Thursday, December 8, 2011

Rahasia Membakar Ekstra Lemak

KOMPAS.com - Banyak orang berasumsi berjalan dan berlari pada jarak yang sama dapat membakar jumlah kalori yang sama pula. Dengan menambahkan kecepatan berlari setidaknya 5 mph (mile per hour) atau lebih, ternyata berlari bisa menjadi cara pembakaran kalori yang lebih efektif. Misalnya, berlari sejauh 5 km dengan kecepatan 6 mph akan menghancurkan 340 kalori (pada orang yang berbobot 75 kg). Sedangkan berjalan kaki pada jarak yang sama dengan kecepatan 4 mph hanya bisa melunturkan 255 kalori, atau membakar 85 kalori lebih sedikit dibanding berlari.

Alasannya adalah ketika berlari kita harus mengeluarkan usaha yang jauh lebih besar dibanding berjalan, seperti mengangkat tubuh ke atas permukaan setiap kali kita melangkahkan kaki. Berbeda dengan berjalan kaki, akan selalu ada satu kaki yang berada di tanah. Selain itu, berlari merupakan olahraga yang memiliki intensitas tinggi dan membutuhkan waktu yang cukup panjang bagi tubuh untuk melakukan proses pemulihan. Maka setelah berolahraga pun kita masih dapat membakar kalori lebih banyak dibanding berjalan.

Tetapi walaupun berjalan kaki hanya bisa membakar kalori lebih sedikit, jangan pernah biarkan “angka” tersebut menurunkan niat kita untuk tetap menjalani rutinitas jalan kaki bersama teman atau pasangan kita. Sebab berolahraga bersama orang lain sudah dipercaya mampu membuat kita semakin rajin dan tidak mudah bosan dalam menjalankan rutinitas olahraga kita. Bonusnya lagi, berjalan kaki merupakan olahraga yang aman bagi persendian dan dapat dilakukan setiap hari dengan risiko cidera yang sangat kecil.

Nah, jika Anda ingin aktivitas berjalan kaki membuahkan hasil yang lebih optimal, ikuti tiga rahasia berjalan kaki berikut ini. Anda akan dapat menurunkan kalori tanpa harus membatasi jumlah makanan yang harus dimakan.

Berjalan beberapa kilometer lebih banyak. Kita bisa melakukannya kapan saja dan jika dilakukan pada kecepatan 4 mph, itu hanya akan menambah waktu 15 menit dari durasi yang biasa kita lakukan.

Tambahkan kecepatan. Tetaplah berjalan dengan jumlah waktu yang sama seperti biasanya, namun coba lakukan ½ mph lebih cepat.

Sentak dengan persneling tinggi. Sediakan waktu untuk berlari sejauh 5-7 km sebelum atau sesudah berjalan bersama teman.
(Prevention Indonesia Online/Astrid Anastasia)

0 comments:

Post a Comment

sabar ya, komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. laporkan kepada kami apabila ada post yang masih berbentuk kiri ke kanan. nuhun