Showing posts with label paru. Show all posts
Showing posts with label paru. Show all posts
Friday, December 23, 2011
Asap Rokok Sebabkan Perubahan Gen Lebih Besar ke Perokok Pasif
New York City, Bertambah lagi dampak negatif asap rokok bagi perokok pasif. Penemuan terbaru menemukan bahwa asap rokok dapat menyebabkan perubahan gen bagi perokok pasif yang lebih banyak dari pada si perokok.
Ilmuwan dari Weill Cornell Medical College, New York City, menemukan bahwa adanya perubahan aktivitas genetik pada orang non-perokok yang dipicu oleh paparan asap rokok dari perokok aktif.
Ini adalah untuk pertama kalinya, peneliti dapat menunjukkan alasan biologis yang menyebabkan terjadi perubahan aktivitas gen pada perokok pasif.
Tim peneliti menyelidiki 121 partisipan yang terdiri dari perokok aktif dan orang yang tidak pernah merokok. Untuk mempelajari aktivitas genetik, peneliti mengambil sampel sel saluran napas dari partisipan.
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa kelompok non-perokok (kadang-kadang merokok atau tidak pernah merokok sama sekali) mengalami perubahan aktivitis sel sebanyak 34 persen, sedangkan perokok aktif mengalami 11 persen perubahan gen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan genetik pada partisipan non-perokok lebih besar ketimbang pada perokok aktif. Dan perubahan gen ini merupakan langkah awal menuju berbagai macam penyakit paru-paru.
Penurunan dalam fungsi paru-paru dikaitkan dengan kanker atau penyakit obstruktif kronik paru-paru, yaitu ketidakmampuan paru-paru untuk mengambil udara, yang berawal dari kerusakan sel.
Sel-sel saluran napas yang melapisi bronkus dari trakea sampai ke alveoli kecil jauh di dalam paru-paru, merupakan sel pertama yang terkena dampak asap rokok, baik asap yang dihirup langsung oleh perokok aktif maupun yang dihirup oleh perokok pasif.
"Yang menarik bagi saya adalah bagaimana sel-sel paru-paru sensitif terhadap setiap asap rokok," ujar Dr Ronald Crystal, pemimpin studi, seperti dilansir dari Time, Senin (23/8/2010).
Menurut Crystal, pada perubahan gen ini bisa saja terjadi secara permanen dan tidak dapat diperbaiki.
Dengan temuan terbaru ini, diharapkan dapat memperkuat pesan kesehatan masyarakat tentang bahaya asap rokok, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif.
"Tidak ada yang aman dengan asap rokok, baik bagi perokok maupun orang-orang disekitarnya," tutur Dr Norman Edelman, kepala medis dari American Lung Association.
Merry Wahyuningsih - detikHealth
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
Berhenti Merokok, Manfaatnya Langsung Terasa
Kompas.com — Merokok itu berbahaya, bukan hanya karena berhubungan dengan kanker paru, tapi juga karena merokok adalah faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskuler. Akibat buruk yang kumulatif karena rokok seharusnya jadi alasan yang tepat untuk berhenti merokok.
Meski Anda sudah jadi perokok cukup lama, berbagai penelitian menegaskan, masih ada kemungkinan pemulihan kerusakan akibat merokok sebelumnya.
Dalam sebuah penelitian terhadap 1.500 perokok, diketahui setahun setelah berhenti merokok, terjadi perbaikan pada pembuluh arteri yang disebabkan oleh asap rokok yang terhirup. Ini berarti, risiko terkena penyakit jantung koroner ikut menurun.
Meski para perokok yang sudah berpisah dari rokok tersebut mengalami sedikit kenaikan berat badan, sekitar 4 kg, diketahui kadar kolesterol baik dalam darah ikut meningkat. Demikian menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology.
Penelitian lain menunjukkan, setelah 15 tahun berhenti merokok, risiko Anda untuk terkena penyakit jantung hampir sama dengan mereka yang tidak pernah merokok.
Risiko untuk menderita penyakit-penyakit lain, seperti bronkitis, emfisema, dan kanker, juga berkurang. Selain itu, Anda juga akan tampak dan merasa lebih muda, selain lebih bersemangat, lebih tahan, lebih kuat, dan keriput Anda berkurang.
Inilah serangkaian perubahan tubuh yang akan terjadi begitu Anda memutuskan mematikan rokok 20 menit lalu. Perubahan yang baik untuk kesehatan ini akan berlanjut terus.
- 20 menit setelah berhenti merokok, denyut jantung menurun.
- 12 jam sesudahnya, kadar karbon monoksida dalam darah turun hingga menjadi normal.
- Dua minggu hingga 3 bulan setelah berhenti, risiko serangan jantung mulai turun. Fungsi paru mulai membaik.
- 1-9 bulan setelah berhenti, keluhan batuk-batuk dan sulit bernapas mulai berkurang.
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
Meski Anda sudah jadi perokok cukup lama, berbagai penelitian menegaskan, masih ada kemungkinan pemulihan kerusakan akibat merokok sebelumnya.
Dalam sebuah penelitian terhadap 1.500 perokok, diketahui setahun setelah berhenti merokok, terjadi perbaikan pada pembuluh arteri yang disebabkan oleh asap rokok yang terhirup. Ini berarti, risiko terkena penyakit jantung koroner ikut menurun.
Meski para perokok yang sudah berpisah dari rokok tersebut mengalami sedikit kenaikan berat badan, sekitar 4 kg, diketahui kadar kolesterol baik dalam darah ikut meningkat. Demikian menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology.
Penelitian lain menunjukkan, setelah 15 tahun berhenti merokok, risiko Anda untuk terkena penyakit jantung hampir sama dengan mereka yang tidak pernah merokok.
Risiko untuk menderita penyakit-penyakit lain, seperti bronkitis, emfisema, dan kanker, juga berkurang. Selain itu, Anda juga akan tampak dan merasa lebih muda, selain lebih bersemangat, lebih tahan, lebih kuat, dan keriput Anda berkurang.
Inilah serangkaian perubahan tubuh yang akan terjadi begitu Anda memutuskan mematikan rokok 20 menit lalu. Perubahan yang baik untuk kesehatan ini akan berlanjut terus.
- 20 menit setelah berhenti merokok, denyut jantung menurun.
- 12 jam sesudahnya, kadar karbon monoksida dalam darah turun hingga menjadi normal.
- Dua minggu hingga 3 bulan setelah berhenti, risiko serangan jantung mulai turun. Fungsi paru mulai membaik.
- 1-9 bulan setelah berhenti, keluhan batuk-batuk dan sulit bernapas mulai berkurang.
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
Gagamus

Paru-paru. Organ penting ini merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia. Khususnya berfungsi pada sistem pernapasan manusia. Bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen yang dibutuhkan manusia dan mengeluarkan karbondioksida yang merupakan hasil sisa proses pernapasan yang harus dikeluarkan dari tubuh, sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen tetap terpenuhi. Udara sangat penting bagi manusia, tidak menghirup oksigen selama beberapa menit dapat menyebabkan kematian. Itulah peranan penting paru-paru. Organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini memang mempunyai tugas yang berat, belum lagi semakin tercemarnya udara yang kita hirup serta berbagai bibit penyakit yang berkeliaran di udara termasuk UMBAKA (rokok)*. Ini semua dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paru.
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Thursday, December 8, 2011
Pasien Tewas Setelah Cangkok Paru-paru dari Donor Perokok
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
London, Seorang penderita cystic fibrosis meninggal dunia, beberapa bulan setelah menjalani transplantasi paru-paru. Ketika ditelusuri, paru-paru yang dicangkokkan ternyata berasal dari seorang perokok.
Lyndsey Scott, wanita berusia 28 tahun asal Inggris menjalani transplantasi tersebut pada bulan Februari 2009 setelah hampir 2 tahun menunggu ketersediaan donor. Sayangnya, hanya berselang 5 bulan wanita tersebut akhirnya tewas.
Dikutip dari Dailymail, Rabu (16/6/2010), keluarga Scott yang tengah berduka lantas menelusuri kasus itu melalui rekam medis. Belakangan terungkap, paru-paru yang dicangkokkan ternyata diambil dari seorang perokok berusia 30 tahun.
Ayah pasien malang ini, Allan Scott merasa sangat dirugikan karenanya. Ia menegaskan bahwa pihaknya pasti akan menolak seandainya tahu tahu sejak awal bahwa donor paru-parunya adalah seorang perokok.
"Bagi kami, dokter melakukan operasi besar seperti transplantasi kedua paru-paru tanpa memberi tahu terlebih dahulu fakta yang sebenarnya adalah hal yang tidak bisa dipahami," sesal Allan.
Sementara itu, British Transplant Society menilai bahwa kadang-kadang operasi lebih baik tetap dilakukan meski kondisi organ tidak ideal. Kelangkaan donor adalah alasan untuk mencangkokkan organ yang tidak sehat.
Kelainan pada lendir
Cystic fibrosis merupakan kelainan bawaan yang bisa memicu kerusakan paru-paru dan kekurangan nutrisi. Kelainan ini antara lain ditandai dengan produksi lendir yang kental dan lengket di pankreas dan terutama paru-paru.
Kelainan ini disebabkan oleh faktor genetis, sehingga lebih banyak terjadi pada ras tertentu seperti di wilayah Eropa Utara. Riwayat keluarga yang pernah mengalami kelainan ini juga merupakan faktor risiko.
Dikutip dari Mayo Clinic, Rabu (16/6/2010), gejala yang umumnya muncul pada penderita cystic fibrosis adalah sebagai berikut:
Batuk terus menerus
Napas sesak
Infeksi paru-paru yang berulang
Infeksi sinus yang berulang
Berat badan dan pertumbuhan badan rendah
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
London, Seorang penderita cystic fibrosis meninggal dunia, beberapa bulan setelah menjalani transplantasi paru-paru. Ketika ditelusuri, paru-paru yang dicangkokkan ternyata berasal dari seorang perokok.
Lyndsey Scott, wanita berusia 28 tahun asal Inggris menjalani transplantasi tersebut pada bulan Februari 2009 setelah hampir 2 tahun menunggu ketersediaan donor. Sayangnya, hanya berselang 5 bulan wanita tersebut akhirnya tewas.
Dikutip dari Dailymail, Rabu (16/6/2010), keluarga Scott yang tengah berduka lantas menelusuri kasus itu melalui rekam medis. Belakangan terungkap, paru-paru yang dicangkokkan ternyata diambil dari seorang perokok berusia 30 tahun.
Ayah pasien malang ini, Allan Scott merasa sangat dirugikan karenanya. Ia menegaskan bahwa pihaknya pasti akan menolak seandainya tahu tahu sejak awal bahwa donor paru-parunya adalah seorang perokok.
"Bagi kami, dokter melakukan operasi besar seperti transplantasi kedua paru-paru tanpa memberi tahu terlebih dahulu fakta yang sebenarnya adalah hal yang tidak bisa dipahami," sesal Allan.
Sementara itu, British Transplant Society menilai bahwa kadang-kadang operasi lebih baik tetap dilakukan meski kondisi organ tidak ideal. Kelangkaan donor adalah alasan untuk mencangkokkan organ yang tidak sehat.
Kelainan pada lendir
Cystic fibrosis merupakan kelainan bawaan yang bisa memicu kerusakan paru-paru dan kekurangan nutrisi. Kelainan ini antara lain ditandai dengan produksi lendir yang kental dan lengket di pankreas dan terutama paru-paru.
Kelainan ini disebabkan oleh faktor genetis, sehingga lebih banyak terjadi pada ras tertentu seperti di wilayah Eropa Utara. Riwayat keluarga yang pernah mengalami kelainan ini juga merupakan faktor risiko.
Dikutip dari Mayo Clinic, Rabu (16/6/2010), gejala yang umumnya muncul pada penderita cystic fibrosis adalah sebagai berikut:
Batuk terus menerus
Napas sesak
Infeksi paru-paru yang berulang
Infeksi sinus yang berulang
Berat badan dan pertumbuhan badan rendah
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Thursday, November 10, 2011
Penyakit Paru Makin Menjadi Beban
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyakit paru semakin menjadi beban kesehatan masyarakat. Tantangan guna pengendalian penyakit itu juga bertambah berat, antara lain, karena memburuknya lingkungan hidup, kebiasaan merokok, dan jenis penyakit infeksi baru yang bermunculan.
Hal itu terungkap dalam jumpa pers sosialisasi tahun 2010 sebagai Tahun Peduli Kesehatan Paru Dunia, Kamis (21/1). Dalam acara itu hadir organisasi masyarakat dan dokter yang peduli kesehatan paru.
Di Indonesia, tahun ini akan diselenggarakan rangkaian kegiatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Faisal Yunus mengatakan, paru satu-satunya organ dalam yang berhubungan langsung dengan dunia luar sehingga paru dan saluran pernapasan sangat rentan.
Variasi penyakit paru, antara lain, adalah infeksi pernapasan akut, bronkitis kronik, penyakit paru obstruksi kronik, asma, emfisema, tuberkulosis (TB) paru, dan kanker paru-paru.
Menurut proyeksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020, infeksi saluran pernapasan bawah, seperti TB, TB-HIV, masuk dalam 10 penyebab masalah kesehatan masyarakat di dunia. ”Kasus TB baru 9,2 juta per tahun dengan kematian 1,7 juta orang per tahun di dunia. Setiap 20 detik 1 orang meninggal dunia karena TB,” ujar Faisal.
Kematian terbanyak
Di Indonesia, penyakit pernapasan penyebab kesakitan termasuk dalam daftar 10 besar. Berdasarkan data terbaru Riset Kesehatan Dasar 2007, TB penyebab kematian kedua terbesar pada semua umur (7,5 persen). Penyakit saluran pernapasan bawah menduduki peringkat ke-10.
Yunus mengatakan, lima tahun terakhir, Indonesia juga menghadapi munculnya sindrom pernapasan akut parah (SARS) dan flu burung yang menjadi ancaman besar. RSUP Persahabatan, pusat rujukan flu burung, menangani 145 pasien dengan tingkat kematian 80 persen.
Dokter spesialis paru sekaligus Sekretaris Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ratnawati mengatakan, tantangan lain, yaitu perburukan kualitas udara akibat asap kendaraan, pabrik, dan asap rokok. Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah India dan China sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak. Rokok menjadi penyebab utama kanker paru.
Hal itu terungkap dalam jumpa pers sosialisasi tahun 2010 sebagai Tahun Peduli Kesehatan Paru Dunia, Kamis (21/1). Dalam acara itu hadir organisasi masyarakat dan dokter yang peduli kesehatan paru.
Di Indonesia, tahun ini akan diselenggarakan rangkaian kegiatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Faisal Yunus mengatakan, paru satu-satunya organ dalam yang berhubungan langsung dengan dunia luar sehingga paru dan saluran pernapasan sangat rentan.
Variasi penyakit paru, antara lain, adalah infeksi pernapasan akut, bronkitis kronik, penyakit paru obstruksi kronik, asma, emfisema, tuberkulosis (TB) paru, dan kanker paru-paru.
Menurut proyeksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020, infeksi saluran pernapasan bawah, seperti TB, TB-HIV, masuk dalam 10 penyebab masalah kesehatan masyarakat di dunia. ”Kasus TB baru 9,2 juta per tahun dengan kematian 1,7 juta orang per tahun di dunia. Setiap 20 detik 1 orang meninggal dunia karena TB,” ujar Faisal.
Kematian terbanyak
Di Indonesia, penyakit pernapasan penyebab kesakitan termasuk dalam daftar 10 besar. Berdasarkan data terbaru Riset Kesehatan Dasar 2007, TB penyebab kematian kedua terbesar pada semua umur (7,5 persen). Penyakit saluran pernapasan bawah menduduki peringkat ke-10.
Yunus mengatakan, lima tahun terakhir, Indonesia juga menghadapi munculnya sindrom pernapasan akut parah (SARS) dan flu burung yang menjadi ancaman besar. RSUP Persahabatan, pusat rujukan flu burung, menangani 145 pasien dengan tingkat kematian 80 persen.
Dokter spesialis paru sekaligus Sekretaris Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ratnawati mengatakan, tantangan lain, yaitu perburukan kualitas udara akibat asap kendaraan, pabrik, dan asap rokok. Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah India dan China sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak. Rokok menjadi penyebab utama kanker paru.
Wanita Lebih Berisiko Terkena Kanker Paru-paru
KOMPAS.com — Sebuah studi di Swiss menunjukkan bahwa wanita lebih berisiko terkena kanker paru-paru akibat rokok. Studi yang melibatkan 683 pasien kanker selama 5 tahun terakhir ini menunjukkan bahwa wanita cenderung memiliki adenocacinoma, sebuah bentuk dari penyakit ini.
Kepala penelitian ini juga mengatakan, penemuan mereka menyatakan bahwa wanita mudah terkena dampak dari karsinogen tembakau. Sementara di Amerika, para peneliti menemukan bahwa para wanita cenderung memiliki gen yang bisa mendorong pertumbuhan kanker paru-paru. Hal ini juga disetujui oleh dr Enriqueta Felip, ketua panitia sebuah konferensi kanker di Swiss. Terdapat bukti yang terus berkembang bahwa wanita memiliki kecenderungan untuk terkena dampak lebih lama akibat rokok.
Pada tahun 1900-an, kanker paru-paru sangat jarang ditemukan pada wanita. Namun, sejak tahun ’60-an telah tercapai suatu proporsi epidemis, dan menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor 1 di Amerika Serikat. Salah satu penyebabnya pun bisa jadi karena para wanita lebih waspada terhadap jenis kanker lain, seperti kanker payudara, sehingga lengah terhadap kanker paru-paru.
Tampaknya kepedulian para wanita terhadap kanker paru-paru perlu mulai ditingkatkan. Meski pemerintah Jakarta sudah memberlakukan aturan ruang merokok di daerah utama, tetapi jangan abaikan pula daerah lainnya. Belum lagi jika para wanita merupakan korban dari asap rokok orang lain. Sudah saatnya para wanita sadar akan kesehatan tubuhnya sendiri dan keadaan di sekitarnya. Jangan malu jika Anda menegur orang di sekitar Anda yang tak memedulikan keadaan dan menyalakan rokok di tempat umum yang penuh orang. Anda memiliki hak untuk menghirup udara segar.
Kepala penelitian ini juga mengatakan, penemuan mereka menyatakan bahwa wanita mudah terkena dampak dari karsinogen tembakau. Sementara di Amerika, para peneliti menemukan bahwa para wanita cenderung memiliki gen yang bisa mendorong pertumbuhan kanker paru-paru. Hal ini juga disetujui oleh dr Enriqueta Felip, ketua panitia sebuah konferensi kanker di Swiss. Terdapat bukti yang terus berkembang bahwa wanita memiliki kecenderungan untuk terkena dampak lebih lama akibat rokok.
Pada tahun 1900-an, kanker paru-paru sangat jarang ditemukan pada wanita. Namun, sejak tahun ’60-an telah tercapai suatu proporsi epidemis, dan menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor 1 di Amerika Serikat. Salah satu penyebabnya pun bisa jadi karena para wanita lebih waspada terhadap jenis kanker lain, seperti kanker payudara, sehingga lengah terhadap kanker paru-paru.
Tampaknya kepedulian para wanita terhadap kanker paru-paru perlu mulai ditingkatkan. Meski pemerintah Jakarta sudah memberlakukan aturan ruang merokok di daerah utama, tetapi jangan abaikan pula daerah lainnya. Belum lagi jika para wanita merupakan korban dari asap rokok orang lain. Sudah saatnya para wanita sadar akan kesehatan tubuhnya sendiri dan keadaan di sekitarnya. Jangan malu jika Anda menegur orang di sekitar Anda yang tak memedulikan keadaan dan menyalakan rokok di tempat umum yang penuh orang. Anda memiliki hak untuk menghirup udara segar.
Kanker Paru-Paru
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
Anak-anak yang lahir tahun 1985, diperkirakan sepertiganya akan pernah menderita kanker, dan kira-kira seperempatnya akan meninggal karena kanker. Kita semua memiliki keluarga atau teman yang mengidap kanker. Tabel berikut memaparkan jumlah pengidap kanker di US tahun 1993.
Penderita Jumlah Jumlah Kematian Persen Kematian dari Seluruh Kanker
Paru-Paru 170 000 149 000 28%
Usus Besar 152 000 57 000 11%
Payudara 183 000 46 300 9%
Leukemia 93 000 50 000 9%
Prostat 165 000 35 000 7%
Kanker pembunuh terbesar, yaitu kanker paru-paru, membunuh hampir 90% penderitanya, atau hampir 30% dari seluruh kematian akibat kanker. Namun sesungguhnya justru kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah. Surver dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa satu-satunya penyebab mayoritas kanker paru-paru adalah asap rokok.
Karsinogen
Zat-zat karsinogen (pemicu kanker) yang terkandung pada rokok adalah:
vinyl chloride
benzo (a) pyrenes
nitroso-nor-nicotine
Satu-satunya zat yang lebih berbahaya daripada asap rokok dalam memicu kanker paru-paru adalah zat-zat radioaktif. Itu pun jika dimakan atau dihidap dalam kadar yang cukup.
Efek Kanker Paru-Paru
Kematian umumnya bukan terjadi karena kesulitan bernafas yang diakibatkan oleh membesarnya kanker, tetapi karena posisi paru-paru dalam sistem peredaran darah menjadikan kanker mudah menyebar ke seluruh tubuh. Penyebaran metastase ke arah otak dan bagian kritis lainnya lah yang mengakibatkan kematian itu. 90% penderita meninggal dalam 3 tahun setelah diagnosis.
Korelasi Dengan Rokok
Industri rokok menganggap bahwa kaitan antara jumlah penderita kanker paru-paru dengan tingginya konsumsi rokok hanay merupakan kebetulan. Namun grafik-grafik di bawah, dari berbagai penelitian menunjukkan korelasi yang sangat positif dan sangat konsisten bahwa satu-satunya penyebab kanker paru-paru secara umum adalah konsumsi rokok.
Thursday, November 3, 2011
Kanker Paru-Paru Lebih Banyak Mengintai Perempuan
Jakarta, Saat ini lebih banyak perempuan yang terdiagnosa kanker paru-paru daripada kanker payudara. Populasi wanita perokok dan kesulitan berhenti merokok yang lebih besar pada wanita ketimbang pria adalah pemicunya.
Pada tahun 2021, peneliti memprediksi kanker paru-paru lebih banyak merenggut nyawa perempuan ketimbang laki-laki.
Laporan terbaru yang dimuat dalam Cancer Institute's Mortality and Incidence Report itu menunjukkan penurunan angka kanker payudara tapi terjadi peningkatan angka kanker paru-paru pada perempuan hingga 22 persen.
Penurunan angka kanker payudara disebabkan karena kesadaran memeriksakan payudara yang cenderung meningkat pada wanita. Namun kesadaran itu ternyata tidak diimbangi dengan penurunan angka kanker paru-paru pada wanita, bahkan kecenderungannya justru meningkat.
Salah satu penyebabnya adalah peningkatan populasi perempuan perokok yang diperparah dengan kesulitan perempuan untuk berhenti merokok yang lebih besar daripada pria.
Kenapa perempuan lebih sulit berhenti merokok ketimbang pria?
Sebuah studi yang diprakarsai peneliti dari Yale University mengungkapkan bahwa wanita lebih sulit berhenti merokok karena menggunakan rokok sebagai pelampiasan emosi, pengatur mood dan pengontrol berat badan. Akibatnya wanita akan lebih ketergantungan merokok daripada pria.
Melihat fakta tersebut, peneliti menduga kematian wanita akibat kanker paru-paru pada beberapa dekade mendatang akan lebih banyak daripada pria.
Berdasarkan data statistik, kanker penyebab kematian terbesar adalah kanker paru-paru (20 persen), usus (13 persen), prostat (7 persen) dan payudara (7 persen).
Penyakit kanker naik seiring dengan kenaikan tingkat obesitas. The World Cancer Research Fund melaporkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa bobot tubuh yang besar dan perut besar berhubungan dengan kanker, seperti kanker pankreas, payudara, usus dan perut.
"Berat tubuh adalah faktor yang berkontribusi terhadap hampir 30 persen kasus kanker," ujar Elizabeth Tracey, seorang epidemiolog dari Cancer Institute NSW seperti dilansir Dailytelegraph, Rabu (15/12/2009).
Hingga saat ini kanker paru-paru masih menjadi pembunuh nomor satu diantara semua jenis kanker, dan di masa yang akan datang korbannya diprediksi lebih banyak wanita.
Nurul Ulfah - detikHealth
Paru-paru Anak yang Rusak Kena Asap Rokok Lebih Sulit Sembuh
Los Angeles, Orang dewasa yang merokok bisa mengalami gangguan paru-paru namun bisa disembuhkan jika berhenti merokok. Tapi tidak demikian jika itu terjadi pada anak-anak. Paru-paru anak yang rusak kena asap rokok lebih susah disembuhkan.
Anak-anak rentan sebagai perokok pasif karena terpapar asap dari perokok. Peneliti mengungkapkan anak yang sering terpapar asap rokok berisiko terkena penyakit emfisema.
Emfisema adalah kerusakan dari dinding alveolar paru-paru, yaitu tempat oksigen ditukar dengan senyawa karbon dioksida. Penyakit ini juga mengurangi elastisitas dari paru-paru itu sendiri. Peneliti mengungkapkan emfisema bisa menjadi salah satu ukuran yang paling sensitif untuk kerusakan yang terjadi di paru-paru.
Peneliti mengungkapkan orang yang sudah berhenti merokok ada kemungkinan mengalami kesembuhan pada beberapa fungsi paru-parunya, tapi tampaknya anak-anak tidak seberuntung itu.
Dilaporkan bahwa anak-anak yang secara rutin terpapar asap tembakau di rumah, kemungkinan lebih tinggi terkena masalah paru-paru saat dewasa nanti. Hal lain yang mengejutkan adalah paru-paru tersebut susah sekali untuk disembuhkan secara total jika anak-anak telah terpapar sejak kecil.
Ilmuwan dari Columbia University's Mailman School of Public Health mempelajari CT-Scan dari 1.781 orang dewasa yang tidak merokok. Partisipan juga ditanya mengenai seberapa sering terpapar asap rokok saat masih anak-anak.
Hasilnya menunjukkan partisipan yang sudah terpapar sejak kecil memiliki gangguan emfisema seperti adanya perubahan dalam bentuk paru-parunya.
"Asap tembakau memang bisa menimbulkan efek jangka pendek, tapi penelitian ini menunjukkan salah satu dari efek jangka panjang asap rokok yang terpapar saat masih kecil," ujar Gina Lovasi, seperti dikutip dari La Times, Rabu (30/12/2009).
Gejala utama dari emfisema adalah adanya penyempitan saluran napas karena kantung udara di paru-paru menggelembung secara berlebihan dan menyebabkan kerusakan.
Gejala yang ditimbulkan awalnya mirip dengan bronkhitis, sesak napas, bentuk dada seperti menggelembung bahkan penderita kadang harus membungkuk serta batuk yang terus menerus.
Badan perlindungan lingkungan AS (EPA) menuturkan dalam asap rokok terdapat 4.000 senyawa kimia, 200 diantaranya bersifat toksik (beracun), 43 senyawa karsinogenik (memicu kanker) serta puluhan ribu lainnya penyebab jantung koroner.
Saat ini asap rokok masuk dalam kategori zat karsinogenik golongan A, karena banyaknya penelitian yang menunjukkan bahaya dari asap rokok ini.
Vera Farah Bararah - detikHealth
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
Kanker Paru Ancam Para Perokok Aktif Maupun Pasif
JAKARTA, KOMPAS.com — "Sahabat sejati" penyakit kanker paru adalah rokok. Hal tersebut dipertegas dengan hasil penelitian, baik yang dilakukan di Indonesia maupun luar negeri, bahwa sebagian besar atau 80 persen kanker paru disebabkan kebiasaan merokok.
Hal tersebut dipubikasikan Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional Dharmais saat Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Prostat di RS Dharmais. Lebih lanjut dikatakan, kanker paru adalah pertumbuhan neoplastik (tumor) yang bersifat ganas, yang berasal dari salah satu jenis sel di dalam saluran napas (bronkus).
Berikut adalah beberapa gejala timbulnya kanker paru. Gejala umumnya adalah tidak nafsu makan dan mengalami susut badan. Sementara gejala khusus yang langsung terkait dengan paru, seperti batuk, banyak dahak, mengalami batuk darah, sesak napas, dan nyeri dada.
Publikasi tersebut juga menyebutkan siapa saja yang berisiko tinggi terkena kanker paru. Mereka adalah laki-laki yang berusia 40 tahun ke atas, perokok aktif dan perokok pasif, dan mereka yang bekerja di lingkungan yang mengandung karsinogen. Karsinogen adalah bahan atau faktor yang dapat menimbulkan kanker.
Untuk itu, kepada mereka disarankan untuk melakukan pemeriksaan dahak secara berkala. Selain itu juga melakukan pemeriksaan foto rontgen dada secara berkala setiap 4-6 bulan sekali. Dengan ini diharapkan dapat ditemukan kanker paru pada stadium dini.
Cara terbaik untuk menghindari kanker adalah jangan mulai untuk merokok bagi yang tidak merokok, tapi jika menjadi perokok maka segeralah berhenti, hindari asap rokok orang lain. Bagi perusahaan supaya mematuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.
Kanker paru adalah salah satu kanker yang paling sering ditemui pada laki-laki. Kanker lain yang kerap bersarang pada "Kaum Adam" adalah kanker perut dan kanker prostat.
Hal tersebut dipubikasikan Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional Dharmais saat Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Prostat di RS Dharmais. Lebih lanjut dikatakan, kanker paru adalah pertumbuhan neoplastik (tumor) yang bersifat ganas, yang berasal dari salah satu jenis sel di dalam saluran napas (bronkus).
Berikut adalah beberapa gejala timbulnya kanker paru. Gejala umumnya adalah tidak nafsu makan dan mengalami susut badan. Sementara gejala khusus yang langsung terkait dengan paru, seperti batuk, banyak dahak, mengalami batuk darah, sesak napas, dan nyeri dada.
Publikasi tersebut juga menyebutkan siapa saja yang berisiko tinggi terkena kanker paru. Mereka adalah laki-laki yang berusia 40 tahun ke atas, perokok aktif dan perokok pasif, dan mereka yang bekerja di lingkungan yang mengandung karsinogen. Karsinogen adalah bahan atau faktor yang dapat menimbulkan kanker.
Untuk itu, kepada mereka disarankan untuk melakukan pemeriksaan dahak secara berkala. Selain itu juga melakukan pemeriksaan foto rontgen dada secara berkala setiap 4-6 bulan sekali. Dengan ini diharapkan dapat ditemukan kanker paru pada stadium dini.
Cara terbaik untuk menghindari kanker adalah jangan mulai untuk merokok bagi yang tidak merokok, tapi jika menjadi perokok maka segeralah berhenti, hindari asap rokok orang lain. Bagi perusahaan supaya mematuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.
Kanker paru adalah salah satu kanker yang paling sering ditemui pada laki-laki. Kanker lain yang kerap bersarang pada "Kaum Adam" adalah kanker perut dan kanker prostat.
9 dari 10 Penderita Kanker Paru adalah Perokok
JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah penderita kanker paru yang dirawat di RSUP Persahabatan meningkat 74 persen dalam 4 tahun terakhir, dari 408 pasien di tahun 2004 menjadi 709 di tahun 2008 .
"Sembilan dari 10 penderita kanker paru adalah perokok," kata Prof. Dr. Faisal Yunus, Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia Pusat saat diskusi di Jakarta, Sabtu (6/6).
Prof. Faisal mengatakan, lambatnya deteksi dini kanker paru pada perokok dikarenakan gejala yang timbul tidak spesifik dan perokok umumnya tidak percaya bahwa merokok dapat mengakibatkan kanker paru."Penderita kanker paru umumnya datang sudah dalam stadium lanjut," ucapnya.
Saat ini, lanjut Prof. Faisal, kecenderungan umur perokok pemula di Indonesia menjadi semakin muda dari rata-rata 19 tahun menjadi 17 tahun. "Itu mengakibatkan usia penderita paru juga cenderung semakin muda," katanya.
Dampak rokok juga disampaikan Prof. Dr. Farid Anfasa Moelek, SpOG, Ketua Pengendalian Tembakau, bahwa rokok bukan hanya mengakibatkan kanker paru saja, tetapi paparan asap rokok pada ibu hamil sangat berbahaya bagi janin yang mengakibatkan kelahiran prematur, ganguan pertumbuhan dan perkembangan otak. "IQ rendah tidak mungkin menghasilkan generasi prima," tegasnya.
Sedangkan Dr. Hakim Sorimuda, SpOG, anggota komisi IX DPR mengatakan masyarakat di Indonesia cenderung merokok selama puluhan tahun dan baru merasakan dampaknya jauh dikemudian hari. "Kalau dihitung-hitung, perokok menabung sekitar Rp 170 juta selama sekitar 26 tahun untuk meraih kanker," katanya.
Ia juga mengkritik peringatan yang ada dalam bungkus rokok di Indonesia yang hanya berbentuk teks. Menurutnya, teks dalam bungkus tersebut oleh masyarakat sering dijadikan bahan ejekan. "Kan ditulis merokok dapat, jadi yang merokok dapet aja yang kena kanker, yang beli sih ngga," ucapnya.
"Sembilan dari 10 penderita kanker paru adalah perokok," kata Prof. Dr. Faisal Yunus, Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia Pusat saat diskusi di Jakarta, Sabtu (6/6).
Prof. Faisal mengatakan, lambatnya deteksi dini kanker paru pada perokok dikarenakan gejala yang timbul tidak spesifik dan perokok umumnya tidak percaya bahwa merokok dapat mengakibatkan kanker paru."Penderita kanker paru umumnya datang sudah dalam stadium lanjut," ucapnya.
Saat ini, lanjut Prof. Faisal, kecenderungan umur perokok pemula di Indonesia menjadi semakin muda dari rata-rata 19 tahun menjadi 17 tahun. "Itu mengakibatkan usia penderita paru juga cenderung semakin muda," katanya.
Dampak rokok juga disampaikan Prof. Dr. Farid Anfasa Moelek, SpOG, Ketua Pengendalian Tembakau, bahwa rokok bukan hanya mengakibatkan kanker paru saja, tetapi paparan asap rokok pada ibu hamil sangat berbahaya bagi janin yang mengakibatkan kelahiran prematur, ganguan pertumbuhan dan perkembangan otak. "IQ rendah tidak mungkin menghasilkan generasi prima," tegasnya.
Sedangkan Dr. Hakim Sorimuda, SpOG, anggota komisi IX DPR mengatakan masyarakat di Indonesia cenderung merokok selama puluhan tahun dan baru merasakan dampaknya jauh dikemudian hari. "Kalau dihitung-hitung, perokok menabung sekitar Rp 170 juta selama sekitar 26 tahun untuk meraih kanker," katanya.
Ia juga mengkritik peringatan yang ada dalam bungkus rokok di Indonesia yang hanya berbentuk teks. Menurutnya, teks dalam bungkus tersebut oleh masyarakat sering dijadikan bahan ejekan. "Kan ditulis merokok dapat, jadi yang merokok dapet aja yang kena kanker, yang beli sih ngga," ucapnya.
Wednesday, November 2, 2011
Manfaat Tidur Menghadap Ke Kanan.
1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri.
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktiftas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak , asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).
2. Mengurangi beban jantung.
Posisi tidur kesebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan ( bawah ). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.
Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.
3. Mengistirahatkan lambung.
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.
4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas.
Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.
5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makann yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.
6. Merangsang buang air besar (BAB)
Dengan mtidur miring ke sebelah kanan , proses pengisian usus besar sigmoid ( sebelum anus ) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air Besar.
7. Mengisitirahatkan kaki kiri.
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalgi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.
8. Menjaga kesehatan paru-paru.
Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik.
9. Menjaga saluran pernafasan.
Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.
Tuesday, November 1, 2011
Perokok Pasif Tampung 75 Persen Asap Rokok
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi siapapun yang tidak merokok, informasi yang dikeluarkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencengangkan. Bagaimana tidak, ternyata perokok aktif hanya menghisap 25 persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen lainnya untuk yang mengisap asapnya.
Tidak itu saja, mereka yang tidak merokok atau perokok pasif juga ketambahan separuh asap yang diembuskan si perokok. Yang jelas, dari hembusan asap rokok tersebut para perokok pasif mengisap 4.000 jenis bahan kimia saat terpapar asap rokok orang lain.
Dari sekian banyak bahan kimia tersebut ada 3 jenis bahan kimia beracun yang paling mematikan di dalam asap rokok. Bahan tersebut adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan kanker.
Nikotin adalah racun yang menyebabkan kecanduan. Zat yang dapat bergabung dengan zat beracun lain ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sedangkan karbon monoksida adalah gas beracun yang menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh.
Nah, YLKI menuliskan dengan amat jelas, para perokok pasif mengisap tar tiga kali lebih banyak, nikotin tiga kali lebih banyak, dan karbon monoksida lima kali lebih banyak daripada si perokok sendiri.
Fakta ini tidak bisa dianggap remeh jika melihat berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan dari asap rokok. Asap rokok itu meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker paru hingga 30 persen. Selain itu juga terkait dengan penyakit kronis lainnya seperti kanker mulut, kanker lambung dan kanker hati bisa meningkat hingga 8,17 kali lebih besar.
Asap rokok juga berdampak pada kehamilan dengan resiko bayi prematur, sindroma kematian bayi mendadak, pertumbuhan janin terhambat dan keguguran.
Terakhir, anak-anak dengan orangtua perokok aktif berisiko menderita penyakit napas, misalnya asma, dua kali lebih besar dari anak yang orangtuanya tidak merokok. Selain penyakit napas, anak tersebut juga berisiko terkena penyakit telinga tengah dan mengalami keterlambatan pertumbuhan dan menurunnya fungsi paru.
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi siapapun yang tidak merokok, informasi yang dikeluarkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencengangkan. Bagaimana tidak, ternyata perokok aktif hanya menghisap 25 persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen lainnya untuk yang mengisap asapnya.
Tidak itu saja, mereka yang tidak merokok atau perokok pasif juga ketambahan separuh asap yang diembuskan si perokok. Yang jelas, dari hembusan asap rokok tersebut para perokok pasif mengisap 4.000 jenis bahan kimia saat terpapar asap rokok orang lain.
Dari sekian banyak bahan kimia tersebut ada 3 jenis bahan kimia beracun yang paling mematikan di dalam asap rokok. Bahan tersebut adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan kanker.
Nikotin adalah racun yang menyebabkan kecanduan. Zat yang dapat bergabung dengan zat beracun lain ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sedangkan karbon monoksida adalah gas beracun yang menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh.
Nah, YLKI menuliskan dengan amat jelas, para perokok pasif mengisap tar tiga kali lebih banyak, nikotin tiga kali lebih banyak, dan karbon monoksida lima kali lebih banyak daripada si perokok sendiri.
Fakta ini tidak bisa dianggap remeh jika melihat berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan dari asap rokok. Asap rokok itu meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker paru hingga 30 persen. Selain itu juga terkait dengan penyakit kronis lainnya seperti kanker mulut, kanker lambung dan kanker hati bisa meningkat hingga 8,17 kali lebih besar.
Asap rokok juga berdampak pada kehamilan dengan resiko bayi prematur, sindroma kematian bayi mendadak, pertumbuhan janin terhambat dan keguguran.
Terakhir, anak-anak dengan orangtua perokok aktif berisiko menderita penyakit napas, misalnya asma, dua kali lebih besar dari anak yang orangtuanya tidak merokok. Selain penyakit napas, anak tersebut juga berisiko terkena penyakit telinga tengah dan mengalami keterlambatan pertumbuhan dan menurunnya fungsi paru.
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
Asap Tembakau Sebabkan Kerusakan Dini Paru-paru
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON--Asap rokok dapat menyebabkan kerusakan dini bagi paru-paru serta DNA sehingga pemerintahan Presiden Barack Obama akan mengutamakan upaya penghentian merokok, ujar pejabat kesehatan federal, Kamis. Kegiatan merokok tidak hanya menyakiti sang perokok, namun juga orang di sekeliling mereka. Seluruh pajak, larangan serta perlakuan harus dijalankan bersama untuk membantu menurunkan jumlah kegiatan merokok, ujar Dokter Bedah Umum AS, Dr Regina Benjamin dalam laporannya mengenai kegiatan merokok.
"Zat kimia di dalam rokok tembakau mencapai paru-paru anda dengan cepat setiap saat anda menghirup sehingga menyebabkan kerusakan dini," ujar Benjamin dan menambahkan, bahkan dengan menghisap sejumlah kecil rokok tembakau dapat merusak DNA sehingga menyebabkan kanker.
Laporan dalam jejaring bedah umum juga mengatakan perusahaan tembakau telah sengaja merancang sejumlah rokok dan produk tembakau lainnya agar bersifat adiktif dan mereka pun telah meluncurkan produk tembakau terbaru yang diduga lebih aman namun pada kenyataannya tetap berbahaya dan bersifat adiktif.
Benjamin mengatakan, sepertiga orang yang pernah mencoba rokok akan menjadi perokok berat.
"Selama dua tahun terakhir, kami telah berupaya untuk mengurangi penggunaan tembakau, termasuk melaksanakan undang-undang yang mengatur produk tembakau, membiayai upaya pengaturan tembakau lokal dan meluaskan akses jaminan pemerataan penghentian tembakau," ujar Menteri Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat, Kathleen Sebelius. "Hal itu masih menjadi kunci utama pemerintahan kami," tambah dia.
Laporan itu mencatat bahwa penelitian telah memperlihatkan rokok menewaskan 443.000 warga setiap tahunnya di Amerika Serikat yang satu dari setiap lima orang meninggal dunia akibat kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru serta penyebab lainnya. "Beban ekonomi penggunaan rokok tercatat pada lebih dari 193 miliar dolar AS per tahun yang terdiri dari biaya kesehatan dan kerugian produktivitas," ujar Sebelius.
"Lebih dari 1.000 warga tewas setiap hari akibat rokok dan satu setengah dari semua perokok jangka panjang terbunuh oleh penyakit yang ditimbulkan karena merokok," tambah laporan itu.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Dr Thomas Frieden, dan Dewan Pemerintah mengenai Makanan dan Obat-Obatan, Dr Margaret Hamburg, mengatakan bahwa penelitian itu juga menghasilkan cara mengurangi kegiatan merokok.
"Dampak terbesar datang ketika kami menaikkan harga tembakau, melarang tindakan merokok di tempat umum, menawarkan perawatan penghentian merokok yang mudah didapat dan terjangkau serta menggabungkan kampanye media dan upaya lainnya," ujar mereka dalam laporannya. CDC memperkirakan bahwa sekitar 23 persen orang dewasa AS dan 17 persen siswa Sekolah Menengah Atas di negara itu adalah perokok.
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
"Zat kimia di dalam rokok tembakau mencapai paru-paru anda dengan cepat setiap saat anda menghirup sehingga menyebabkan kerusakan dini," ujar Benjamin dan menambahkan, bahkan dengan menghisap sejumlah kecil rokok tembakau dapat merusak DNA sehingga menyebabkan kanker.
Laporan dalam jejaring bedah umum juga mengatakan perusahaan tembakau telah sengaja merancang sejumlah rokok dan produk tembakau lainnya agar bersifat adiktif dan mereka pun telah meluncurkan produk tembakau terbaru yang diduga lebih aman namun pada kenyataannya tetap berbahaya dan bersifat adiktif.
Benjamin mengatakan, sepertiga orang yang pernah mencoba rokok akan menjadi perokok berat.
"Selama dua tahun terakhir, kami telah berupaya untuk mengurangi penggunaan tembakau, termasuk melaksanakan undang-undang yang mengatur produk tembakau, membiayai upaya pengaturan tembakau lokal dan meluaskan akses jaminan pemerataan penghentian tembakau," ujar Menteri Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat, Kathleen Sebelius. "Hal itu masih menjadi kunci utama pemerintahan kami," tambah dia.
Laporan itu mencatat bahwa penelitian telah memperlihatkan rokok menewaskan 443.000 warga setiap tahunnya di Amerika Serikat yang satu dari setiap lima orang meninggal dunia akibat kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru serta penyebab lainnya. "Beban ekonomi penggunaan rokok tercatat pada lebih dari 193 miliar dolar AS per tahun yang terdiri dari biaya kesehatan dan kerugian produktivitas," ujar Sebelius.
"Lebih dari 1.000 warga tewas setiap hari akibat rokok dan satu setengah dari semua perokok jangka panjang terbunuh oleh penyakit yang ditimbulkan karena merokok," tambah laporan itu.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Dr Thomas Frieden, dan Dewan Pemerintah mengenai Makanan dan Obat-Obatan, Dr Margaret Hamburg, mengatakan bahwa penelitian itu juga menghasilkan cara mengurangi kegiatan merokok.
"Dampak terbesar datang ketika kami menaikkan harga tembakau, melarang tindakan merokok di tempat umum, menawarkan perawatan penghentian merokok yang mudah didapat dan terjangkau serta menggabungkan kampanye media dan upaya lainnya," ujar mereka dalam laporannya. CDC memperkirakan bahwa sekitar 23 persen orang dewasa AS dan 17 persen siswa Sekolah Menengah Atas di negara itu adalah perokok.
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
Tuesday, July 5, 2011
Penyakit Paru-Paru Ancam Warga Kota Besar
Selain jantung, paru-paru merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia. Paru-paru berperan penting dalam sistem pernapasan. Organ ini menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Tanpa paru-paru, kebutuhan oksigen Anda bakal terganggu.
Tak hanya itu, masih ada lagi tugas paru-paru yang lain. Paru-paru menseleksi dan mengeluarkan partikel jahat yang masuk lewat saluran pernapasan, seperti debu atau zat kimia dari polusi.
Sayang, seringkali kita kurang memperhatikan kesehatan paru-paru. Padahal, indikator kesehatan paru-paru terganggu cukup mudah terlihat. Misalnya, sulit bernafas ketika berjalan cepat atau sering mengalami batuk-batuk. Para perokok dan orang yang sering tidur larut malam juga tidak luput dari ancaman penurunan fungsi paru-paru.
Agar kesehatan paru-paru kita tetap terjaga, Pakar Penyakit Dalam Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospitals, Jakarta, Martin Rumende menyarankan kita untuk mengecek kondisi paru-paru.
"Supaya kita tahu apa yang terjadi dalam paru-paru. Jangan sampai tahu-tahu Anda sudah terkena penyakit kronis," papar Martin.
Siapkan pelindung pernapasan
Penyakit yang mengganggu kesehatan paru-paru Anda adalah penyakit yang termasuk kategori Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Penyakit paru kronik ini ditandai oleh adanya hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif non-reversibel atau reversibel parsial.
Penyebab penyumbatan aliran udara pada PPOK adalah bronkitis kronik, emfisema, atau gabungan dari keduanya. Bronkitis kronik adalah kelainan saluran napas yang ditandai dengan batuk kronik berdahak minimal selama tiga bulan dalam satu tahun tanpa adanya pengaruh dari penyakit lain.
Sedangkan emfisema adalah kelainan anatomis paru yang ditandai dengan pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal dan disertai kerusakan dinding alveoli. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menyebut, seringkali, penderita bronkitis kronik memperlihatkan tanda-tanda emfisema.
Tak hanya itu, penyakit tuberkulosis atau TBC yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis juga jadi ancaman. Penyakit ini bersifat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk. Ada pula pneumonia yang disebabkan terjadinya infeksi pada jaringan paru (parenkim).Umumnya, infeksi ini disebabkan oleh bakteri mycoplasma peneumoniae.
Kanker paru-paru merupakan momok paling menakutkan bagi tubuh. Sebab, berdasarkan data medis, kanker paru-paru termasuk kanker yang menyebabkan banyak kematian di seluruh dunia, seperti halnya kanker serviks pada perempuan.
Sudah begitu, penyakit kanker ini, saat memasuki stadium lanjutan, dapat tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Menurut Suhanto Kasmali, Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Mediros, Jakarta, penyakit paru-paru merupakan ancaman serius bagi Anda yang tinggal di kota besar dengan tingkat polusi tinggi, seperti Jakarta.
Karena itu, setiap orang perlu menyiapkan alat yang mampu melindungi sistem pernapasan, seperti masker. Bahkan, masker wajib hukumnya bagi pengendara motor serta mereka yang bekerja di bidang konstruksi, seperti tukang cat, atau buruh pabrik kimia. Nah, sudahkah Anda peduli dengan paru-paru Anda? (KONTAN/Raymond Reynaldi)
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
Tak hanya itu, masih ada lagi tugas paru-paru yang lain. Paru-paru menseleksi dan mengeluarkan partikel jahat yang masuk lewat saluran pernapasan, seperti debu atau zat kimia dari polusi.
Sayang, seringkali kita kurang memperhatikan kesehatan paru-paru. Padahal, indikator kesehatan paru-paru terganggu cukup mudah terlihat. Misalnya, sulit bernafas ketika berjalan cepat atau sering mengalami batuk-batuk. Para perokok dan orang yang sering tidur larut malam juga tidak luput dari ancaman penurunan fungsi paru-paru.
Agar kesehatan paru-paru kita tetap terjaga, Pakar Penyakit Dalam Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospitals, Jakarta, Martin Rumende menyarankan kita untuk mengecek kondisi paru-paru.
"Supaya kita tahu apa yang terjadi dalam paru-paru. Jangan sampai tahu-tahu Anda sudah terkena penyakit kronis," papar Martin.
Siapkan pelindung pernapasan
Penyakit yang mengganggu kesehatan paru-paru Anda adalah penyakit yang termasuk kategori Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Penyakit paru kronik ini ditandai oleh adanya hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif non-reversibel atau reversibel parsial.
Penyebab penyumbatan aliran udara pada PPOK adalah bronkitis kronik, emfisema, atau gabungan dari keduanya. Bronkitis kronik adalah kelainan saluran napas yang ditandai dengan batuk kronik berdahak minimal selama tiga bulan dalam satu tahun tanpa adanya pengaruh dari penyakit lain.
Sedangkan emfisema adalah kelainan anatomis paru yang ditandai dengan pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal dan disertai kerusakan dinding alveoli. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menyebut, seringkali, penderita bronkitis kronik memperlihatkan tanda-tanda emfisema.
Tak hanya itu, penyakit tuberkulosis atau TBC yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis juga jadi ancaman. Penyakit ini bersifat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk. Ada pula pneumonia yang disebabkan terjadinya infeksi pada jaringan paru (parenkim).Umumnya, infeksi ini disebabkan oleh bakteri mycoplasma peneumoniae.
Kanker paru-paru merupakan momok paling menakutkan bagi tubuh. Sebab, berdasarkan data medis, kanker paru-paru termasuk kanker yang menyebabkan banyak kematian di seluruh dunia, seperti halnya kanker serviks pada perempuan.
Sudah begitu, penyakit kanker ini, saat memasuki stadium lanjutan, dapat tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Menurut Suhanto Kasmali, Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Mediros, Jakarta, penyakit paru-paru merupakan ancaman serius bagi Anda yang tinggal di kota besar dengan tingkat polusi tinggi, seperti Jakarta.
Karena itu, setiap orang perlu menyiapkan alat yang mampu melindungi sistem pernapasan, seperti masker. Bahkan, masker wajib hukumnya bagi pengendara motor serta mereka yang bekerja di bidang konstruksi, seperti tukang cat, atau buruh pabrik kimia. Nah, sudahkah Anda peduli dengan paru-paru Anda? (KONTAN/Raymond Reynaldi)
*otak manusia selalu dipenuhi oleh berbagai macam hal atau usaha bagaimana menyenangkan diri sendiri, dan mungkin untuk mencapai hal itu akan digunakan berbagai macam cara, baik cara menurutnya benar ataupun kalau perlu menggunakan cara yang sebetulnya ia mengetahui persis bahwa cara itu salah. Semua cara akan dibungkus oleh pembenaran – pembenaran yang dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh orang lain. Cara seperti ini akan secara turun temurun diturunkan, sehingga akan menjadi semacam budaya yang akan dianggap benar oleh keturunannya.
Contoh yang paling mudah di zaman sekarang adalah soal MEROKOK. Dorongan untuk MEROKOK sangat kuat karena diajarkan oleh lingkungan dan pergaulan, dan ketika sudah memulai, maka akan sangat sulit untuk menghentikannya.
Di dalam rokok ada zat-zat berbahaya yang membuat pemakainya menjadi merasa enak dan membuatnya ketagihan. Padahal semua perokok tahu persis, bahwa yang dilakukannya itu salah, dan rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang akan merusaknya dalam waktu tidak seketika seperti KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN dan GANGGUAN PADA JANIN.
Bahkan yang sebetulnya paling dirugikan adalah para perokok pasif. Mereka yang tidak merokok akan menghisap asap rokok dari hidung dan langsung ke paru-paru, dan itu secara lambat laun akan merusak kesehatan mereka, terutama pada anak-anak. Akan tetapi para perokok itu sama sekali tidak perduli, kesehatan mereka saja tidak diperdulikan, apalagi kesehatan orang lain.
Hanya satu dipikiran mereka , bagaimana caranya supaya enak. Berbagai macam pembenaran dilakukan seperti merokok itu gaul, merokok itu berselera tinggi dan elite, merokok itu membantu mereka yang bekerja di pabrik rokok, merokok itu menjernihkan pikiran, dan berbagai macam alasan menyedihkan lainnya. Padahal apabila menjawab dengan jujur, mereka akan berkata bahwa ROKOK ITU ADALAH RACUN*.
*Bahan dasar dari rokok adalah Tembakau. Bangsa ATLANTIS dahulu mengembangkan sebuah tanaman bernama UMBAKA yang merupakan singkatan dari UDERHA MONGULATUS BRODEA AGRETUS KEKRIVEROS AMATHEADUS atau diterjemahkan dengan UDARA MENGOTORI BADAN UNTUK MENG-AGRESI KEPALA DAN OTAK AGAR HILANG AMANAH DAN PIKIRAN.
UMBAKA ini atau yang sekarang dikenal sebagai Tembakau, memang dirancang agar manusia yang menghisapnya menjadi ketagihan, dengan demikian mutu darahnya menjadi tidak bagus, otomatis akan menambah jumlah KLAD di badan, sehingga kemampuan akan menjadi turun secara drastis. Pola pikir mereka menjadi terbatas, tidak akan mampu membaca alam secara baik dan benar.
Begitupun perokok pasif, mereka akan bernasib sama, bahkan lebih parah karena menghisap dari hidung. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Bangsa pengembang agar hanya Bangsa mereka lah yang maju, dan bangsa lain hanya sebagai buruh-buruh dan robot-robot mereka. Terbukti, sekarang usaha mereka berhasil. Mereka berhasil mengembangkan UMBAKA ini ke seluruh dunia, dan berhasil pula menguasai dunia.
Pelajaran untuk menyenangkan diri sendiri ini sudah sangat mengakar di masyarakat zaman sekarang.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu." An-Nisa: 29
Subscribe to:
Posts (Atom)