Monday, August 10, 2009

Tuhan


Tuhan ialah sesuatu yang kita sembah,
sesuatu yang kita patuhi,
sesuatu yang kita takuti,
sesuatu yang dapat memaksa kita mengerjakan apa yang kita tidak inginkan,
sesuatu yang kita prioritaskan.

Kalau tuhan anda adalah Allah SWT, tetapi anda mengerjakan definisi tuhan itu kepada selain Allah SWT maka siapakah tuhan anda?

6 comments:

chang linx said...

dah kirim sms ke siapa aja kang ??? hehehhe

Tasawuf Tuntas KA Damar Samudera said...

Ass.Wr.wb. Wujud Tuhan itu apa sih? apakah anda sudah mengenalnya...?? bagaimana anda dapat menulis syair itu kalau belum pernah kenal dan bertemu....apakah tidak membohongi diri sendiri....juga orang lain....

kandagalante said...

wujud tuhan bisa berbentuk apa aja, sesuai apa yang menjadi pengertian kita or definisi kita tentang tuhan....
dan itu bukan syair.....
kalau membohongi or membodohi orang lain bisa beri tahu letaknya dimana?
maka dari itu kita bertuhankan Allah SWT karena Allah SWT berbeda bentuknya dengan semua makhluknya..........
Jadi siapakah tuhan anda?

man said...

Apabila dapat keredhaan suami, maka dapatlah hartanya…Apabila mendapat keredhaan tuan syurga maka dapatlah syurganya.

Rasulullah s.a.w. bersabda,
Siapa yang mencantikkan amalan akhirat padahal dia tidak mengharapkannya dan tidak pula menghendakinya, nescaya ia dilaknat di langit dan di bumi. (Riwayat Daruquthni melalui Ibnu Abbas r.a.)

Kita buat ibadah dengan tujuan mendapat kejayaan di akhirat.

Dari segi syariat, amalan yang dilakukan tanpa apa-apa tujuan atau harapan pembalasan seperti syurga adalah dilaknat.

Manakala dari segi tasauf atau tarikat, amalan dilakukan hanya untuk Allah tanpa mengharap sebarang balasan.Golongan ini mengambil pendekatan merendah diri iaitu Allah layak disembah walaupun tanpa ganjaran atau kerana takut siksaan.

Dari segi makam (kedudukan) syariat lebih tinggi dari tarikat, sepertimana dalam kisah nabi Musa (bawa syariat) dan nabi Khaidir(tarikat).

Dihari akhirat, amalan syariat ditanya. Begitu juga pemberi syafaat, orang alim terlebih dahulu memberi syafaat.

kandagalante said...

tujuan hidup itu sudah jelas yaitu ibadah itu tertulis di dalam al-quran….

Kalau anda bilang syareat lebih utama coba hadist ini:

Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits)[1]

amalan itu tergantung pada niatnya....

Kalau kita sudah berniat untuk dapat surga maka tuhan kita surga dooong,
emang ada liljannah, liluang, liltujuan anda????
yang ada kan lillahita’ala

trims y

Abdul Rashid said...

" Sesungguhnya solat aku, ibadah aku,hidup aku dan mati aku adalah kerana, Lillahi Taala... "

Post a Comment

sabar ya, komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. laporkan kepada kami apabila ada post yang masih berbentuk kiri ke kanan. nuhun