Thursday, December 8, 2011

Layanan Kesehatan Harus Dukung Pemberian ASI

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meminta seluruh fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta untuk memfasilitasi keberhasilan program pemberian ASI.

"Dewasa ini pemberian ASI masih harus ditingkatkan," kata Menkes dalam peringatan Pekan ASI Dunia 2010 tingkat nasional di Monas, Jakarta, Minggu (8/8/2010) kemarin.

Menkes menyatakan, berdasarkan data Susenas 2004 sampai 2008, cakupan pemberian ASI eksklusif pada seluruh bayi di bawah enam bulan meningkat 58,9 persen pada 2004 menjadi 62,2 persen pada 2007. Namun kemudian menurun menjadi 56,2 persen pada 2008.

Disampaikannya, sejumlah kegiatan yang akan dilakukan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arti pentingnya memberikan ASI kepada bayi, meningkatkan jumlah motivator dan konselor menyusui dan mengembangkan regulasi untuk mendukung keberhasilan menyusui.

Menkes berharap, dengan diterapkannya 10 langkah menuju keberhasilan menyusui tersebut, maka akan ada peningkatan jumlah bayi usia 0 sampai enam bulan yang disusui secara eksklusif di Indonesia yang pada gilirannya akan mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Menurut Endang , ada 10 langkah menuju keberhasilan ASI. Yang Pertama adalah menetapkan kebijakan peningkatan pemberian ASI secara rutin dikomunikasikan pada semua petugas. Yang kedua melakukan pelatihan bagi petugas untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Langkah ketiga adalah memberikan penjelasan pada ibu hamil tentang manfaat menyusui dan tatalaksana dimulai sejak kehamilan, masa bayi lahir hingga dua tahun. Langkah keempat membantu ibu mulai menyusui bayinya selama 60 menit setelah melahirkan di ruang bersalin, kelima membantu ibu untuk memahami cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis.

Langkah keenam tidak memberikan makanan dan minuman apa pun selain ASI kepada bayi baru lahir, ketujuh melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi selama 24 jam sehari. Kedelapan yakni membantu ibu menyusui semau bayi tanpa pembatasan terhadap waktu dan frekuensi menyusui. Kesembilan, tidak memberikan dot atau empeng kepada bayi yang diberi ASI dan terakhir mengupayakan terbentuknya kelompok pendukung ASI di masyarakat dan merujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari rumah sakit atau rumah bersalin serta sarana pelayanan kesehatan.

0 comments:

Post a Comment

sabar ya, komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. laporkan kepada kami apabila ada post yang masih berbentuk kiri ke kanan. nuhun