa tahannuth itu. Juga ia melihatnya betapa benar keadaannya tatkala pertama kali ia kembali dari Hua Hira', sesudah kerasulannya. Ia bingung sekali. Dimintanya oleh Khadijah, apabila malaikat itu nanti datang supaya diberitahukan kepadanya.

Bilamana kemudian Muhammad melihat malaikat itu datang, didudukannya ia oleh Khadijah di paha kirinya, kemudian di paha kanan dan di pangkuannya. Malaikat itupun masih juga dilihatnya. Khadijah menghalau dan mencampakkan tutup mukanya. Waktu itu tiba-tiba Muhammad tidak lagi melihatnya. Khadijah tidak ragu lagi bahwa itu adalah malaikat, bukan setan.

Sesudah peristiwa itu, pada suatu hari Muhammad pergi akan mengelilingi Kakbah. Di tempat itu Waraqah bin Naufal menjumpainya. Sesudah Muhammad menceritakan keadaannya, Waraqah berkata: "Demi Dia Yang memegang hidup Waraqah. Engkau adalah Nabi atas umat ini. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pemah disampaikan kepada Musa. Pastilah kau akan didustakan orang, akan disiksa, akan diusir dan akan diperangi. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahuiNya pula."

Lalu Waraqa mendekatkan kepalanya dan mencium ubun-ubun Muhammad. Muhammad pun segera merasakan adanya kejujuran dalam kata-kata Waraqah itu, dan merasakan pula betapa beratnya beban yang harus menjadi tanggungannya.

Sekarang ia jadi memikirkan, bagaimana akan mengajak kaum Quraisy supaya turut beriman; padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. Mereka bersedia berperang dan mati untuk itu. Ditambah lagi mereka masih sekeluarga dan sanak famili yang dekat.

Sungguh pun begitu, tetapi mereka dalam kesesatan. Sedang apa yang dianjurkannya kepada mereka, itulah yang benar. Ia mengajak mereka, agar jiwa dan hati nurani mereka dapat lebih tinggi sehingga dapat berhubungan dengan Allah Yang telah menciptakan mereka dan menciptakan nenek-moyang mereka; agar mereka beribadat hanya kepadaNya, dengan penuh ikhlas, dengan jiwa yang bersih, untuk agama. Ia mengajak mereka supaya mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan yang baik, dengan memberikan kepada orang berdekatan, hak-hak mereka, begitu juga kepada orang yang dalam perjalanan; agar mereka menjauhkan diri dari menyembah batu-batu yang mereka buat jadi berhala yang menurut dugaan mereka akan mengampuni segala dosa mereka dari perbuatan angkara-murka yang mereka lakukan, dari menjalankan riba dan memakan harta anak piatu.

Penyembahan mereka demikian itu membuat jiwa dan hati mereka lebih keras dan lebih membatu dari patung-patung itu. Ia memperingatkan mereka agar mereka mau melihat ciptaan Tuhan yang ada di langit dan di bumi; supaya semua itu menjadi tamsil dalam jiwa mereka serta kemudian menyadari betapa dahsyat dan agungnya semua itu. Dengan kesadaran demikian mereka akan memahami kebesaran undang-undang Ilahi yang berlaku di langit dan di bumi.

Selanjutnya, dengan ibadatnya itu akan memahami pula kebesaran Al Khalik Pencipta alam semesta ini, Yang Tunggal, tiada bersekutu. Dengan demikian mereka akan lebih tinggi, akan lebih luhur Mereka akan diisi oleh rasa kasih-sayang terhadap mereka yang belum mendapat petunjuk Tuhan, dan akan berusaha ke arah itu. Mereka akan berlaku baik terhadap semua anak piatu, terhadap semua orang yang malang dan lemah. Ya! Ke arah itulah Tuhan memerintahkannya, supaya ia mengajak mereka.

Akan tetapi, itu jantung yang sudah begitu keras, jiwa yang sudah begitu kaku, sudah jadi kering dalam menyembah berhala seperti yang dilakukan oleh nenek-moyang mereka dahulu. Di tempat itu mereka berdagang, dan membuat Mekah menjadi pusat kunjungan penyembah berhala! Akan mereka tinggalkankah agama nenek-moyang mereka dan mereka lepaskan kedudukan kota mereka yang berarti suatu bahaya bilamana sudah tak ada lagi orang yang akan menyembah berhala? Lalu bagaimana pula akan membersihkan jiwa serupa itu dan melepaskan diri dari noda hawa-nafsu, hawa-nafsu yang akan menjerumuskan mereka, sampai kepada nafsu kebinatangannya, padahal dia sudah memperingatkan manusia supaya mengatasi nafsunya, menempatkan diri di atas berhala-berhala itu? Kalau mereka sudah tidak mau percaya kepadanya, apalagi yang harus ia lakukan? Inilah yang menjadi masalah besar itu.

Nurfajri Budi Nugroho - Okezone