Thursday, February 18, 2010

Awas, Ponsel Penyebab Tumor Otak

TELEPON genggam genggam ternyata bermasalah. Telepon genggam atau hand phone, terbukti bisa menyebabkan sakit atau gangguan tumor otak.

Sejak lama, radiasi handphone dipercaya dapat mengganggu kesehatan. Riset para ilmuwan Eropa yang dipublikasikan Desember 2004 memperlihatkan, radiasi telepon seluler (ponsel) memang berpotensi merusak sel DNA.

Karena itu, apabila Anda berniat membelikan anak kesayangan sebuah ponsel, penting untuk membaca laporan ini. Sebuah riset yang dilakukan National Radiological Protection Board (NRPB) Inggris menyimpulkan efek radiasi ponsel bisa mengganggu perkembangan otak si kecil.

Lebih jauh, kata peneliti NRPB, William Stewart, serangan ini bisa menghambat pembentukan sistem syaraf pada anak. "Saya imbau Anda untuk mengikuti saran ini. Terutama jika anak Anda masih berusia delapan tahun ke bawah," tutur dia.

Penelitian lain yang diadakan ilmuwan Swedia pada April tahun lalu menemukan hubungan antara penggunaan ponsel dengan pertumbuhan sel tumor. Efek negatif ini, kata Stewart, dipastikan akan jauh lebih berbahaya bagi si Upik. "Ini karena otak mereka masih kecil dan tengah tumbuh. Dikhawatirkan, radiasi akan menyerang bagian yang lebih besar," tutur dia.

Tak lama setelah laporan ini dipublikasikan, Commun 8, sebuah perusahaan ponsel di Inggris berencana melarang penjualan produk ini kepada anak-anak.

Namun, Asosiasi Operator Handphone Inggris punya pendapat lain. "Lebih baik membatasi anak-anak berbicara langsung (voice calls) di handphone agar tidak terkena dampak radiasi. Mereka cukup ber-SMS saja," kata Mike Dolan. Penelitian terhadap efek radiasi perangkat-perangkat wireless lain, seperti Bluetooth dan Wi-Fi, juga tengah digagas.

Namun studi terbesar akhirnya makin mempertegas penggunaan ponsel bisa menyebabkan kanker. Peneliti Interphone mengumpulkan dan menganalisa 6.400 pasien tumor di 13 negara. Mungkin 3 milar pengguna ponsel, perlu untuk kembali menggunakan telepon rumah.

Peneliti di Israel yang bergabung di Interphone menemukan, orang yang menggunakan ponsel secara rutin, 50% lebih berpotensi mengidap tumor otak dibandingkan yang tidak.

Termasuk dalam penelitian di Interphone itu, analis dari Inggris, Denmark, Norwegia, Swedia dan Finlandia yang melaporkan kenaikan 40% risiko menderita tumor bagi orang yang menggunakan ponsel. Pengaruh ini hanya untuk yang menggunakan ponsel lebih dari 10 tahun.

Untuk saat ini belum diketahui bagaimana ponsel menyebabkan kanker. Radiasi yang dipancarkan terlalu kecil untuk menyebabkan kerusakan genetik.

Tetapi beberapa ilmuwan yakin ponsel memiliki efek tidak langsung dimana menjadikan sel tidak terkontrol. Namun belum ada konsensus mengenai teori itu.

Meski demikian, bagi kita di Indonesia, maka berhati-hatilah dan jangan sering lama memakai telepon genggam. Sebab getarannya bisa bikin sakit tumor otak. Meski ini bukan kebenaran mutlak, namun ada bukti dan fakta yang menguatkannya.

sumber : inilah.com

0 comments:

Post a Comment

sabar ya, komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. laporkan kepada kami apabila ada post yang masih berbentuk kiri ke kanan. nuhun