Segala puji hanya bagi Allah SWT
Mengapa….?
Mengapa kalimat ini diucapkan ketika mendapat kesenangan ?
Mengapa kalimat ini diucapkan ketika mendapat kemudahan ?
Mengapa kalimat ini diucapkan ketika mendapat uang ? status ? bantuan ?
Mengapa tidak diucapkan ketika Allah SWT memperkuat diri kita dengan musibah ?
Mengapa tidak diucapkan ketika Allah SWT memperkuat diri kita dengan kesedihan ?
Mengapa tidak diucapkan ketika Allah SWT memperkuat diri kita dengan ketidakberdayaan ?
Kemunduran ? Kejatuhan ? Kehancuran ? Kemelaratan ? Kesakitan ? Kehilangan ? Fitnah ?
Segala puji hanya bagi Allah SWT
Mengapa…?
Mengapa kita selalu haus pujian ?
Mengapa kita selalu merasa berhak untuk dipuji ?
Mengapa kita selalu berlomba dan bersusah payah untuk dipuji ?
Mengapa kita berusaha mengubah diri untuk dipuji ?
Mengapa kita mengkondisikan anak agar selalu dipuji dan terpuji ?
Mengapa segala yang melekat dengan diri kita harus selalu dipuji ?
Segala puji hanya bagi Allah SWT
DIA – lah yang memiliki segala pujian
DIA – lah yang Maha Sempurna dan Maha Tinggi dengan segala pujiannya
Hanya DIA – lah yang berhak dipuji dan pemilik segala pujian
Apakah pantas manusia mendapatkan pujian dari sesama manusia ?
Kang Dicky
Showing posts with label hikmatul-iman. Show all posts
Showing posts with label hikmatul-iman. Show all posts
Thursday, December 8, 2011
Segala puji hanya bagi Allah SWT
Wednesday, December 7, 2011
Pelatihan Pernapasan
Pelatihan Pernapasan memanfaatkan energi tubuh, yaitu Biolistrik (Tenaga Dalam) dan Aura (Tenaga Metafisika).
Mengapa Bio listrik dan Aura ?
Bio listrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber dari ATP (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu organel sel yang bernama mitochondria melalui proses respirasi sel. Istilah dari energi ini banyak sekali, seperti: bio listrik, tenaga dalam, energy potensial, chi, kesah, sinkang, lweekang, dll.
Sedangkan aura adalah pancaran energi di luar tubuh yang dihasilkan atau terbentuk sebagai akibat dari proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh sehingga membentuk pancaran gelombang energi yang terdiri dari ion positif dan negatif. Ada juga yang mengatakan energi ini sebagai aura, bio energi, prana, tenaga metafisika, psikotronika, gelombang elektromagnetik, tenaga gaib, ilmu kesaktian, dll.


Aura Dengan mengolah bio listrik dan aura secara efektif, akan dihasilkan suatu tingkat energi yang optimal dan aman bagi tubuh serta dapat digunakan untuk mengatur keseimbangan fungsi organ tubuh dan keselarasan pikiran serta semangat hidup.
Manfaat Program Latihan
Menurut penelitian pakar kesehatan, tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen jika hanya bernapas secara biasa saja, terutama jika seseorang sedang mengalami stress berat. Dengan metode pelatihan pernapasan yang terarah dan berkesinambungan dapat mengoptimalkan distribusi oksigen ke seluruh tubuh dan dapat merangsang mitichondria untuk memproduksi ATP. ATP inilah yang merupakan sumber energi bagi semua proses mekanisme fisiologis tubuh.
Beberapa manfaat yang dapat dicapai dari pelatihan ini diantaranya adalah:
1) Relaksasi dan kebugaran
2) Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
3) Melancarkan peredaran darah
4) Mengendalikan stress
5) meningkatkan konsentrasi dan daya pikir
6) Mempercepat regenerasi sel
7) Mencegah dan mengobati berbagai penyakit
Singkatnya Bio listrik dan Aura yang dihasilkan tubuh ini dapat digunakan untuk pengobatan dan pencegahan berbagai penyakit serta memelihara kesehatan tubuh.
Metafisika
Dalam salah satu hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw melarang seorang Muslim untuk mendatangi dukun (peramal), yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah definisi dukun tersebut? Bagaimana dengan Rasulullah saw sendiri? Bukankah Beliau juga – dalam beberapa hal – meramalkan kejadian di masa yang akan datang?

Terdapat perbedaan yang jelas antara paranormal dan dukun, paranormal adalah seseorang yang punya kemampuan untuk “melihat” yang dimiliki sejak lahir, sedangkan dukun memiliki kemampuan tersebut dengan dipelajari, dan – ini yang paling penting -- seorang dukun biasanya mempunyai kekuatan dengan bekerja sama dengan bangsa jin, yang jelas-jelas merupakan hal yang musyrik dan dilarang oleh ajaran Islam.
Dalam tubuh manusia terdapat kelenjar pituitary yang terletak tepat di bawah otak, sebagai organ seseorang untuk bisa “melihat”. Hal ini terlihat juga dalam fenomena de javu, yaitu kemampuan manusia untuk “melihat” kejadian yang akan datang dalam mimpinya lalu terwujud dalam kehidupan sehari-hari di masa yang akan datang. Fungsi lain dari kelenjar ini adalah untuk merangsang dan mengatur fungsi kelenjar-kelenjar endoktrin lainnya agar memproduksi hormon mereka sendiri.
Pengendalian massa
Seluruh alam, baik itu galaksi, gugusan planet, termasuk manusia terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Manusia dalam keseharian, berkaitan erat dengan energi mekanik (gerakan), energi elektromagnetik dan energi getaran (suara).
Otak manusia mengeluarkan gelombang tertentu yang bisa mempengaruhi orang lain, misalnya ia memanggil atau menasehati orang lain. Hal ini bisa terjadi secara langsung (face to face) ataupun melalui alat bantu lainnya, seperti telephone, internet ataupun televisi. Contoh sederhana adalah apabila seorang anak mengalami kecelakaan, biasanya seorang ibu mempunyai firasat tertentu, baik itu berupa kecemasan terhadap anaknya, spontan memanggil nama anaknya, menjatuhkan benda yang dipegangnya, dll.
Berdasarkan hal ini, sebetulnya manusia bisa berhubungan dan mempengaruhi manusia lain ataupun sekelompok orang yang berada di satu tempat dengan memanfaatkan gelombang energi otaknya tersebut, hanya tentu saja untuk mempengaruhi banyak orang diperlukan penguatan energi gelombang otak melalui metode tertentu yang disebarkan melalui pemantulan pada ionosphere.
Pengendalian cuaca
Tubuh manusia yang jika dirinci terus menerus, akan terdiri dari molekul, dan molekul terdiri dari atom-atom, atom terdiri dari proton, neutron, elektron; masing-masing bagian ini terdiri dari quark, dan quark terdiri dari pembawa forsa (gaya). Jika kita lihat, pada tingkatan atom saja, banyak sekali terlihat ruangan yang kosong, sebagaimana halnya banyak ruangan kosong yang memisahkan antara planet-planet di jagat raya.
Masing-masing atom, sebagaimana planet bumi, mempunyai kemampuan untuk menarik dan melepaskan energi. Keduanya selalu melakukan rotasi dan revolusi serta terjadi berbagai proses hingga atom ataupun planet bumi tetap bertahan hingga sekarang. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mempunyai hubungan yang erat dengan alam.
Mekanika quantum, yaitu suatu loncatan besar dari suatu tingkatan ke satu tingkatan lain yang lebih tinggi, bisa dilakukan oleh manusia. Baik yang berkaitan dengan tubuhnya maupun yang berkaitan dengan alam, diantaranya dengan cuaca.
Atom-atom di dalam tubuh manusia yang terdiri dari ion positif dan negatif jika digabung dengan energi Tenaga Metafisika (TM atau biasa disebut aura) tubuh manusia – terdiri dari ion positif dan negatif juga -- yang saat ini sudah bisa difoto melalui Aura Camera 3000. Ke-2 energi ini apabila difokuskan ke awan, misalnya, maka akan berpengaruh pada ion-ion yang menyusun awan tersebut.
Mekanika quantum akan terjadi dengan lebih baik apabila terjadi dalam unsur yang tidak berbentuk fisik, dalam hal ini awan yang terdiri dari molekul Hidrogen, Oksigen dan ion-ion positif serta negatif, merupakan media yang bisa diamati jika terjadi pemfokusan ataupun netralisir (penghilangan) awan yang dilakukan oleh energi manusia. Hal inilah yang menjadi dasar kenapa manusia bisa mengendalikan cuaca, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Nabi Sulaiman as saat mengendalikan angin.
Jika timbul pertanyaan: “Apakah hal ini tidak mendahului Tuhan?” Tentunya akan kita jawab : “Apakah mungkin manusia bisa mendahului Tuhan?” Karena tidak ada makhluk apapun yang bisa melakukannya. Proses pengendalian cuaca melalui energi tubuh ini, tidak jauh berbeda dengan hujan buatan melalui penyebaran dry ice dan bahan kimia lainnya. Hanya prosesnya saja yang berbeda, sedangkan hasilnya, insya ALLAH sama. Jadi, semua upaya untuk mendatangkan hujan atau mengendalikan cuaca hanya bisa terjadi jika dikehendaki oleh ALLAH SWT.
Sehat
“Dan apabila aku sakit Dia (ALLAH)-lah yang menyembuhkan aku”
QS : Asy-Syu’araa (26) : 80
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
QS : Yunus (10) : 57
Jika diadakan penelitian terhadap manusia, berapa kali ia jatuh sakit selama hidupnya? Diperoleh hasil yang mengejutkan, dimana rata-rata manusia pernah – meski hanya sekali – merasakan sakit, entah itu ringan ataupun berat.
Bahkan dalam salah satu majalah kesehatan disebutkan bahwa dalam setahun, rata-rata 16 kali seseorang menderita flu.
Penyakit adalah suatu keadaan dimana terdapat gangguan terhadap bentuk dan fungsi tubuh sehingga berada dalam keadaan yang tidak normal. Dengan pengertian ini, mudahlah dipahami bahwa pengertian penyakit tidak sama dengan rasa sakit. Penyakit adalah keadaan yang bersifat obyektif, sedangkan rasa sakit adalah keadaan yang bersifat subyektif. Seseorang yang menderita penyakit belum tentu merasa sakit. Sebaliknya, tidak jarang ditemukan seseorang yang selalu mengeluh sakit padahal tidak ditemukan penyakit apapun di dalam dirinya.
Penyakit sendiri, jika digolongkan, terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
a) Penyakit medis, contoh: pembengkakan jantung, hepatitis, kanker, patah tulang, batuk, thyphus, dll.
b) Penyakit psikis, contoh: stress, depresi, schizophrenia, bulimia, anorexia, dll.
c) Penyakit metafisika, contoh: teluh, santet, pelet, susuk, dll.
Penyakit, kedatangannya selalu diibaratkan seperti kuda yang mendatangi kita dan pergi seperti orang yang berjalan kaki. Apakah hal ini bisa dirubah? Hingga kepergian penyakit akan secepat ia datang? Bukankah tubuh manusia merupakan suatu keajaiban? Karena tubuh merupakan mikro kosmos dari jagat raya?
QS : Asy-Syu’araa (26) : 80
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
QS : Yunus (10) : 57
Jika diadakan penelitian terhadap manusia, berapa kali ia jatuh sakit selama hidupnya? Diperoleh hasil yang mengejutkan, dimana rata-rata manusia pernah – meski hanya sekali – merasakan sakit, entah itu ringan ataupun berat.
Bahkan dalam salah satu majalah kesehatan disebutkan bahwa dalam setahun, rata-rata 16 kali seseorang menderita flu.
Penyakit adalah suatu keadaan dimana terdapat gangguan terhadap bentuk dan fungsi tubuh sehingga berada dalam keadaan yang tidak normal. Dengan pengertian ini, mudahlah dipahami bahwa pengertian penyakit tidak sama dengan rasa sakit. Penyakit adalah keadaan yang bersifat obyektif, sedangkan rasa sakit adalah keadaan yang bersifat subyektif. Seseorang yang menderita penyakit belum tentu merasa sakit. Sebaliknya, tidak jarang ditemukan seseorang yang selalu mengeluh sakit padahal tidak ditemukan penyakit apapun di dalam dirinya.
Penyakit sendiri, jika digolongkan, terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
a) Penyakit medis, contoh: pembengkakan jantung, hepatitis, kanker, patah tulang, batuk, thyphus, dll.
b) Penyakit psikis, contoh: stress, depresi, schizophrenia, bulimia, anorexia, dll.
c) Penyakit metafisika, contoh: teluh, santet, pelet, susuk, dll.
Penyakit, kedatangannya selalu diibaratkan seperti kuda yang mendatangi kita dan pergi seperti orang yang berjalan kaki. Apakah hal ini bisa dirubah? Hingga kepergian penyakit akan secepat ia datang? Bukankah tubuh manusia merupakan suatu keajaiban? Karena tubuh merupakan mikro kosmos dari jagat raya?
Contoh Kasus 3
Contoh kasus 1: Mr JP selama beberapa hari ini menderita sakit dan pegal-pegal di sekitar punggung, pundak, leher dan kepala. Setelah didiagnosa oleh dokter, Mr JP ternyata menderita “pengapuran” dan tekanan darah tinggi yang jika dibiarkan akan mengakibatkan stroke.
Contoh kasus 2: Mrs Joan sedang menghadapi beban kerja yang menumpuk karena akan dipromosikan menjadi Wakil Direktur di perusahaannya, ia juga harus bisa membagi waktu untuk putri-putrinya dan suaminya. Akibat dari berbagai beban, ia mengalami tekanan (stress), dengan gejala yang diderita mengalami gatal-gatal. Tapi setelah diperiksa oleh beberapa dokter, mulai dari ahli kulit, ahli syaraf sampai ahli penyakit dalam, ia dinyatakan sehat.
Bagaimana kita akan menormalkan kondisi tubuh Mrs Joan dengan meningkatkan antibodi, merelaksasikan otot-otot dan syaraf yang tegang, memperlancar serta menormalkan sirkulasi darah, hormon dan enzim?
Contoh kasus 3: Beban kerja yang harus dihadapi oleh karyawan Bank Indonesia cukup berat, apalagi jika ia sudah menduduki jabatan yang cukup tinggi. Bagi XY yang menderita batu empedu, kondisi kerja membuatnya cepat lelah. Hal ini mengakibatkan ia kehilangan energi dan harus istirahat total sesampainya di rumah.
Bagaimana ia menjadi lebih fit dan bisa melakukan kegiatan lain sesampainya di rumah?
Contoh Kasus 4
Bagi Umat Islam yang akan melaksanakan ibadah Haji atau Umroh, diperlukan stamina yang bagus. Namun, karena faktor cuaca, usia, penyakit dan padatnya kegiatan, stamina secara tiba-tiba bisa menurun secara drastis.
Bagaimana caranya agar diharapkan mereka yang akan/sedang melaksanakan ibadah tsb. akan ditingkatkan staminanya, hingga bisa bertahan dalam perubahan suhu/cuaca yang ekstrim dan menyelesaikan semua urutan ibadah serta mampu meningkatkan antibodi tubuh agar penyakit yang diderita bisa “diredam”?
Tidur
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”
QS : Ar-Ruum (30) : 23
Ternyata hampir semua manusia menghabiskan 20 tahun dalam hidupnya – jika diasumsikan rata-rata umur manusia sampai 60 tahun – dihabiskan untuk istirahat/tidur. Dengan waktu istirahat yang memakan waktu 8 jam, ternyata kondisi tubuh tidak selalu beralih menjadi fit. Terkadang tidur pun menjadi masalah.
Apakah kondisi tersebut bisa dirubah, hingga dalam waktu tidur yang singkat (kurang dari 8 jam), kondisi tubuh bisa pulih kembali? Atau bagi mereka yang bahkan tidak bisa tidur bisa kembali merasakan “nikmat”nya tidur?
Tubuh manusia sebetulnya bergerak terus menerus, setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, dst. sampai manusia ybs. meninggal dunia. Ketika seseorang tidur, proses regenerasi sel dan beberapa aktifitas di dalam tubuh terjadi secara optimal, seperti penyerapan sari makanan, hingga makanan dengan cepat diserap tubuh dan mudah berubah menjadi panas tubuh. Hal ini pula yang menyebabkan, kenapa orang sedang tidur cenderung berkeringat dan ketika bangun tidur ia merasa lapar.
Pada tingkatan molekuler, seseorang yang mengalami insomnia (tidak bisa tidur), agak berbeda dengan orang yang bisa tidur dengan pola yang normal. Kita ambil contoh yang ringan, yaitu seseorang yang jam tidurnya kurang, misalkan biasanya ia tidur 6 jam lalu suatu ketika hanya tidur 3 jam. Apa yang terjadi?
Pertama, koordinasi gerak tubuhnya tidak akan bagus; kedua, kewaspadaan akan menurun sampai 50%; ketiga, emosi cenderung meningkat, dan keempat tidak bisa konsentrasi dengan baik. Apalagi pada mereka yang mengalami insomnia atau jam tidur yang selalu kurang setiap harinya. Hal ini akan berpengaruh pada sistem tubuh (produksi hormon, enzim, koordinasi sitem syaraf, dll), yang selanjutnya akan berakibat buruk pada kesehatan.
Bagaimana kita akan diupayakan perbaikan kembali sistem tubuh? terutama yang berkaitan dengan organ otak, dimana merupakan pusat pengendali tubuh. Artinya, jika organ otak mendapatkan cukup energi (yang berasal dari oksigen dan ATP), maka secara otomatis koordinasi ke dalam tubuh akan berlangsung secara baik pula.
Dalam hal ini, kita mencoba mensupplai energi yang memadai ke dalam organ otak pasien dan sistem susunan syaraf pusat, hingga diharapkan dalam waktu yang relatif singkat, insya ALLAH pola tidur atau kesulitan tidur yang dialaminya akan hilang.
Pada akhir tahun 1980-an banyak ilmuwan yang merasa tertarik untuk meneliti sebuah gen yang disebut gen per (periodik) yang ada di dalam DNA seekor lalat buah. Di malam hari, lalat buah akan bernyanyi untuk memanggil pasangannya, sebuah perilaku yang dibawa sejak lahir. Normalnya, mereka akan mengulang panggilan tersebut menurut ritme yang teratur, setiap 60 detik.
Ronald Konopka, seorang profesor dan ilmuwan dari Universitas Clarkson, pertama-tama mengaitkan lagu yang dinyanyikan lalat buah dengan gen periodik. Dia juga menemukan bahwa ritme itu bisa berubah. Bila gen periodik melakukan mutasi, jeda antara nyanyian bisa melambat atau menjadi cepat. Seekor lalat bisa menyanyi setiap 40 detik, sementara lalat lain, setiap 80 detik.
Yang lebih menakjubkan adalah bahwa setiap jenis lalat menjadwal bunyi itu menurut lamanya hari. Bunyi normal, 60 detik teramati pada lalat dengan siklus harian 24 jam, jeda waktu 40 detik untuk siklus yang lebih pendek, yaitu 18 sampai 20 jam; sedangkan waktu yang lebih panjang, 80 detik teramati pada lalat dengan siklus terbang yang panjang, yaitu 28-30 jam.
Secara sederhana kita bisa menginterpretasikan bahwa gen periodik terkait dengan ritme harian. Efek yang serupa bisa juga diamati pada manusia. Bila seorang manusia terkurung di dalam gua, di mana dia tidak bisa melihat matahari dan tidakboleh melihat jam, maka siklus tidur dan bangun orang tersebut akan teratur, hal ini merupakan siklus sirkardian, atau ritme harian yang dibuat DNA untuk tubuh manusia, yang kemudian dikenal dengan istilah jam biologis.
QS : Ar-Ruum (30) : 23
Ternyata hampir semua manusia menghabiskan 20 tahun dalam hidupnya – jika diasumsikan rata-rata umur manusia sampai 60 tahun – dihabiskan untuk istirahat/tidur. Dengan waktu istirahat yang memakan waktu 8 jam, ternyata kondisi tubuh tidak selalu beralih menjadi fit. Terkadang tidur pun menjadi masalah.
Apakah kondisi tersebut bisa dirubah, hingga dalam waktu tidur yang singkat (kurang dari 8 jam), kondisi tubuh bisa pulih kembali? Atau bagi mereka yang bahkan tidak bisa tidur bisa kembali merasakan “nikmat”nya tidur?
Tubuh manusia sebetulnya bergerak terus menerus, setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, dst. sampai manusia ybs. meninggal dunia. Ketika seseorang tidur, proses regenerasi sel dan beberapa aktifitas di dalam tubuh terjadi secara optimal, seperti penyerapan sari makanan, hingga makanan dengan cepat diserap tubuh dan mudah berubah menjadi panas tubuh. Hal ini pula yang menyebabkan, kenapa orang sedang tidur cenderung berkeringat dan ketika bangun tidur ia merasa lapar.
Pada tingkatan molekuler, seseorang yang mengalami insomnia (tidak bisa tidur), agak berbeda dengan orang yang bisa tidur dengan pola yang normal. Kita ambil contoh yang ringan, yaitu seseorang yang jam tidurnya kurang, misalkan biasanya ia tidur 6 jam lalu suatu ketika hanya tidur 3 jam. Apa yang terjadi?
Pertama, koordinasi gerak tubuhnya tidak akan bagus; kedua, kewaspadaan akan menurun sampai 50%; ketiga, emosi cenderung meningkat, dan keempat tidak bisa konsentrasi dengan baik. Apalagi pada mereka yang mengalami insomnia atau jam tidur yang selalu kurang setiap harinya. Hal ini akan berpengaruh pada sistem tubuh (produksi hormon, enzim, koordinasi sitem syaraf, dll), yang selanjutnya akan berakibat buruk pada kesehatan.
Bagaimana kita akan diupayakan perbaikan kembali sistem tubuh? terutama yang berkaitan dengan organ otak, dimana merupakan pusat pengendali tubuh. Artinya, jika organ otak mendapatkan cukup energi (yang berasal dari oksigen dan ATP), maka secara otomatis koordinasi ke dalam tubuh akan berlangsung secara baik pula.
Dalam hal ini, kita mencoba mensupplai energi yang memadai ke dalam organ otak pasien dan sistem susunan syaraf pusat, hingga diharapkan dalam waktu yang relatif singkat, insya ALLAH pola tidur atau kesulitan tidur yang dialaminya akan hilang.
Pada akhir tahun 1980-an banyak ilmuwan yang merasa tertarik untuk meneliti sebuah gen yang disebut gen per (periodik) yang ada di dalam DNA seekor lalat buah. Di malam hari, lalat buah akan bernyanyi untuk memanggil pasangannya, sebuah perilaku yang dibawa sejak lahir. Normalnya, mereka akan mengulang panggilan tersebut menurut ritme yang teratur, setiap 60 detik.
Ronald Konopka, seorang profesor dan ilmuwan dari Universitas Clarkson, pertama-tama mengaitkan lagu yang dinyanyikan lalat buah dengan gen periodik. Dia juga menemukan bahwa ritme itu bisa berubah. Bila gen periodik melakukan mutasi, jeda antara nyanyian bisa melambat atau menjadi cepat. Seekor lalat bisa menyanyi setiap 40 detik, sementara lalat lain, setiap 80 detik.
Yang lebih menakjubkan adalah bahwa setiap jenis lalat menjadwal bunyi itu menurut lamanya hari. Bunyi normal, 60 detik teramati pada lalat dengan siklus harian 24 jam, jeda waktu 40 detik untuk siklus yang lebih pendek, yaitu 18 sampai 20 jam; sedangkan waktu yang lebih panjang, 80 detik teramati pada lalat dengan siklus terbang yang panjang, yaitu 28-30 jam.
Secara sederhana kita bisa menginterpretasikan bahwa gen periodik terkait dengan ritme harian. Efek yang serupa bisa juga diamati pada manusia. Bila seorang manusia terkurung di dalam gua, di mana dia tidak bisa melihat matahari dan tidakboleh melihat jam, maka siklus tidur dan bangun orang tersebut akan teratur, hal ini merupakan siklus sirkardian, atau ritme harian yang dibuat DNA untuk tubuh manusia, yang kemudian dikenal dengan istilah jam biologis.
Contoh Kasus 5
BB adalah karyawan pabrik tekstil di kota Bandung, sebagaimana rekan-rekannya yang lain, ia pun mengalami pembagian kerja melalui sistem shift. Kadang pagi, sore bahkan malam hari. Hal ini terjadi kurang lebih 16 tahun, sejak ia mulai bekerja di usia 23 tahun.
Masalah timbul ketika ia dipromosikan menjadi manajer pemasaran yang menuntut kerja di siang hari dan istirahat di malam hari, semantara jam biologis tubuhnya sudah kacau sebagai akibat dari pola tidurnya yang tidak teratur.
Bagaimana caranya agar jam biologis-nya kembali normal, hingga BB bisa melaksanakan semua tugas di perusahaannya pada siang hari dan beristirahat di malam hari?
Contoh Kasus 6
a) Contoh kasus 1: Ibu T mengalami penurunan konsentrasi setelah mengalami benturan di kepalanya, hingga setiap berpikir atau melaksanakan shalat, ia mengalami kesulitan. Selain itu juga, akibat benturan tsb, kepalanya sering mengalami nyeri.
Bagaimana kita akan mengupayakan agar konsentrasi Ibu T pulih seperti sedia kala, juga rasa nyeri di kepalanya akan dinetralisir?
b) Contoh kasus 2: Walaupun sudah mengupayakan berbagai macam cara, mulai dari meminum jamu sampai makanan suplemen, Mas Q merasakan bahwa standar IQ nya berada di bawah rata-rata. Hingga ia mengalami kesulitan untuk belajar dan mengerjakan sesuatu.
Bagaimana kita Secara bertahap, IQ Mas Q ditingkatkan, diharapkan ia akan mampu bersaing dengan rekan-rekannya, baik dalam bidang pelajaran maupun dalam bidang pekerjaan?
Ilmu Silat
Ilmu silat adalah gerak tubuh yang berupa teknik dan taktik untuk membela diri dan mengantisipasi setiap aksi berupa serangan-serangan fisik. Dan sebenarnya, tangan serta kaki yang sudah terlatih adalah senjata yang sangat ampuh, apalagi bila dalam pelaksanaannya digabungkan dengan tenaga dalam dan tenaga metafisika. Ada beberapa rahasia gerakan yang tidak dapat ditangkis oleh lawan meskipun lawan dalam keadaan siap.

Syarat yang paling utama dalam bertarung adalah mentalitas. Yaitu keberanian, ketenangan dan kepercayaan diri, baru setelah itu adalah kemampuan. Kemampuan tanpa keberanian ibarat pisau tajam dalam sarungnya, tidak ada gunanya. Tetapi keberanian tanpa kemampuan adalah konyol. Jadi kedua-duanya harus bersatu. Kemampuan Anda akan memuncak dengan mentalitas yang tinggi, sebab dengan mentalitas yang baik Anda tidak akan ragu-ragu dalam memasukkan pukulan dan menghentakkan tenaga. Dengan keberanian, Anda tidak akan takut saat bertarung.
Jasa
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh ALLAH, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedangkan ALLAH mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan ALLAH niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya” QS : Al-Anfaal (8) : 60
Seiring dengan pesatnya globalisasi dan perkembangan teknologi, termasuk diantaranya yang berkaitan dengan: kesehatan, cuaca, keamanan dan komunikasi; fakta di masyarakat menunjukkan bahwa banyak hal yang harus dibenahi. Diantaranya adalah:
a) Pelatihan Pernapasan
Pelatihan pernapasan banyak ragam dan jenisnya, tapi tidak sedikit yang mencampurbaurkan dengan hal-hal yang berbau mistik, ini adalah salah satu alasan pelatihan pernapasan ini diadakan
b) Konsultan metafisika
Selama ini konsultan metafisika lebih mementingkan pada hasil, tapi tidak memperhatikan prosesnya, apakah hal itu sesuai dengan ajaran Islam atau tidak.
c) Konsultan kesehatan
Data menunjukkan bahwa 90% dokter di Amerika salah dalam melakukan diagnosa penyakit pasiennya, padahal Amerika adalah satu diantara beberapa negara yang menjadi acuan dunia kedokteran Indonesia.
d) Pengendalian cuaca
Keadaan kota Jakarta di awal tahun 2002 yang tergenang banjir badang atau beberapa daerah yang mengalami kekeringan memerlukan penanganan serius dan profesional. Sementara pembuatan hujan buatan dengan penyebaran dry ice (bahan kimia es kering) untuk waktu 10 hari memerlukan biaya total sebesar Rp. 800 juta.
e) Pengendalian massa
Demonstrasi, kekacauan, teror dan perseteruan antar kelompok merupakan sesuatu yang biasa terjadi saat ini. Padahal jika kita lihat kondisi Indonesia pada awal atahun 1990-an, hal itu seolah-olah merupakan hal yang sangat mustahil untuk terjadi di bumi pertiwi ini.
f) Menetralkan tempat-tempat yang berenergi negatif
Diakui atau tidak, rasional atau tidak, kejadian yang berkaitan dengan jin (dengan istilah lain: hantu, memedi, tuyul,dll) kerap terjadi di masyarakat. Begitu pula dengan tempat-tempat yang ditengarai sering “diganggu” atau “seram”.
g) Pengamanan (pribadi dan kelompok)
Keamanan, bai pribadi ataupun kelompok, saat ini merupakan hal yang sangat penting. Entah itu untuk kehidupan sehari-hari ataupun untuk kegiatan ceremonial, seperti konser musik ataupun deklarasi partai politik.
Pelajar
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”
QS : An-Nuur (24) : 34
Semakin lama, semakin banyak orang yang mengalami hambatan proses belajar, hal ini bukan saja dialami oleh para pelajar/mahasiswa bahkan hal ini dialami oleh seorang guru/dosen. Padahal bukankah proses mengajar-pun adalah sebuah pelajaran?
Ternyata kita jarang mengambil pelajaran dari suatu kegagalan atau keberhasilan, akibatnya ketika proses kehidupan berlanjut dan menghadapi permasalahan yang sama, kita terkadang menghadapinya dengan cara yang berbeda.
Pelajar/mahasiswa adalah mereka yang diharuskan untuk belajar dengan kurikulum yang ada, namun tidak semua pelajar/mahasiswa yang mampu mengikuti pelajaran dengan baik karena berbagai alasan. Seperti: jenuh, tidak bersemangat, tidak mampu mengikuti pelajaran atau bahkan ada yang “bentrok” dengan guru/dosennya.
Khusus bagi para guru dan dosen, modal utama yang diperlukan dalam proses belajar mengajar adalah emphaty dan kesabaran kepada anak didiknya. Hal ini pula yang menyebabkan ada beberapa tenaga pengajar yang bisa di-terima atau di-tolak oleh anak didiknya sendiri. karena rasa emphaty dan kesabaran yang tulus akan memancarkan gelombang otak yang akan diterima dengan baik oleh anak didiknya.
Bimbingan Belajar Bagi Anak
Kenapa Bimbingan belajar ditujukan bagi anak-anak yang:
1) Hyperaktif, artinya mereka sebetulnya bisa mengikuti pelajaran tapi susah terfokus dalam satu hal, karena terlalu sering melakukan aktifitas.
2) Malas atau tidak mau mengikuti pelajaran di sekolah.
3) Mengalami hambatan atau susah dalam menerima pelajaran di sekolah.
Padahal setiap anak atau setiap orang itu berbeda, meski pada mereka yang kembar identik sekalipun.
Bimbingan yang harusnya didapatkan oleh semua anak yaitu bimbingan perilaku (akidah dan akhlak), psikologis (mental) dan sosial (bagaimana cara berhubungan dengan orang lain dan masyarakat) yang dilakukan dengan metode empathy.
Sudahkah anda dan Sekolah tempat anak anda itu memberikan bimbingan yang tepat?
1) Hyperaktif, artinya mereka sebetulnya bisa mengikuti pelajaran tapi susah terfokus dalam satu hal, karena terlalu sering melakukan aktifitas.
2) Malas atau tidak mau mengikuti pelajaran di sekolah.
3) Mengalami hambatan atau susah dalam menerima pelajaran di sekolah.
Padahal setiap anak atau setiap orang itu berbeda, meski pada mereka yang kembar identik sekalipun.
Bimbingan yang harusnya didapatkan oleh semua anak yaitu bimbingan perilaku (akidah dan akhlak), psikologis (mental) dan sosial (bagaimana cara berhubungan dengan orang lain dan masyarakat) yang dilakukan dengan metode empathy.
Sudahkah anda dan Sekolah tempat anak anda itu memberikan bimbingan yang tepat?
Bela Diri Khusus Anak-anak
Olah raga amat penting bagi anak-anak, untuk menambah berat dan menumbuhkan tenaga otot, serta menyehatkan jantung dan paru-paru. Olahraga dianjurkan dianjurkan dari usia dini: bayi sebaiknya lebih sering bebas di lantai atau di tempat tidurnya. Anak kecil sebaiknya banyak berjalan. Anak yang lebih besar dianjurkan untuk ikut bermain yang melibatkan kegiatan fisik bersama-sama teman sebayanya.
Bela diri, sebetulnya merupakan sesuatu yang sifatnya alamiah, bisa dilakukan oleh siapapun juga termasuk anak-anak. Lihat saja, jika seorang anak dijahili oleh temannya ia akan memberikan beberapa reaksi, seperti: diam, melawan, lari, menangis, dsb. ini sebetulnya merupakan reaksi bela diri, meski belum tentu memenuhi unsur-unsur bela diri sebagaimana lazimnya.
Anak-anak adalah investasi yang sangat berharga untuk masa depan, apapun yang orang tuanya lakukan sekarang, akan terlihat hasilnya di masa yang akan datang. Bagaimana halnya dengan pendidikan bela diri untuk anak-anak? Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw memerintahkan para orang tua untuk mengajari anak-anaknya berenang. Hal ini mengisyaratkan bahwa kita harus siap membela diri dalam kondisi yang jauh berbeda dengan keadaan sehari-hari, karena di jazirah Arab sendiri sebagian besar terdiri dari gurun pasir.
Selama ini, bela diri yang ada kebanyakan mempunyai format yang sama bagi orang dewasa, terutama dari segi gerakan. Sedangkan kita ketahui bahwa fisiologi (bentuk dan susunan tubuh) anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Hal ini sebetulnya menuntut diadakannya suatu format bela diri yang sesuai untuk anak-anak, baik itu bagi fisiologis-nya, mentalnya maupun tingkat kecerdasannya.
Di sisi lain, membanjirnya bela diri dari luar negeri, yang belum tentu sesuai dengan kepribadian dan budaya Indonesia serta sesuai dengan akidah Islam, menuntut suatu pemikiran yang serius pula. Kita ketahui bahwa seorang anak adalah alat rekam yang canggih, artinya jika dalam pemberian materi bela diri diberikan penjelasan tentang budaya, kepribadian dan akidah yang tidak sesuai dengan apa yang dianutnya, maka hal ini akan menjadi “bumerang” di masa yang akan datang.
Diharapkan orang tua agar anak-anaknya bisa mengikuti bela diri yang sesuai dengan fisiologis, kecerdasan, kepribadian, budaya dan akidah Islam.
Instan
“ALLAH Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.”
QS : Al-Baqarah (2) : 117
Semakin maju teknologi yang dicapai manusia, semakin banyak pula keinginan manusia untuk mencapai dan mendapatkan sesuatu. Jika dahulu untuk perjalanan menuju kota Makkah diperlukan waktu berminggu-minggu dengan kapal laut, sekarang hanya beberapa jam dengan pesawat terbang.
Hal ini merambah pada hal-hal yang lain, dimana kehidupan yang modern, menuntut segala sesuatu yang serba instan, entah itu kemampuan, barang ataupun jasa.
Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj dan Lailatul Qadar, diantaranya adalah tentang misteri dan pemanfaatan waktu. Karena dari dua peristiwa ini – terlepas bahwa ini merupakan mu’jizat – banyak kejadian yang dialami oleh Rasulullah saw (Isra’ Mi’raj) dan seorang Muslim (Lailatul Qadar), dimana semuanya bisa disimpan di dalam memori manusia, serta bisa di loading setiap saat dari memori. Hal ini mempunyai kaitan yang signifikan dengan kapasitas otak manusia yang sebetulnya mampu menampung berbagai informasi/kemampuan sekaligus dalam waktu yang singkat.
Kejadian yang dialami oleh Shakuntala Devi, seorang wanita India, merupakan contoh nyata dimana ia mampu mengalikan di luar kepala 13 digit bilangan dengan 13 digit bilangan lainnya dan menghasilkan 23 digit bilangan (padahal, untuk membaca angka tersebut dengan suara keras, dibutuhkan waktu lebih lama):
7.686.369.774.870 x 2.465.009.745.779 =18.947.668.177.995.426.773.730
Apakah kemampuannya bisa ditiru oleh orang lain? insya ALLAH, hal ini bisa dilakukan asalkan melalui suatu metode yang tepat, seperti metode quantum (lompatan).
Segala sesuatu perlu yang namanya proses, kesabaran kita dituntut untuk berproses dan pilihlah cara yang terbaik dalam hal waktu, dan tidak menghalalkan segala cara.
Salah satu proses yang digunakan dalam jumlah orang lebih dari satu yaitu metoda fusion. Bagaimana metoda fusion dan quantum ini?
Glycogen-Lactic Acid System (Anaerobic Respiration)
Otot-otot juga mempunyai cadangan besar carbohydrate yang kompleks yang dinamakan Glycogen. Glycogen adalah rantai molekul glucose. Sel membelah glycogen jadi Glucose. Kemudian sel menggunakan metabolisme anaerobic (anaerobic artinya "tanpa oxygen") untuk membuat ATP dan produk lain yaitu Lactic Acid dari glucose. Sekitar 12 reaksi-reaksi kimia dilibatkan untuk membuat ATP didalam proses ini, sehingga akan mensupply ATP di tingkat yang lebih lambat dari system phosphagen.
System dapat tetap bekerja dengan cepat dan memproduksi ATP yang cukup bertahan selama sekitar 90 detik. System ini tidak membutuhkan oxygen, dimana hal ini mudah karena menyebabkan jantung dan paru-paru selama beberapa waktu bekerja bersama-sama. Ini mudah juga karena kontraksi otot yang cepat akan meremas / menekan pembuluh darahnya, sehingga menghabiskan darah yang sangat kaya oxygen. Ada batasan pasti untuk pernapasan anerobic respiration karena lactic acid. Acid (asam) inilah yang menyebabkan otot kita sakit. Lactic acid terbuat dijaringan otot dan menyebabkan kelelahan dan rasa sakit yang kita rasakan di otot yang bekerja.
Oleh : Edward Christian
MELATIH ENERGY TUBUH
Inti dari cara melatih energy tubuh ada 3 bagian, yaitu:
1. Pembangkitan / memproduksi energy
2. Penyaluran / menggerakan energy
3. Penyimpanan & pengendapan energy
Oleh : edward Christian
Meninggal atau mati….?
Meninggal atau mati….?
Mati adalah suatu peristiwa dimana terhentinya “proses hidup”
Mati bisa berlaku pada “apapun”
Tetapi mati tidak berlaku pada “siapapun”
Mati tidak berlaku pada manusia
Manusia tidak memiliki terhentinya proses hidup
Manusia hanya memiliki satu proses transformasi yang disebut “Meninggal”
Meninggal ….kan kepompong yang bernama “jasad”
Kepompong yang merepotkan karena selalu ingin yang “enak – enak”
Kepompong yang harus selalu di urus untuk dimintai “pertanggungjawaban”
Manusia akan ber-transformasi sementara di alam penantian menjadi “ wujud lain”
Dan akan ditransformasikan kembali menjadi utuh ketika akan di “hisab”
Selamat menghadapi hidup……
Karena manusia akan terus hidup
Kang Dicky
Mati adalah suatu peristiwa dimana terhentinya “proses hidup”
Mati bisa berlaku pada “apapun”
Tetapi mati tidak berlaku pada “siapapun”
Mati tidak berlaku pada manusia
Manusia tidak memiliki terhentinya proses hidup
Manusia hanya memiliki satu proses transformasi yang disebut “Meninggal”
Meninggal ….kan kepompong yang bernama “jasad”
Kepompong yang merepotkan karena selalu ingin yang “enak – enak”
Kepompong yang harus selalu di urus untuk dimintai “pertanggungjawaban”
Manusia akan ber-transformasi sementara di alam penantian menjadi “ wujud lain”
Dan akan ditransformasikan kembali menjadi utuh ketika akan di “hisab”
Selamat menghadapi hidup……
Karena manusia akan terus hidup
Kang Dicky
Subscribe to:
Posts (Atom)